Mengenal Jenis-Jenis Dengkur Dalam Tidur

 Jenis-Jenis Dengkur Dalam Tidur

Naviri.Org - Ada banyak orang, khususnya pria, yang mendengkur dalam tidur. Mendengkur terutama terjadi pada pria berusia setengah baya. Banyak faktor yang menyebabkan orang mendengkur, dari hidung tersumbat, tonsil yang membesar, hingga kista. Namun, penyebab yang paling lazim orang mendengkur adalah membran tenggorokan yang mulai kendur dan melebar.

Seiring dengan bertambahnya usia, sebagian orang mulai mengalami pengenduran otot-otot dan penumpukan lemak. Salah satu tempat yang paling banyak menimbun lemak adalah tenggorokan, seiring otot-otot di bagian itu yang juga banyak mengalami pengenduran. Apabila otot-otot dan jaringan-jaringan berdaging dalam tenggorokan mengendur dan melebar, semua itu bisa “runtuh” dan menyumbat sebagian jalan napas. Hasilnya kemudian adalah dengkuran dalam tidur.

Meski sama-sama mendengkur, ada orang yang mendengkur dengan suara keras, bahkan sampai mengganggu orang lain. Ada pula yang mendengkur dengan suara lirih, atau bahkan halus. Menyangkut mendengkur, berikut ini beberapa jenis dengkuran yang perlu kita ketahui.

Dengkuran tanpa jeda

Merupakan jenis dengkuran paling umum, yang biasanya menimbulkan bunyi nyaris tanpa jeda. Dengkuran jenis ini dialami orang-orang yang memiliki lingkar leher di atas 44,5 centimeter, atau saat tidur tengkurap.

Bhik Kotecha dari Royal National Throat, Nose and Ear Hospital, mengatakan bahwa penyebab utama dengkuran jenis ini adalah kegemukan. Kelebihan lemak di sekitar leher menyebabkan penyempitan jalan napas, sehingga bergetar saat dilalui udara. Solusinya tentu mengurangi berat badan. Selain itu, memperbaiki posisi tidur dengan bantal yang tepat juga bisa mengurangi dengkuran.

Dengkuran nyaring

Dengkuran jenis ini menimbulkan bunyi seperti peluit wasit, dan menunjukkan adanya polip atau gangguan yang membuat ukuran kedua lubang hidung tidak simetris. Jika satu lubang hidung orang tersebut ditutup, lubang satunya akan sulit bernapas dengan lancar. Biasanya pula, kemampuan mencium bau juga berkurang.

Jika kadar dengkuran jenis ini masih ringan, umumnya bisa diatasi dengan mengatur posisi tidur. Namun, jika sudah sangat mengganggu, maka butuh saran dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Dengkuran mabuk

Merupakan dengkuran yang hanya muncul ketika seseorang mengonsumsi alkohol sebelum tidur. Alkohol disinyalir dapat melemahkan otot tertentu, termasuk otot pernapasan, sehingga mengendur saat tidur dan berbunyi saat dilalui udara pernapasan.

Selain itu, dengkuran jenis ini juga kadang muncul pada orang yang tinggal serumah dengan perokok aktif. Asap rokok diketahui dapat mengiritasi tenggorokan, sehingga saluran napas mengalami pembengkakan. Karena saluran napas menjadi lebih sempit, maka lebih mudah mendengkur.

Dengkuran keras

Ciri dengkuran ini dapat ditandai dengan suaranya yang sangat keras, hingga orang di sebelah kamar bisa ikut mendengar. Dengkuran jenis inilah yang biasanya sangat mengganggu orang lain, khususnya yang tidur bersama si pendengkur. Penyebab paling banyak dengkuran ini adalah kegemukan.

Dengkuran keras umumnya disebabkan oleh sleep apnea atau henti napas saat tidur. Dampaknya adalah kualitas tidur berkurang, sehingga penderitanya jadi mudah mengantuk pada siang hari. Yang lebih mengkhawatirkan, dengkuran jenis ini banyak dikaitkan dengan risiko sakit jantung, stroke, dan impotensi.

Dengkuran serak

Dengkuran jenis ini terdengar agak serak. Penyebabnya adalah dagu yang lemah, sehingga posisi rahang menekan jaringan lunak di belakang tenggorokan. Saluran napas menyempit, sehingga bergetar saat dilalui udara pernapasan.

Solusi untuk mengatasi dengkuran jenis ini adalah pemasangan Mandibular Advancement Device untuk mendorong rahang ke depan. Pemasangan alat tersebut bisa dikonsultasikan ke dokter.

Dengkuran musiman

Berbeda dengan jenis dengkuran lain yang muncul secara teratur saat tidur, dengkuran jenis ini hanya terjadi sesekali, dan tidak bisa diprediksi kapan munculnya. Kemungkinan penyebabnya adalah penyumbatan saluran napas karena alergi.

Biasanya, dengkuran ini terjadi pada penghuni rumah yang memiliki hewan peliharaan. Bisa pula dipicu oleh debu dan kotoran, karena pemilik rumah jarang bersih-bersih. Debu, kutu, rumput, dan bulu, bisa menstimulasi pelepasan senyawa histamin, yang memicu produksi mukus (lendir pernapasan) dan penyumbatan.

Related

Health 6956935777269846179

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item