Urban Justice: Aksi Balas Dendam Steven Seagal

Urban Justice: Aksi Balas Dendam Steven Seagal

Naviri.Org - Urban Justice adalah film lama Steven Seagal yang masih asyik ditonton. Selain kisahnya terus up to date dengan perkembangan zaman, aksi Steven Seagal dalam film ini juga sangat menawan. Seperti biasa, Steven Seagal memamerkan kemampuannya dalam melawan dan menggebrak musuh-musuhnya dengan gerakannya yang cepat sekaligus mematikan.

Kisah dimulai ketika Max Balastier tanpa sengaja melihat aksi penangkapan polisi terhadap para penjual narkoba. Polisi-polisi itu menangkap dan membunuh para penjual narkoba, lalu menjual narkoba hasil tangkapan melalui bandar narkoba yang menjalin hubungan dengan mereka.

Max Balastier adalah seorang polisi yang jujur. Ketika melihat rekan-rekannya di kepolisian berlaku korup terkait narkoba, Max pun kaget, dan ia memotret rekan-rekannya tersebut ketika sedang menjalankan aksi mereka. Tanpa diketahui Max, itu menjadi awal petaka bagi dirinya.

Suatu malam, seseorang menelepon Max untuk menemuinya. Max pun datang ke tempat yang dijanjikan. Di sana ia menghentikan mobil, lalu keluar dengan maksud menemui orang yang janjian dengannya. Pada waktu itulah, sebuah mobil melintas di dekat Max, dan menembak polisi jujur itu hingga terkapar tewas di jalanan.

Max dimakamkan secara terhormat, seperti layaknya anggota kepolisian yang mengabdi pada masyarakat dan negara. Tapi kasus pembunuhannya menemui jalan buntu. Detektif Shaw, pihak yang bertanggung jawab untuk mengusut pembunuhan Max menyatakan bahwa Max Balastier hanyalah korban penembakan acak yang biasa dilakukan gank jalanan, dan mustahil untuk menemukan pelakunya.

Kenyataan itu lalu membawa Simon Balastier (Steven Seagal) untuk muncul dan melakukan pembalasan dendam.

Simon Balastier adalah ayah Max Balastier. Setelah menemui Detektif Shaw di kantor kepolisian dan diberitahu bahwa kasus pembunuhan Max dinyatakan buntu, Simon pun memutuskan untuk mencari dan menangkap sendiri pelaku pembunuhan anaknya. Maka dimulailah aksi balas dendam brutal ala Steven Seagal.

Mula-mula, Simon Balastier menyewa sebuah kamar di lingkungan yang dipenuhi kawanan gank jalanan. Ada dua gank yang berkuasa di daerah itu, yaitu anak buah Chivo dan gank East Side anak buah Armand Tucker. Chivo maupun Armand adalah pemimpin gank yang sama-sama bergerak di bidang bisnis narkoba.

Seseorang memberitahu Simon Balastier, bahwa pembunuh anaknya berasal dari gank Chivo. Simon pun mendatangi Chivo di markasnya, tapi Chivo berhasil meyakinkan Simon bahwa dia maupun gank-nya bukan pembunuh Max. “Aku bersumpah demi makam ibuku,” kata Chivo kepada Simon, saat ia menyatakan bahwa pembunuh Max berasal dari gank East Side.

Simon percaya penuturan Chivo, lalu dia mengalihkan penyelidikan ke gank East Side pimpinan Armand Tucker. Dari situ, siapa pembunuh anaknya mulai terkuak perlahan-lahan.

Armand Tucker adalah maniak yang menjadi pemimpin gank East Side, yang kebanyakan anggotanya beranda-berandal kulit hitam. Armand mengendalikan bisnis narkoba. Dalam hal itu, dia menjalin hubungan dengan pihak kepolisian yang dipimpin Detektif Shaw. Pasukan milik Detektif Shaw yang korup memanfaatkan Armand untuk mendapatkan penghasilan dari narkoba, sementara Armand memanfaatkan polisi-polisi itu untuk keamanan sekaligus memperbesar bisnis.

Di dunia hitam, Armand tentu tahu informasi-informasi mengenai transaksi narkoba, khususnya yang dalam skala besar. Informasi itu ia teruskan kepada Detektif Shaw yang membawa anak buahnya untuk menggerebek transaksi tersebut. Mereka membunuh semua orang yang terlibat transaksi. Setelah itu, mereka merampas barang-barang yang menjadi bukti transaksi—uang dan narkoba. Uangnya diambil Detektif Shaw, sementara narkobanya diambil Armand.

Ketika Simon menyelidiki gank pimpinan Armand Tucker, ia pun perlahan-lahan tahu siapa yang telah membunuh anaknya, yaitu orang yang memang berada bersama gank East Side, sebagaimana yang dinyatakan Chivo. Maka Simon pun menyiapkan pembalasan dendam yang brutal kepada orang-orang itu, khususnya kepada si pembunuh anaknya.

Urban Justice, sebagaimana film-film Steven Seagal lain, memiliki plot yang sederhana, namun asyik ditonton. Keasyikan itu tentu tak bisa dilepaskan dari sosok Steven Seagal yang menjadi tokoh utama. Dengan kemampuan bela diri serta menggunakan senjata, Steven Seagal selalu tahu bagaimana menggebrak dan menghancurkan musuh-musuhnya.

Para penggemar Steven Seagal kemungkinan akan puas menonton film ini, karena Urban Justice memberikan banyak hal menarik. Tentang polisi-polisi korup yang terlibat dunia hitam dan bersekongkol dengan para bajingan, tentang maniak pemimpin gank yang bertingkah menjengkelkan, juga aksi Steven Seagal yang selalu menarik ditonton.

Aksi Steven Seagal dalam film ini bahkan bisa dibilang brutal, dengan suara-suara pukulan serta tendangan yang begitu mantap, muncratan dan semburan darah yang realistis, serta tembak-tembakan yang penuh aksi dan menegangkan. Selamat menonton.

Baca juga: Walet Merah: Film Silat Terpanas Indonesia

Related

Entertaintment 3398828413393988303
item