Hal-hal Penting Seputar Tidur yang Perlu Anda Tahu

  Hal-hal Penting Seputar Tidur yang Perlu Anda Tahu

Naviri.Org - Penelitian telah membuktikan, bahwa orang akan tidur antara 7-8 jam setiap malam, jika tinggal di lingkungan tanpa penunjuk waktu semisal jam. Kenyataan itu merupakan hal yang alamiah pada pola tubuh dalam menyesuaikan diri terhadap pergantian siang dan malam. Saat siang yang terang, tubuh bergerak dan beraktivitas. Saat malam yang gelap, tubuh pun beristirahat.

Siang dan malam memiliki petunjuk yang jelas, yaitu sinar matahari pada waktu siang dan munculnya bulan di langit pada waktu malam. Tubuh kita memahami hal itu, dan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Sayangnya, kehidupan modern yang saat ini kita jalani perlahan-lahan mengaburkan batasan siang dan malam, sehingga pola tidur kita kadang menjadi kacau akibat pola hidup yang sama kacau.

Pada saat ini, listrik ada di mana-mana, menyuplai energi untuk lampu-lampu yang bisa menyala tanpa henti. Sementara itu, kita juga dikelilingi televisi, komputer, ponsel, dan berbagai peranti lain, yang semuanya memancarkan cahaya. Siang dan malam nyaris tak memiliki perbedaan apa pun, karena malam yang gelap telah berubah menjadi terang benderang karena keberadaan lampu-lampu.

Meski kehidupan berubah, tapi sebenarnya tubuh kita tidak pernah berubah. Tubuh kita tetap membutuhkan istirahat, dan istirahat terbaik bagi tubuh adalah tidur pada malam hari. Menyangkut hal tersebut, berikut ini lima hal penting seputar tidur yang perlu kita ketahui.

Gangguan tidur bisa menjadi sumber penyakit

Sebelum era 1950-an, tidur masih dianggap sebagai saat tidak aktif, atau tidak ada apa pun yang terjadi selama seseorang tidur. Para dokter di masa lalu juga beranggapan bahwa tidur adalah saat yang aman, karena pasien terlihat damai dan tenang dalam tidurnya, bebas dari rasa sakit. Tapi kemudian penelitian menemukan fakta sebaliknya.

Sejak ditemukannya REM (rapid eye movement), kita pun tahu bahwa gelombang otak tidur bisa sangat aktif seperti saat kita terjaga. Begitu pula dengan masalah penyakit. Beragam penelitian telah menemukan bahwa banyak sumber penyakit yang disebabkan oleh berbagai masalah tidur.

Kurang tidur bikin gemuk

Di masa lalu, kegemukan sering dikaitkan dengan banyak tidur, karena orang-orang beranggapan bahwa orang yang kurang tidur akan kurus. Tetapi, lagi-lagi, penelitian menunjukkan fakta sebaliknya, bahwa kurang tidur justru menjadikan orang mengalami masalah kegemukan.

Kurang tidur menjadikan sistem metabolisme tubuh terganggu. Hormon-hormon yang mengatur nafsu makan berubah keseimbangannya, hingga kita cenderung lapar. Ketika hal itu terjadi, kita pun tanpa sadar mencari makanan untuk mengganjal perut. Karena kebutuhan itu datang tiba-tiba, kita pun sering tidak memperhatikan makanan yang kita pilih, hingga sering mengonsumsi junk food.

Tidur adalah vitamin otak yang sesungguhnya

Makanan-makanan yang kita konsumsi—khususnya buah-buahan—memiliki kontribusi dalam hal menjaga dan merawat kesehatan otak. Namun, tidur adalah vitamin otak yang sesungguhnya. Kemampuan otak sangat dipengaruhi oleh tidur. Kecerdasan, daya ingat, konsentrasi, ketelitian, kreativitas, hingga kemampuan untuk menghitung dengan cepat, hanya dibangun saat tidur. Proses tidur yang kompleks menentukan kualitas manusia.

Begitu pula dengan produktivitas. Orang yang mencapai produktivitas tinggi sering kali bukan mereka yang mengurangi waktu tidur, melainkan mereka yang tidur dalam jumlah cukup. Karena mereka tidur dalam jumlah cukup, mereka pun bisa bekerja dan beraktivitas dengan baik dan optimal, sehingga produktivitas pun terjaga. Sebaliknya, orang yang kurang tidur artinya kurang istirahat. Karena kurang istirahat, vitalitas mereka menurun. Dengan daya tubuh yang tidak optimal, produktivitas sulit dipacu.

Tidur memiliki kaitan dengan kebahagiaan

Meski mungkin sekilas tampak tidak berhubungan, tapi penelitian telah membuktikan bahwa tidur memiliki hubungan dengan tingkat kebahagiaan, khususnya pada wanita. Kurang tidur dianggap lebih mengganggu dibandingkan faktor-faktor lain yang menyebabkan stres.

Bahkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam hal ini, ditemukan bahwa salah satu kunci pernikahan yang bahagia adalah cukup tidur. Wanita yang tidur dalam jumlah cukup memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan wanita yang kurang tidur.

Tidur memiliki kaitan dengan risiko kanker

Selain berhubungan dengan tingkat kebahagiaan, tidur juga memiliki kaitan dengan risiko kanker, khususnya pada wanita. Dalam studi yang dilakukan menyangkut hal ini, ditemukan bahwa wanita yang tidur kurang dari 7 jam tiap hari memiliki risiko 47 persen lebih tinggi untuk menderita kanker payudara, meski ia orang yang sehat, menjaga diet, dan berolahraga rutin.

Yang menarik, wanita tunanetra memiliki risiko yang lebih rendah hingga 50 persen untuk mengalami masalah kanker yang sama. Hal itu diperkirakan karena mereka mendapat paparan cahaya yang terbatas, dan tidur mereka lebih panjang serta lebih teratur.

Related

Health 2259568120000726480
item