Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah

Naviri.Org - Cinta tak pernah salah, kata sebagian orang. Mungkin memang benar, karena cinta adalah hak asasi setiap orang. Siapa pun punya hak untuk jatuh cinta kepada siapa pun, dan—tentu saja—itu tidak salah, kan?

Umpamakan saja saya jatuh cinta pada Nabilah JKT48. Itu hak saya. Terlepas Nabilah menerima cinta saya atau tidak, itu hak dia. Mungkin saya mencoba pedekate ke Nabilah, dan responsnya positif, lalu kami jadian. Atau, bisa jadi, respons Nabilah negatif, dan berakhir penolakan. No problem. Saya punya hak untuk jatuh cinta, dan Nabilah punya hak untuk menerima atau menolak.

Sampai di situ, sekali lagi, cinta tidak salah. Termasuk cinta saya kepada Nabilah.

Tetapi, kadang-kadang, si pemilik cinta itu yang bermasalah. Seperti perumpamaan tadi, saya jatuh cinta pada Nabilah. Saya mencoba pedekate, dan respons dia negatif. Mestinya, saya tahu diri, kan?

Tapi bisa jadi, saya orang yang tidak tahu diri. Meski sikap Nabilah negatif, responsnya negatif, bahkan dia sudah terang-terangan tidak menyukai saya, tetap saja saya tidak tahu malu, dan terus menerus mengusiknya. Akibatnya, tentu saja, Nabilah akan merasa terganggu. Sampai di tahap itu, apakah cinta tetap tak bersalah?

Mungkin cinta tetap tak bersalah. Pemiliknyalah yang bermasalah.

Jatuh cinta adalah satu hal. Orang yang kita cintai adalah hal lain. Dan cara kita memperlakukan cinta yang kita rasakan, serta orang yang kita cintai, adalah hal lain lagi.

Cinta tak pernah salah, kata sebagian orang. Mungkin memang benar, karena jatuh cinta kepada siapa pun adalah hak asasi setiap orang. Tapi cara kita memperlakukan cinta yang kita rasakan itulah yang kadang bermasalah.

Jadi, silakan jatuh cinta kepada siapa pun yang memang membuatmu jatuh cinta. Karena cinta memang tak pernah salah. Tapi perhatikan sikapmu. Jatuh cinta adalah satu hal, dan caramu memperlakukannya adalah hal lain.

Baca juga: Temukan Jodoh untuk Pria Ini, dan Dapatkan Hadiah Rp130 Juta

Related

Romance 2960950325561744357
item