Pria Ini Nyaris Mati Gara-gara Penisnya Terus Ereksi

  Pria Ini Nyaris Mati Gara-gara Penisnya Terus Ereksi

Naviri.Org - Ereksi adalah kondisi penis ketika tegang. Tegangnya penis umumnya dipicu oleh hal-hal yang merangsang, kemudian aliran darah dalam tubuh mengaliri daerah penis, hingga penis pun menegang, dan kondisi itu disebut ereksi. Pada pria muda, proses ereksi pada penis bisa dibilang sangat mudah, bahkan spontan. Namun, pada pria yang lebih tua, proses tegangnya penis bisa membutuhkan waktu relatif lama.

Sebagian pria lebih tua bahkan kadang sampai membutuhkan obat-obatan tertentu untuk membantu penisnya agar dapat tegang. Sementara itu, ada pula kasus pada pria yang tidak melibatkan obat-obatan apa pun, tapi penisnya tegang dan ereksi terus menerus. Kondisi semacam itu ternyata berbahaya, karena dapat mengancam keselamatan. Hal semacam itu pula yang terjadi pada seorang pria di India.

Di India, ada seorang pria berusia 55 tahun yang nyaris meninggal dunia karena mengalami suatu kelainan pada penisnya. Tanpa rangsangan atau obat-obatan apa pun, tiba-tiba penis pria itu mengalami ereksi, dan tegang terus menerus sampai 21 hari. Gara-gara hal tersebut, pria itu pun harus menjalani operasi darurat untuk “melemaskan kembali” penisnya yang terus tegang.

Operasi itu dilakukan di rumah sakit di Kalkutta, India, dan berlangsung selama satu jam. Pria yang tidak disebutkan namanya itu memang sengaja mendatangi rumah sakit, karena merasa menderita akibat penisnya tegang terus menerus. Operasi itu pun sukses, dan penis si pria bisa kembali lemas, namun dokter menyatakan bahwa pria itu sekarang dipastikan mengalami impotensi.

Dr. Avishek Mukherjee, yang memimpin operasi tersebut, menyatakan, “Pria ini sudah sangat terlambat untuk mendapatkan pertolongan. Seharusnya ia mendapatkan pengobatan dalam waktu enam jam. Kalau tidak, ia bahkan bisa meninggal dunia. Selain itu, ia juga mengalami kerusakan penis.”

Pria yang penisnya tegang terus menerus sampai 21 hari itu menyatakan bahwa dia tidak meminum obat-obatan apa pun, semisal Viagra. Karenanya, para dokter menyimpulkan kalau kondisi penis tegang yang dialami pria tersebut dipicu oleh gangguan dalam sistem saraf, dan kelainan semacam itu disebut priapism, yaitu kondisi ketika penis terus menerus dalam kondisi ereksi.

“Selama ereksi, aliran darah akan berhenti,” kata Dr Mukherjee menjelaskan. “Karena itu, jika ereksi terjadi lebih dari satu jam, suplai ke penis akan berkurang sehingga akan merusak organ tersebut. Jika aliran ini tetap terhambat untuk jangka waktu yang lama, penis bahkan bisa mengidap penyakit gangren.”

Agak susah juga urusan penis ini, kalau dipikir-pikir. Ada pria yang sulit mengalami ereksi, hingga terpaksa mengonsumsi obat-obatan demi bisa membuat penisnya berdiri. Namun ternyata ada pula pria yang penisnya justru terus menerus ereksi tanpa obat-obatan, dan kondisi itu malah jadi berbahaya.

Baca juga: Perkenalkan, Ini Dokter Sunat Paling Cantik di Dunia

Related

World's Fact 5705014860358769384
item