Di Desa Ini, Semua Penduduknya Harus Telanjang Bulat

Di Desa Ini, Semua Penduduknya Harus Telanjang Bulat

Naviri.Org - Adat, tradisi, atau kebiasaan, memang bisa berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Suatu kebiasaan yang bagi kita mungkin aneh, bisa jadi justru lazim bagi penduduk di tempat lain. Seperti yang terjadi pada sebuah desa atau perkampungan di Inggris, bernama Spielplatz.

Spielplatz adalah sebuah desa yang berada di kawasan pinggiran Inggris, dan bisa dibilang tidak terkenal, khususnya di luar Inggris. Namun, yang perlu kita tahu, Desa Spielplatz memiliki kebiasaan atau tradisi yang unik, yaitu mengharuskan semua penduduk yang tinggal di sana untuk bertelanjang bulat dalam aktivitas sehari-hari.

Jadi, penduduk Desa Spielplatz harus melepaskan pakaiannya, jika akan keluar rumah, semisal untuk berbelanja, mengunjungi tetangga, atau untuk keperluan-keperluan lain. Karenanya pula, semua orang di desa tersebut bertelanjang saat berinteraksi atau menjalani aktivitas sehari-hari. Baru saat di rumah, mereka bebas mau tetap telanjang atau akan berpakaian.

Tradisi atau kebiasaan itu tentu saja terbalik dengan tradisi atau kebiasaan kita yang ada di Indonesia, misalnya. Saat di rumah, apalagi hanya sendirian, kita tentu bebas mau berpakaian atau telanjang, toh tidak ada orang lain. Tapi kalau keluar rumah, kita tentu berusaha tampil sopan dengan mengenakan pakaian yang layak, atau setidaknya menutupi tubuh agar tidak telanjang. Ternyata, tidak semua orang menjalani kebiasaan seperti kita.

Kenapa penduduk Spielplatz menjalani kehidupan sehari-hari dengan telanjang? Hal itu tidak bisa dilepaskan dari sejarah desa itu. Di masa lalu, Desa Spielplatz adalah tempat tinggal para naturist (orang-orang yang hidup bersama alam secara dekat). Desa Spielplatz bahkan menjadi koloni para naturist tertua di Inggris. Karenanya, sejak dulu, orang-orang yang tinggal di desa itu pun terbiasa telanjang.

Kebiasaan itu lalu diturunkan turun temurun, dan sampai sekarang para penduduk yang tinggal di Desa Spielplatz mengikuti kebiasaan para leluhurnya, yaitu bertelanjang dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bentuk penghormatan mereka pada para leluhur desa. Karenanya, semua orang di sana—pria, wanita, orang tua, atau pun anak-anak—menjalani hidup dengan tanpa busana.

Bahkan, kalau ada penduduk yang nekat melanggar kebiasaan itu dengan mengenakan pakaian saat keluar dari rumah, penduduk bersangkutan akan didenda sekitar Rp 300 ribu. Bagi penduduk di sana, berpakaian saat keluar rumah justru dianggap salah!

Lalu bagaimana dengan pendatang? Desa Spielplatz terbuka dan menerima siapa pun yang ingin berkunjung. Tapi siapa pun yang datang ke sana harus menghormati adat setempat, yaitu bertelanjang dan tidak mengenakan pakaian.

Desa Spielplatz memiliki pemandangan yang asri sekaligus alami. Ada banyak tumbuhan hijau di sana yang tumbuh dengan subur sekaligus terawat. Dan meski penduduknya menjalani aktivitas setiap hari dengan telanjang tanpa busana, namun kasus-kasus amoral semacam perkosaan tidak pernah terjadi di sana. Sebaliknya, para penduduk yang tinggal di Desa Spielplatz memiliki keakraban yang kuat, dan masing-masing saling menghormati.

Baca juga: Di Jepang, Ada Layanan Tidur Bersama Tanpa Bercinta

Related

World's Fact 6014475374916281869
item