Mengenal OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

 Mengenal OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Naviri.Org - Sebagian kita mungkin sering mendengar atau menemukan istilah OCD, yang merupakan singkatan Obsessive Compulsive Disorder. OCD biasanya lekat dengan hal-hal yang bersifat psikologis, dan OCD dianggap sebagai salah satu “kelainan”. Sebenarnya, apa sih OCD?

Tidak semua orang benar-benar memahami apa saja yang termasuk OCD. Mayoritas beranggapan pengidap OCD adalah mereka yang gila kebersihan dan keteraturan, serta seringkali mengulang-ulang kegiatan untuk memastikan segala sesuatu sebagaimana mestinya. Asumsi ini tidak salah, tetapi cakupan OCD jauh lebih luas dari itu.

Dalam situs Psychology Matters Asia, OCD didefinisikan sebagai kondisi psikis di mana individu mengalami obsesi yang mengusik dan repetitif, serta kompulsi yang didorong oleh kecemasan sehingga menyita waktunya, atau menciptakan gangguan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian ini diambil dari Diagnostic and Statistical Manual edisi keempat (DSM 4). Sejak tahun 2013, OCD masuk dalam kategori terpisah dari anxiety disorder atau kecemasan, sebagaimana tercantum dalam DSM 5.  

Tak hanya kontaminasi bakteri atau kuman saja yang menjadi obsesi orang-orang dengan OCD. Situs Medscape menyebutkan bentuk-bentuk obsesi lainnya seperti keselamatan, keraguan terhadap memori atau persepsi seseorang, ketakutan akan melakukan pelanggaran—utamanya terkait norma agama—juga kebutuhan mengatur sesuatu secara simetris atau sesuai tempat asalnya, serta pikiran seksual/agresif yang mengganggu dan tak diharapkan.

Sedangkan bentuk kompulsi yang jamak ditemukan adalah membersihkan diri, mengecek, menghitung, mengatur objek, menyentuh atau mengetuk-ngetuk sesuatu, mengumpulkan benda tertentu, mencari peneguhan, dan membuat daftar. Semua hal ini biasanya dilakukan secara berulang-ulang, dalam rangka mengentaskan kecemasan yang ditimbulkan dari obsesi.

Baca juga: Mengenal Gangguan Kecemasan dan Depresi 

Related

Psychology 518185194900558796
item