Memahami Bahaya Obat Nyamuk (1)

 Memahami Bahaya Obat Nyamuk

Naviri.Org - Salah satu hal yang kerap mengganggu tidur adalah nyamuk. Jangankan saat kita tidur, bahkan saat kita masih terjaga pun nyamuk sudah aktif mengganggu. Hewan-hewan kecil itu beterbangan ke sana kemari, menggigit kulit kita, menimbulkan gatal, bentol, bahkan tidak jarang juga memicu masalah penyakit. Dalam upaya mengusir nyamuk itulah, banyak orang yang kemudian menggunakan obat nyamuk.

Saat ini, ada berbagai jenis obat nyamuk yang biasa digunakan. Ada obat nyamuk bakar, obat nyamuk semprot, obat nyamuk oles, sampai obat nyamuk elektrik. Pada prinsipnya, semua obat nyamuk—dalam apa pun jenisnya—memiliki khasiat yang sama, yaitu untuk membunuh atau mengusir nyamuk.

Bedanya hanya pada kemasan atau cara pemakaian. Karena memiliki fungsi yang sama, masing-masing obat nyamuk itu pun memiliki kandungan yang relatif sama. Menyangkut bahan atau kandungan obat nyamuk, ada yang perlu diperhatikan, karena dapat membahayakan manusia.

Obat nyamuk mengandung bahan aktif yang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif itu adalah dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), propoxur (karbamat), dan diethyltoluamide, yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga. Memang tidak semua bahan aktif tersebut dalam bentuk yang murni, karena telah diberi zat tamabahan, yang bisa berupa pewarna, pengawet, atau juga pewangi.

Bahan-bahan aktif dalam obat nyamuk umumnya memiliki bau tidak sedap, karena itulah diberi pewangi untuk menghilangkan bau tak sedap tersebut. Yang menjadi masalah, bahan-bahan tambahan itu pun bisa memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia, sehingga masalah yang ditimbulkan obat nyamuk jadi bertambah.

Seperti yang dinyatakan di atas, masing-masing obat nyamuk memiliki tujuan yang sama, meski bentuknya berbeda. Obat nyamuk semprot ditujukan untuk membunuh nyamuk. Obat nyamuk bakar atau elektrik ditujukan untuk mengusir nyamuk. Sedangkan obat nyamuk oles ditujukan agar kulit tidak diganggu nyamuk. Karena tujuannya sama, maka zat racun yang dikandungnya pun relatif sama.

Meski begitu, dosis pada tiap obat nyamuk berbeda satu sama lain. Dari konsentrasi atau komposisi, bahan aktif pada obat nyamuk terdiri dari konsentrasi ringan sampai berat, dari yang kurang toksid sampai yang lebih toksid. Yang jelas, semua itu juga tergantung pada kadar konsentrasi dan jumlah pemakaian.

Misalnya, kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot mungkin sedikit, tetapi kalau disemprotkan berulang kali tentu kadarnya akan bertambah banyak. Obat nyamuk yang memiliki kadar demikian mungkin bisa mematikan nyamuk dengan cepat, tetapi juga membahayakan kesehatan manusia.

Dalam hal obat nyamuk, risiko terbesar ada pada obat nyamuk bakar, karena secara langsung mengeluarkan asap yang dapat terhirup. Sementara obat nyamuk semprot berbentuk cair memiliki konsentrasi berbeda, karena cairan yang dikeluarkan akan diubah menjadi gas. Artinya, dosisnya lebih kecil.

Sementara dosis obat nyamuk elektrik lebih kecil lagi, karena bekerja dengan cara mengeluarkan asap, tetapi dengan daya elektrik. Karena itu pula, semakin kecil dosis bahan zat aktif, makin kecil pula bau yang ditimbulkan, serta semakin minim kemungkinan mengganggu kenyamanan manusia.

Baca lanjutannya: Memahami Bahaya Obat Nyamuk (2)

Related

Health 2572823126122316106

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item