Kisah Asia Carrera, Legenda Film Porno Dunia

Kisah Asia Carrera, Legenda Film Porno Dunia

Naviri.Org - Asia Carrera adalah satu nama penting yang harus disebut setiap kali membicarakan film porno dunia. Bagaimana tidak, sosoknya pernah menghiasi industri tersebut, bahkan dianggap sebagai salah satu artis porno berpengaruh di dunia. Kenyataan itu, mungkin, dilatari karena pesona fisiknya yang menawan, sekaligus kecerdasannya yang mengagumkan.

Banyak orang menyebut Asia Carrera sebagai artis film porno yang ber-IQ tinggi, dan mereka bertanya-tanya mengapa seorang wanita dengan kecerdasan hebat semacam itu memilih menjadi aktris film porno.

Tentang hal itu, Asia Carrera menyatakan, “Saya menyadari, bahwa saya pintar bukan karena pendidikan, namun hanya karena terlahir dengan otak lebih encer. Jadi, dapat dikatakan dengan singkat bahwa saya hanya seorang anak yang beruntung karena terlahir dengan genetik yang baik, dan memiliki orang tua yang berlatar belakang pendidik.”

Asia Carrera adalah anak keturunan Jepang dan Jerman. Ayahnya berasal dari Jepang, semenara ibunya berasal dari Jerman. Latar belakang itu pula yang membentuk Asia Carrera memiliki pesona fisik yang menawan.

Ayah Asia Carrera adalah lulusan Universitas Caltech yang memperoleh beasiswa penuh pada bidang Matematika dan Fisika. Sebagaimana orang berpendidikan, orang tua Asia Carrera menginginkan anaknya juga berpendidikan, dan mereka berharap Asia Carrera kuliah di Universitas Harvard, lalu berprofesi sebagai dokter atau pengacara. Berbeda dengan keinginan orang tua, Asia Carrera tidak ingin menjadi dokter atau pengacara. Sebaliknya, ia hanya ingin bermain piano.

Perbedaan itu menjadikan Asia Carrera tidak cocok dengan orang tua, dan mereka sering cekcok. Orang tua Asia Carrera yang konservatif memaksakan keinginannya pada sang anak. Mereka juga tidak segan menghukum Asia Carrera, jika nilai sekolahnya dianggap buruk.

Setiap kali Asia Carrera mendapat nilai B pada satu mata pelajaran, dia akan dihukum tidak boleh keluar rumah. Jika nilai yang didapat lebih buruk dari B, maka hukumannya bisa omelan sampai pukulan.

“Saya tidak pernah diperbolehkan bersosialisasi, baik pergi untuk berpesta, atau pun hanya sekadar menonton film di bioskop, karena orang tua selalu mengatakan bahwa saya dapat melakukan semua kegiatan itu setelah kuliah di universitas yang baik,” ujar Asia Carrera.

Meski orang tuanya sangat keras dan sangat mengekang, Asia Carrera—sebagaimana umumnya remaja lain di Amerika—kerap melawan dengan caranya sendiri. Salah satunya adalah mengendap-endap keluar rumah pada malam hari, untuk menemui teman-temannya. Dalam hal itu, tentu saja dia akan dihukum berat jika kebetulan ketahuan orang tua.

Menjalani masa awal remaja dengan orang tua yang sangat keras dan amat mengekang, menjadikan Asia Carrera merasa sangat tidak bahagia. Bahkan, di suatu waktu, dia sempat terpikir ingin bunuh diri, akibat merasa sangat tertekan.

Akhirnya, pada usia 16 tahun, didorong keinginan untuk terbebas dari kekangan orang tua, Asia Carrera memutuskan lari dari rumah. Sejak itu, ia tinggal dan menetap di mana pun, juga menumpang kendaraan mana pun yang bersedia memberi tumpangan. Selama lari dari rumah pula, Asia Carrera kadang tinggal bersama teman, kadang bersama pengamen jalanan, bersama orang asing, di hotel, atau di tenda.

Untuk bisa makan, Asia Carrera berusaha mencari kerja. Namun, mencari kerja di Amerika sangat sulit kalau seseorang belum berusia 17 tahun. Karena hal itu, Asia Carrera kerap menjalani hari-hari tanpa uang sama sekali, dan itu artinya dia harus sering kelaparan.

“Di masa itu,” ujar Asia Carrera, “saya sering pergi ke sekolah hanya untuk mengemis doritos (makanan ringan) dari teman-teman sekolah untuk mengisi perut saya. Bahkan, kadang-kadang saya terpaksa bercinta dengan orang asing, meski saya tidak pernah menginginkan, hanya untuk mendapatkan tempat untuk bermalam dan makanan layak.”

Meski jauh dari rumah membuatnya menderita, namun Asia Carrera tetap memilih jauh dari rumah dan orang tuanya. “Saya lebih senang mengemis daripada harus kembali ke rumah,” ujarnya.

Sampai kemudian, pemerintah mengetahui keberadaan Asia Carrera yang sendirian tanpa pengasuh, sementara usianya belum 17 tahun. Pemerintah setempat kemudian menitipkan Asia Carrera pada sebuah keluarga asuh. Malang bagi Asia Carrera, keluarga asuhnya ternyata tidak lebih baik dari orang tuanya sendiri. Sama-sama keras, sama-sama suka mengekang, dan sekali lagi Asia Carrera harus terkurung di rumah.

Seperti saat tinggal bersama orang tua kandung, Asia Carrera kembali merasa tertekan tinggal bersama orang tua asuhnya. Tetapi, bagaimana pun, dia harus tetap tinggal bersama keluarga asuh, sampai ia menyelesaikan sekolah menengah atas. Akhirnya, setelah genap berusia 18 tahun, Asia Carrera memutuskan untuk pergi meninggalkan keluarga asuhnya.

Pada waktu itu, Asia Carrera hanya memiliki sedikit uang yang akan segera habis tak lama lagi. Menyiasati hal tersebut, ia mendaftar ke Universitas Rutgers, dan berhasil mendapatkan beasiswa penuh. Belakangan, ia mengakui, “Sebenarnya, saya mendaftar ke kampus bukan untuk belajar, namun karena mereka menjanjikan makanan hangat dan tempat tidur gratis. Jadi saya tidak perlu mengemis di jalanan atau pun menjajakan tubuh saya pada orang asing hanya untuk hidup.”

Empat tahun sejak itu, Asia Carrera kuliah di perguruan tinggi tersebut, meski sebenarnya tidak menikmatinya. Setelah lulus dari kuliah, Asia Carrera bekerja sebagai bartender. Di tempat kerja itulah, Asia Carrera mendengar bahwa seorang penari striptease mendapat bayaran mahal. Karena itu pula, Asia Carrera berharap untuk menjadi penari striptease.

Suatu waktu, pemilik bar meminta Asia Carrera untuk membawakan minuman ke sebuah pesta pribadi yang diadakan seseorang. Untuk tugas itu, Asia Carrera juga diminta berpakaian minim. Yang membuat Asia Carrera tertarik, ia dijanjikan akan dibayar sebesar 100 dolar untuk pekerjaan tersebut. Ia pun langsung setuju.

“Sebelum melakukan pekerjaan itu, saya minum banyak sekali vodka untuk meningkatkan rasa berani,” ujarnya menceritakan. “Ketika saya memasuki pesta itu, saya melihat banyak sekali penari striptease yang disewa, dan mereka mendapatkan uang seperti memungut sampah. Tapi saya sendiri bersyukur, karena dari situ berhasil memperoleh 300 dolar, dan saya sangat senang. Saya tidak pernah memiliki uang sebanyak itu seumur hidup saya.”

Di hari berikutnya, Asia Carrera disewa untuk menari go-go. Kembali ia menenggak sebotol vodka, lalu mulai melakukan tugasnya sebagai penari go-go, sampai 7 malam. Untuk hal itu, dia mendapatkan bayaran 1.000 dolar. “Saya masih menyimpan dolar pertama yang saya peroleh dari menari go-go, hingga hari ini,” ujar Asia Carrera.

Karena kecantikan dan kemampuannya, Asia Carrera pun segera menjadi penari dengan bayaran tertinggi di bar tempatnya bekerja. Meski begitu, Asia Carrera menginginkan lebih. Ia mendengar, ada banyak perempuan muda yang dibayar sangat tinggi sebagai model majalah dewasa. Ia juga menginginkan hal sama.

Suatu hari, ia pergi ke sebuah toko, dan membeli majalah pria yang menampilkan foto-foto wanita muda. Ia nekat mengirimkan fotonya ke alamat yang tertera pada majalah tersebut. Tidak lama kemudian, pihak redaksi majalah merespons surat itu, dan mengirimkan sebuah alamat untuk sesi fotografi di New York. Asia Carrera pun mengikuti intruksi tersebut.

Di New York, Asia Carrera menjalani sesi pemotretan. Seusai pemotretan, Asia Carrera berkata pada sang fotografer, bahwa ia ingin menjadi pemain film porno. Sang fotografer memberinya sebuah nomor telepon, dan meminta Asia Carrera untuk menghubungi seseorang di Los Angeles, bernama Bud Lee.

Singkat cerita, Asia Carrera akhirnya berangkat ke Los Angeles, dan bekerja sama dengan Bud Lee. Ia pun menghasilkan dua film dalam kerja sama tersebut. Sejak itu, langkah Asia Carrera di industri film porno makin mantap, hingga akhirnya ia dikenal sebagai salah satu aktris porno terkenal dunia.

Lihat juga: Biodata Asia Carrera

Related

Entertaintment 1489285866912041564

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item