Sasha Grey, Bintang Porno Paling Cerdas di Dunia

Sasha Grey, Artis Film Porno Paling Cerdas di Dunia

Naviri.Org - Ada banyak wanita yang dikenal di dunia karena menjadi pemain film porno, dari Asia, Amerika, maupun Eropa. Namun, bisa dibilang tidak ada yang seperti Sasha Grey. Bahkan Vanessa Grigoriadis dari The Rolling Stone menjuluki Sasha Grey sebagai orang paling pintar di industri film dewasa.

Sasha Grey adalah bintang porno kelahiran Sacramento, California, 14 Maret 1988. Ia memulai karier di industri film porno AS saat usianya menginjak usia 18 tahun, dan langsung “sepanggung” dengan aktor porno legendaris asal Italia, Rocco Siffredi. Selama berkarier kurang lebih 5 tahun, ia telah membintangi setidaknya 300 film biru, dan telah menerima sejumlah penghargaan, salah satu yang paling sering dari AVN (Adult Video News) Award.

Motivasi utama, dan terbukti kemudian menjadi asal muasal kepopulerannya, adalah karena, “Kebanyakan film biru yang kutonton itu membosankan, dan tak membuat birahiku terpancing secara fisik maupun visual. Aku terdorong dan siap untuk menjadi komoditas yang mampu memuaskan fantasi semua orang,” katanya sebagaimana dikutip The Rolling Stone.

Janji itu ia tunaikan. Ia segera dikenal sebagai aktris porno yang paling berani untuk mencoba hal-hal baru, dan sebagian berbahaya, demi menciptakan kebaruan dalam karya-karyanya. Ia menjadi pelopor untuk beberapa adegan yang sebelumnya tak dilakukan aktris lain. Dalam sejumlah teknik, ia juga menjadi amat mahir. Saking mahirnya, orang tak bisa untuk tak teringat namanya saat membahas satu teknik hubungan seksual.

Sasha Grey sadar, bahwa untuk bertahan di industri film esek-esek, seorang aktris mesti memiliki nilai jual tersendiri. Kompetisinya tak kalah ketat ketimbang industri film Hollywood, misalnya. Untuk itu, selain penampilan fisik yang menunjang, ia juga membekali diri dengan keahlian lain.

Karena tujuan utamanya adalah dunia film mainstream, ia pun melatih kemampuan aktingnya selama hampir 10 tahun di Sacramento (bahkan kabarnya ia memulai latihan sebelum terjun ke industri film dewasa). Setelah merasa memiliki persiapan cukup, tahun 2011 ia pensiun dari industri film porno yang telah membesarkan namanya.

Tawaran untuk main film kemudian datang. Ia bermain dalam film I Melt With You (2011), Would You Rather (2012), The Girl from The Naked (2012), dan Open Windows (2014), yang memberinya berkesempatan beradu akting dengan aktor kenamaan Elijah Wood. Usai mendapatkan nama di dunia layar lebar, Sasha Grey mendapatkan banyak tawaran untuk membintangi sejumlah film pendek, video klip musik, mengisi suara untuk video game, hingga bermain di sebuah serial televisi.

Bakat Sasha Grey tak hanya berhenti di dunia layar lebar. Selain tetap menggeluti dunia model, ia menjajal industri musik dengan fokus di genre musik noise. Lebih istimewa lagi, ia melakukan sesuatu yang jarang dilakukan oleh mantan aktris porno lain, yaitu menulis buku. Buku pertamanya berjudul NeĆ¼ Sex, diluncurkan pada 29 Maret 2011. Sedangkan yang kedua berjudul The Juliette Society, sebuah novel erotis, dirilis pada 9 Mei 2013.

Tak heran jika Vanessa Grigoriadis dari The Rolling Stone menjuluki Sasha Grey sebagai “orang paling pintar yang kutemui di industri (film dewasa)”. Grigoriadis melihat Sasha Grey sebagai pengecualian dibanding aktris film dewasa lain yang hanya “bermodal telanjang dan loncat ke lokasi”. Sasha Grey menganggap film porno juga seni, sehingga perlu riset dan penampilan yang bisa membuat hasil akhirnya memuaskan.

Sasha Grey memiliki kualitas yang menjadikan masa depannya cerah. Bukan berakhir sebagai aktris film dewasa kelas teri dan menjalani masa pensiun sebagai pekerja seks komersial, atau “sekadar” menjadi ibu rumah tangga biasa. Itulah yang membuat Sasha Grey di usia muda berani memutuskan untuk hijrah ke industri film arus utama. Industri yang ia yakini bisa dipakai untuk bertahan hidup tanpa harus mempertontonkan bagian alat vitalnya, atau membuat orgasme palsu.

Bahkan, dalam satu taraf tertentu, Grigoriadis melihat Sasha Grey mampu memberikan pengaruh dalam dunia feminisme. Ia dinilai paham akan pilihan hidupnya sebagai perempuan, dan sadar bahwa tubuh adalah otoritasnya sendiri.

Mengutip perkataan Sasha Grey, sebagaimana diceritakan ulang oleh Grigoriadis, “Jika kau melihatku dan berpikir, 'Inilah perempuan yang pintar dan sadar dalam setiap keputusan yang ia ambil, tapi kau masih menganggap apa yang kulakukan salah atau menyimpang dari moralitas, persetan denganmu!’ Di titik ini, aku tak perlu lagi melanjutkan debat.”

Baca juga: Maria Ozawa, dari Film Porno ke Film Mainstream

Related

Celebrity 4229647815798354293

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item