Menyambut Layanan Perbankan Modern di Era Digital

Menyambut Layanan Perbankan Modern di Era Digital

Naviri.Org - Kehidupan masyarakat sekarang bisa dibilang sulit lepas dari urusan bank, karena kenyataannya banyak hal yang harus berurusan dengan layanan bank. Dalam contoh mudah, setiap pekerja atau karyawan umumnya harus memiliki rekening di bank untuk menerima gaji bulanan. Para profesional harus memiliki rekening di bank untuk menerima pembayaran. Dan lain-lain semacamnya.

Kemudian, kalau kita punya kredit pemilikan rumah (KPR), mau tak mau kita harus berurusan dengan bank, karena urusan itu memang ditangani bank. Begitu pula dengan kredit-kredit lain. Membayar aneka pajak pun bisa dilakukan di kantor bank, misal membayar pajak rumah yang dilakukan setahun sekali. Di luar urusan yang telah disebut, masih banyak hal-hal lain yang membuat kita harus berurusan dengan bank.

Yang menjadi masalah, berurusan dengan bank sering kali merepotkan. Untuk membuka rekening, misalnya, kita harus datang ke kantor bank untuk menemui petugas di sana. Untuk tujuan itu, kita harus menempuh perjalanan yang bisa jadi cukup jauh, belum lagi jika harus menghadapi macet. Setelah di bank, kita harus mengisi aneka formulir, menyerahkan fotokopi kartu identitas, dan mendengarkan aneka penjelasan dari petugas bank. Proses itu membutuhkan waktu lama, belum lagi kalau harus antre dengan banyak nasabah lain.

Kemudian, hal lain yang juga perlu diperhatikan, proses semacam itu juga menghabiskan banyak kertas (formulir). Menurut Fact Sheet Commonwealth Bank, setiap bulan ada 740 ribu rekening baru yang dibuka setiap bulan, dan hal itu setidaknya harus menghabiskan 1.480.000 lembar formulir. Artinya, ada 2.960 pohon yang harus ditebang per bulan hanya untuk kebutuhan formulir.

Kenyataan itu tentu memprihatinkan, apalagi di zaman serba digital seperti sekarang. Seiring kemajuan zaman, mestinya sistem perbankan dan layanan bank juga bisa diubah menjadi lebih praktis, sekaligus lebih hemat. Praktis waktu, juga hemat kertas, karena ini zaman digital.

Menghadapi kenyataan itu, pada 2 Agustus 2017, Commonwealth Indonesia mengumumkan terobosan baru mereka, yaitu sebuah mesin pembuat rekening yang disebut Tyme Digital. Mesin yang ukurannya lebih kecil dari mesin ATM ini bisa memangkas waktu pembuatan rekening sampai pembuatan ATM dan pengaktifan layanan mobile banking serta internet banking cuma sampai 10 menit saja. Sebagai perbandingan, proses perbankan tersebut sebelumnya baru selesai sejam-dua jam atau bahkan seminggu, untuk kasus aktivasi kartu ATM.

Terobosan itu tentu mendapat sambutan baik. Museum Rekor Indonesia (MURI) bahkan menganugerahi Tyme Digital sebagai mesin pembuat rekening paperlessly dan digital pertama sekaligus tercepat di dunia.

Tak hanya di Indonesia. Terobosan lain juga dilakukan di Inggris. Atom Bank, sebuah bank berbasis aplikasi, diluncurkan April 2015 lalu. Lewat aplikasi ini, semua kegiatan perbankan Anda dilakukan cuma dengan satu klik. Mulai dari membuat rekening, transfer uang, mengajukan pinjaman, dan lain sebagainya.

Atom Bank tergolong berani. Bank-bank konvensional memang banyak melakukan terobosan untuk terus mempermudah gaya perbankan nasabahnya. Tapi, tak ada yang berani membuat sebuah sistem tanpa tatap muka demikian. Alasan utamanya, karena aset terbesar sebuah bank adalah kepercayaan nasabah. Setidaknya hal itu yang ditunjukkan riset Deloitte.

Kepercayaan tersebut tentu berhubungan dengan aspek keamanan. Para nasabah biasanya mempercayakan uang mereka pada bank yang punya program perbankan yang aman. Atom Bank menggunakan fitur autentikasi biometrik seperti pengenal suara dan wajah sebagai salah satu lapisan pengamanan mereka. Hal ini yang kemudian juga dilakukan oleh bank besar lain seperti HSBC, Nationwide, dan First Direct. Selain masalah keamanan, perkara kenyamanan juga jadi hal penting untuk sebuah layanan digital.

Berdasarkan KPMG, selain menginginkan kepraktisan yang ditawarkan internet dan teknologi, lebih dari separuh nasabah dunia juga ingin menggabungkan interaksi sosial dan sentuhan manusia dalam proses perbankan mereka. Sederhananya, mereka ingin ada perubahan dalam gaya perbankan. Misalnya, panduan atau konsultasi perbankan yang biasanya baru bisa dilakukan di bank, mulai digantikan dengan layanan FaceTime atau WhatsApp.

Beruntung, karena teknologi WebRTC alias Web Real-Time Communication memang sudah berkembang. Para analis memprediksi, lebih dari 6 miliar gawai akan beradaptasi dengan WebRTC pada 2019. Tentu dengan berbagai jenis aplikasi yang sudah lebih mempermudah gaya perbankan untuk para generasi digital saat ini.


Related

Money 3009538270545788281

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item