Gangguan Tidur Bisa Jadi Pertanda Parkinson

 Gangguan Tidur Bisa Jadi Pertanda Parkinson

Naviri.Org - REM atau rapid eye movement adalah ketika orang masuk dalam fase tidur dalam, atau tahap mimpi dalam tidur. Ketika REM terjadi, otot tubuh kita akan melemah. Karenanya, selama fase REM, kita pun tidur dengan sangat pulas, sehingga nyaris tak terganggu apa pun. Tetapi, ada pula orang yang mengalami gangguan dalam fase tersebut. Ketika memasuki fase REM dalam tidur, otot mereka tidak mengalami pelemahan sebagaimana orang normal lain.

Orang yang mengidap gangguan semacam itu biasanya menunjukkan tanda yang jelas terlihat, yaitu mereka bisa menendang, berteriak, memukul, atau melakukan gerakan lain, selama tidurnya. Biasanya, gerakan-gerakan itu mengekspresikan mimpi yang sedang mereka alami. Hal itu jauh berbeda dengan orang normal lain, yang justru diam dan lelap saat mimpi terjadi.

Yang mengkhawatirkan, gangguan tidur sebagaimana yang disebutkan di atas bisa jadi merupakan pertanda penyakit parkinson. Kenyataan itulah yang diungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal US Neurology.

Penelitian itu melibatkan 93 orang dengan jenis gangguan tidur tersebut, tetapi tidak memiliki gejala atau tanda penyakit degeneratif saraf, seperti hilang ingatan atau penyakit parkinson.

Dalam penelitian itu, perkembangan kesehatan partisipan diikuti selama lima tahun. Selama masa-masa itu, sebanyak 26 orang tercatat mengidap penyakit penurunan kemampuan saraf, 14 orang mengidap penyakit parkinson, 11 menderita demensia, dan didiagnosis mengidap penyakit alzheimer atau lewy.

Dari kenyataan itu, para peneliti memperkirakan, risiko lima tahun perkembangan penyakit penurunan kemampuan saraf adalah sekitar 18 persen, sementara risiko selama 10 tahun mencapai 41 persen, dan risiko 12 tahun sebesar 52 persen. Ronald Postuma dari McGill University di Kanada, yang memimpin penelitian tersebut, menyatakan, “Hasil penelitian ini tentu saja sangat menarik bagi orang yang memiliki gangguan tidur, dan keluarga serta dokter mereka.”

Dia juga menyatakan, “Hasil penelitian mungkin membantu kami untuk lebih memahami bagaimana perkembangan penyakit degeneratif saraf ini. Semua itu juga mengindikasikan bahwa mungkin ada peluang bagi perlindungan dari perkembangan penyakit, barangkali bahkan mencegahnya sebelum gejalanya dapat muncul.”

Related

Health 5106012453697243893
item