Bitcoin, Mata Uang Maya yang Makin Populer

Bitcoin, Mata Uang Maya yang Makin Populer

Naviri.Org - Bitcoin tampaknya makin menunjukkan pamornya sebagai mata uang di dunia maya. Nilainya terus menanjak naik, apalagi akhir-akhir ini, saat Semenanjung Korea dan Selatan Cina mengalami tensi yang memanas. Latar belakang itu menjadikan para investor di pasar keuangan mencari alternatif produk investasi yang aman. Jika dulu pilihannya mungkin emas atau obligasi pemerintah AS, kini Bitcoin menjadi pilihan utama.

Bitcoin, sebagaimana kita tahu, mata uang digital pertama di dunia. Sejak ditemukan, mata uang ini terus populer, bahkan nilainya makin hari sepertinya makin meningkat. Saat ini, per Agustus 2017, nilai satu Bitcoin bahkan setara dengan 4.224 dolar atau sekitar Rp56 juta. Angka itu sudah melonjak berkali-kali lipat. Forbes mencatat, sejak sembilan bulan terakhir saja, kenaikannya mencapai 780 persen.

Mengapa Bitcoin terus mengalami peningkatan nilai? Menurut pengamat praktisi mata uang digital, naik daunnya Bitcoin disebabkan penggunaannya yang relatif mudah. Terutama ketika sejumlah negara yang sebelumnya menolak mentah-mentah Bitcoin, malah menerbitkan regulasi yang mendukung mudahnya penggunaan mata uang digital ini.

Adanya regulasi pemerintah sehingga membuat pengguna merasa aman, menjadi salah satu alasan mengapa pengguna Bitcoin meningkat, sehingga nilai mata uang itu ikut meningkat.

Salah satu contohnya adalah Jepang. Semula, pemerintah Jepang menolak menganggap Bitcoin sebagai mata uang. Namun, pada Februari 2017, pemerintah Jepang mulai mengakui keberadaan Bitcoin dan teknologi Blockchain.

Bitcoin adalah uang elektronik yang ditransfer lewat internet. Ia didistribusikan tanpa perlu perantara apa-apa termasuk bank, langsung dari satu orang ke orang lain, sehingga biaya transaksi jauh lebih murah. Itu artinya ia bisa ditransfer ke seluruh dunia, bahkan dengan waktu yang relatif lebih singkat daripada transfer lewat bank. Akun Bitcoin seseorang juga tak bisa dibekukan.

Kemudahan-kemudahan itu yang kemudian juga mendukung naiknya pamor Bitcoin di dunia investasi. Dalam hal ini, mata uang virtual menganut paham pasar bebas. Supply and demand. Supply sedikit dan demand-nya besar, maka harganya naik.

Dengan harga yang terus melonjak, bagaimana masa depan Bitcoin? Akankah menjadi investasi yang berumur panjang?

Meski tak termasuk aset aman (safe haven), investor tampaknya mulai serius melirik Bitcoin sebagai ceruk investasi. Berdasarkan riset Cambridge University tahun ini, ada peningkatan pengguna dompet kripto, dari 2,9 juta menjadi 5,8 juta pengguna. Kebanyakan menggunakan Bitcoin.

Para pengamat memprediksi, dalam rentang waktu 6 hingga 12 bulan mendatang nilai tukar Bitcoin akan terus meningkat. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan juga akan menurun setelahnya. Hal itu, bisa jadi, karena para pengguna sudah merasa dapat profit yang besar, sehingga ramai-ramai menjual Bitcoin mereka menjadi mata uang konvensional, atau mengalihkannya ke mata uang virtual lainnya.

Perdagangan aset digital seperti mata uang virtual adalah aktivitas berisiko tinggi. Harganya sangat fluktuatif. Artinya dapat berubah sewaktu-waktu. Meski setahun ini Bitcoin menunjukkan progres cerah bagi para investornya, tapi tak ada jaminan pasti dari permainan di pasar bebas. Belum lagi risiko peretasan di situs perusahaan exchanger, seperti yang pernah terjadi pada Bithumb, di Korea Selatan.

Karena menganut sistem pasar bebas, maka posisi Bitcoin sebagai aset digital akan sangat bergantung pada kepercayaan pasar. Potensi naik dan potensi hilang pamor tentu saja ada. Tetapi, mengingat regulasi oleh pemerintah sudah banyak dan penggunanya meningkat, serta adanya institusi keuangan dunia lewat konsorsium R3 yang makin baik kinerjanya, satu hingga dua semester ke depan Bitcoin kemungkinan masih akan memiliki pamor.

Baca juga: Hacker, Komputer, dan Hitam Putih Dunia Mereka 

Related

Internet 1248968419270504074

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item