Kisah Axl Rose Mengamuk di Tengah Konser

Kisah Axl Rose Mengamuk di Tengah Konser

Naviri.Org - Pada era 1990-an, Guns N Roses adalah salah satu grup musik terkenal dunia yang digandrungi jutaan anak muda di berbagai negara. Grup musik itu memiliki vokalis fenomenal yang biasa disebut Axl Rose, juga seorang gitaris yang sama fenomenal, bernama Slash. Seperti umumnya grup musik, Guns N Roses pun mengadakan konser di berbagai tempat.

Pada 2 Juli 1991, malam hari, Guns N Roses mengadakan konser di gedung Riverport Amphitheatre, St. Louis, Missouri. Konser itu dihadiri sekitar 16.000 orang yang berdesak-desakan di depan panggung konser.

Semula, konser musik itu berjalan lancar. Bahkan sampai 1,5 jam pertunjukan, semuanya berjalan tanpa masalah. Lalu terjadilah peristiwa yang kelak dikenang sebagai sejarah hitam di dunia musik, khususnya terkait grup Guns N Roses.

Pada waktu itu, Guns N Roses sedang memainkan lagu “Rocket Queen”. Axl Rose, yang bernyanyi di atas panggung, melihat seseorang sedang merekam aksi mereka dengan kamera. Axl Rose tidak senang hal itu—dia memang tidak mengizinkan siapa pun merekam aksi konser Guns N Roses. Jadi, waktu itu, Axl Rose pun berteriak pada penjaga keamanan di depan panggung. Sambil menunjuk pada penonton yang membawa kamera, dia berkata, “Singkirkan kamera itu... Ambil kameranya!”

Sejenak, Axl Rose diam, menunggu para penjaga bertindak. Tetapi, para penjaga tampak tak bergerak, dan penonton tadi masih merekam dengan kameranya. Karena merasa tidak dipedulikan, Axl Rose berang. Dia berkata, “Baik, kalau begitu, biar aku yang ambil!”

Seiring dengan itu, Axl meloncat dari atas panggung, ke arah penonton. Dia menyibak kerumunan penonton, dan langsung menuju pria yang dari tadi merekam aksi Guns N Roses dengan kamera. Dengan penuh amarah, Axl memukul pria tersebut. Setelah itu, Axl kembali ke atas panggung. Tapi dia masih maarah akibat insiden tersebut.

Di atas panggung, sambil jengkel, Axl berkata, “Karena penjagaan di sini benar-benar brengsek, aku pulang!” Setelah itu, dia membanting mikrofon, dan pergi dari panggung. Para personil lain pun mengikutinya.

Karena peristiwa itu, lampu panggung dipadamkan. Panitia mencoba menahan amarah Axl. Sampai sekitar 20 menit, lampu panggung tetap mati. Penonton pun mulai marah. Pukul 23.30, kru band tampak mulai membereskan peralatan di atas panggung. Penonton yang tahu Guns N Roses tidak akan kembali, jadi marah dan mulai melempar barang-barang ke atas panggung. Kericuhan dimulai.

Penonton yang marah itu mulai merusak pembatas panggung. Kursi-kursi dicabut dan dilempar ke sembarang arah. Akibat peristiwa itu, panitia memanggil lebih dari 500 polisi, yang kemudian melawan amarah penonton. Amukan para penonton makin menggila. Mereka berkelahi dengan polisi. Ada penonton yang naik ke atas panggung, dan melemparkan benda-benda yang ada di sana ke arah para polisi.

Sebegitu parah kericuhan yang terjadi, sampai polisi merasa perlu membawa pasukan penyembur api, agar ribuan penonton itu pergi dari sana. Tindakan itu dibalas oleh para penonton dengan membakar pohon, semak-semak, menghancurkan ruangan tiket, memecah kaca, membawa kabinet speaker, drum, dan apa saja yang bisa diangkut sebagai buah tangan.

Akibat peristiwa kelam itu, sekitar 60 orang cedera dan harus masuk rumah sakit. Semenara 15 orang lain ditahan karena dianggap sebagai biang kerusuhan. Kerugian diperkirakan mencapai jutaan dolar.

Sekitar seminggu kemudian, Just Rock, majalah musik di St. Louis, mewawancarai Axl Rose soal kerusuhan itu. Axl Rose pun menjelaskan, bahwa akar kemarahannya adalah karena ada orang yang merekam konser dan mengambil gambar mereka, padahal itu sudah dilarang. Dalam aturan konser Guns N Roses, penonton dilarang merekam atau mengambil gambar.

“Saat orang bilang, ‘Axl tidak mau difoto’, mereka tidak memikirkan gambar besarnya. Kami adalah band yang paling banyak dibajak sepanjang sejarah,” ujar Axl menjelaskan. “Setidaknya ada 47 album bajakan di luar sana. Bahkan lagu-lagu baru yang sedang direkam. Saat aku memainkan ‘November Rain’, orang-orang senang karena mereka sudah tahu lagunya. Lagu yang belum dirilis itu bahkan sudah terjual jutaan keping dalam versi bajakan. Saat banyak orang tidak mau bekerja sama untuk menghindari pembajakan, itulah yang membuatku marah.”

Merekam konser mungkin memang menyenangkan bagi para penonton, karena setidaknya bia memiliki dokumentasi. Namun, tidak semua musisi senang, karena perekaman semacam itu bisa berpotensi menjadi pembajakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Kini, setelah ponsel telah menjadi bagian gaya hidup, orang-orang pun senang menggunakan ponsel untuk memotret atau merekam konser yang ditontonnya. Namun, ada kalanya, kebiasaan menggunakan ponsel untuk merekam konser semacam itu tidak diperkenankan oleh musisi bersangkutan, sehingga dilarang digunakan.

Baca juga: 100 Lagu Barat Terbaru dan Terpopuler

Related

Entertaintment 8189286427448118297
item