Mendengkur Dalam Tidur dan Ancaman Stroke

Mendengkur Dalam Tidur dan Ancaman Stroke

Naviri.Org - Banyak orang yang mendengkur atau mengorok dalam tidur. Sebegitu umum, hingga kebanyakan orang menganggap mendengkur sebagai hal biasa. Tapi anggapan itu sepertinya harus segera diubah. Berdasarkan studi terbaru, mendengkur dalam tidur memiliki kaitan dengan ancaman stroke.

Dalam bahasa medis, gangguan tidur yang berkaitan dengan pola napas disebut sleep disorder breathing (SDB). Di antara gangguan tidur itu, mendengkur atau mengorok termasuk di dalamnya, dan disebut obstructive sleep apnea (OSA). Seperti yang tadi disebutkan, penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara stroke dengan gangguan tidur tersebut.

Obstructive sleep apnea adalah bentuk gangguan tidur berupa berhentinya napas pada saat tidur lebih dari 10 detik, karena saluran pernapasan yang menyempit atau tertutup. Tertutupnya saluran pernapasan tersebut terjadi karena turunnya lidah dan pengenduran otot serta jaringan lunak saluran pernapasan.

Dalam studi yang dilakukan menyangkut hal ini, ditemukan fakta bahwa OSA sering ditemukan pada penderita stroke yang bertahan hidup, bahkan persentasenya lebih dari separuh penderita yang hidup, yaitu sekitar 63 persen.

Penyempitan saluran pernapasan akan menurunkan saturasi oksigen lebih dari tiga persen, misalnya suplai oksigen ke otak, dan juga melambatkan detak jantung. Dalam satu malam, terhentinya napas selama tidur bisa terjadi berkali-kali. Yang menjadi masalah, hal itu sering tidak disadari oleh penderitanya.

Berdasarkan penelitian terbaru, ada peningkatan risiko stroke sebesar 2,52 kali pada penderita sleep apnea. Dengan kondisi tersebut, orang-orang yang mengalami gangguan tidur disarankan untuk melakukan diagnosis dini, demi tujuan pencegahan. Selain itu, kita juga perlu mengenali faktor risiko utama dalam hal penyebab stroke, yang juga harus diperhatikan, di antaranya adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, dan merokok.

Related

Health 5184594719397321589
item