Rinko 18, Film yang Mengungkap Industri Porno Jepang

Rinko 18, Film yang Mengungkap Industri Porno Jepang

Naviri.Org - Jepang adalah salah satu negara penghasil film porno terbesar di dunia, yang biasa disebut JAV (Japan Adult Video). Popularitas film porno Jepang tidak kalah dengan popularitas film porno buatan barat (Amerika dan Eropa). Sebagian negara bahkan menjadi “pelanggan setia” film-film dewasa asal Jepang, dan tidak menutup kemungkinan banyak pula orang Indonesia yang menggemari film JAV.

Dalam film JAV, kita menyaksikan adegan-adegan yang tampak indah sekaligus merangsang. Wanita-wanita cantik dengan tubuh seksi telanjang tanpa busana, lalu bercinta dengan pria-pria yang seolah tak pernah kehabisan energi. Dalam film JAV, sepasang pria dan wanita bisa berhubungan seks sampai puluhan menit, atau bahkan berjam-jam, jauh beda dengan yang mungkin dialami kebanyakan orang di dunia nyata.

Ternyata, semua yang kita saksikan dalam film-film JAV hanyalah tipuan. Namanya film, isi dalam film tentu saja tidak sesuai aslinya (di dunia nyata/di luar film). Termasuk kecantikan si pemeran wanita dan stamina pemeran pria. Dalam film, semuanya dipoles, diperindah, bahkan dimanipulasi. Kenyataan itu diungkap dalam sebuah film produksi Jepang, berjudul “Rinko 18”.

Rinko 18 adalah film Jepang yang mengupas industri film porno Jepang. Rinko 18 diadaptasi dari komik berjudul sama, mengisahkan seorang anak konglomerat bernama Rinko. Dia bercita-cita menjadi dokter, namun jalan hidupnya berubah ketika keluarganya mengalami kebangkrutan dan jatuh miskin. Akibat kemiskinan pula, Rinko lalu membuang cita-citanya menjadi dokter, dan melamar sebagai pekerja di industri film dewasa Jepang.

Lika-liku kehidupan Rinko dalam film tersebut diceritakan penuh dinamika. Seiring dengan itu, Rinko 18 juga memperlihatkan berbagai hal terkait industri film dewasa Jepang, yang menjadi latar cerita film ini. Dalam film Rinko 18 itulah, berbagai hal terkait industri film porno Jepang diungkap satu per satu, menunjukkan kepada kita bahwa keindahan film porno penuh tipuan, salah satunya tipuan kamera.

Dalam industri film JAV di Jepang, wanita yang aslinya tidak menarik bisa diubah menjadi cantik dengan sapuan kosmetik. Wanita yang aslinya bertubuh biasa bisa disulap tampak seksi dengan tata busana yang tepat. Pria yang aslinya tidak terlalu memiliki stamina, bisa tampak berhubungan seks berjam-jam, karena menggunakan obat kuat sampai trik kamera. Semuanya tipuan, yang dimaksudkan untuk membuat penonton senang.

Dalam pembuatan film JAV, segalanya tidak semudah dan seindah yang kita tonton. Ada banyak adegan yang diulang, action-cut, aneka macam kegagalan, dan lain-lain, yang semuanya tidak kita lihat. Tentu saja dalam produksi film JAV ada aktivitas hubungan seks sesungguhnya, tapi yang jelas tak seindah dan tak semudah yang mungkin kita pikirkan.

Baca juga: 7 Fakta Mencengangkan di Balik Industri Film Porno Jepang

Related

Film 8152610404015530018
item