7 Peraturan Pembuatan Film Porno di Berbagai Negara

7 Peraturan Pembuatan Film Porno di Berbagai Negara

Naviri.Org - Sebagian negara ada yang melegalkan film porno, ada pula yang tidak. Jepang dan Amerika, misalnya, adalah dua negara yang melegalkan industri pornografi. Meski begitu, bukan berarti pembuat film porno bisa bebas tanpa aturan. Meski negara-negara tersebut melegalkan pembuatan film porno, namun mereka juga memiliki aturan sekaligus batasan yang harus ditaati.

Berikut ini adalah tujuh peraturan terkait pembuatan film porno di berbagai negara, yang perlu kita tahu.

Amerika Serikat

Dalam industri film porno, Amerika Serikat bisa dibilang longgar, bahkan menjadi salah satu negara penghasil film porno terbesar di dunia. Tapi mereka juga memiliki aturan dan batasan yang harus ditaati para pembuat film porno.

Di Amerika Serikat, ada undang-undang khusus terkait pembuatan film porno. Empat aturan yang harus selalu diperhatikan oleh pembuat film porno adalah; dilarang bersifat kebinatangan, dilarang memperlihatkan simulasi perkosaan, dilarang melibatkan kotoran manusia, dan dilarang melibatkan anak-anak.

Swedia

Berbeda dengan Amerika yang memiliki batasan-batasan ketat, Swedia bisa dibilang lebih longgar. Di Swedia, nyaris tidak ada aturan atau batasan apa pun, sehingga berbagai jenis film porno boleh dibuat dan boleh beredar. Dalam hal ini, pasar (penonton film) yang kemudian menentukan film macam apa yang disukai dan yang tidak disukai.

Australia

Australia mengizinkan peredaran film porno, tapi memiliki aturan yang bisa dibilang unik. Karena bertujuan memerangi pedofilia (kecenderungan terhadap anak-anak), Australia melarang pembuatan film porno yang melibatkan anak-anak.

Bukan itu saja, undang-undang Australia juga melarang peredaran film porno yang dibintangi artis dengan ukuran dada Cup A. Dada berukuran relatif kecil dikhawatirkan memicu tingkat kejahatan pedofilia. Dengan kata lain, Australia hanya mengizinkan film porno yang dibintangi artis berpayudara besar.

Jepang

Jepang adalah negara yang melegalkan industri film porno, dan menjadi salah satu negara penghasil film porno terbesar di dunia, yang biasa dikenal dengan nama JAV (Japan Adult Video). Meski melegalkan film porno, Jepang juga memberlakukan aturan, yaitu bagian kemaluan pemain film harus disensor (diburamkan).

Peraturan itu hanya berlaku untuk film-film yang dibuat dan diedarkan di Jepang. Sedangkan untuk film yang diedarkan di luar Jepang, biasanya aturan itu tidak dilakukan, sehingga bagian kemaluan pemainnya terlihat tanpa disensor.

Prancis

Pemerintah Prancis tidak mempermasalahkan kegiatan industri film porno. Tetapi, sebagai kompensasi, para produser film porno di Prancis harus membayar pajak yang relatif tinggi, mencapai 33,3 persen pada pemerintah.

Brasil

Pemerintah Brasil juga melegalkan industri film porno di negaranya. Meski begitu, dengan tujuan untuk menghindari penyakit kelamin—khususnya HIV/AIDS—pemerintah Brasil memberlakukan aturan ketat, yaitu semua pemain film porno, tentunya yang pria, harus mengenakan kondom.

Cina

Mungkin cukup mengejutkan, bahwa Cina sangat ketat dalam memberlakukan aturan terkait film porno, khususnya dalam satu dekade terakhir. Jangankan melegalkan pembuatan film porno, bahkan menonton film porno saja bisa dikenai ancaman hukuman kurungan, minimal tiga tahun. Pemerintah Cina bahkan menangkapi orang-orang yang diketahui mengunggah film porno di internet.

Baca juga: 8 Orang Paling Berpengaruh di Industri Film Porno Dunia

Related

Insight 7349131579181858828

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item