Briana Banks, Artis Porno yang Mati secara Tragis

 Briana Banks, Artis Porno yang Mati secara Tragis

Naviri.Org - Di dunia film porno, nama Briana Banks sudah menjadi ikon seks. Debutnya dalam perindustrian film porno telah punya tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Namun demikian, manusia tetaplah manusia yang terbingkai oleh batasan. Nyawa Banks tak tertolong ketika dia harus tewas saat “bercinta” dengan seekor kuda jantan, bernama Black Stallion.

Ciuman pertama

Keindahan tubuhnya tak disangsikan. Dia memiliki daya magis yang menarik perhatian kaum adam, terutama para penggila pornografi. Banks tak ubahnya Dewi Cinta. Namanya diagung-agungkan. Tak sedikit pula cowok maupun cewek yang berhasrat untuk tidur dengan Banks. Dia benar-benar mempesona.

Nama aslinya Briana Bany. Ia lahir pada 21 Mei 1978 di Munich, Jerman. Zodiaknya Gemini. Dengan rambut pirang dan bermata biru, sudah terlihat kalau ia memiliki kecantikan mempesona. Ini dikarenakan Banks memiliki darah campuran atau lebih dikenal dengan blasteran. Lahir dari ibu berkebangsaan Jerman dan ayah berkebangsaan Italia,

Banks sudah sering berpindah-pindah negara. Saat ibunya pindah ke California, Banks tetap tinggal bersama ayahnya di Jerman dan juga di Inggris, sampai usia 7 tahun. Setelah itu, Banks pindah ke Amerika Serikat, mengikuti jejak ibunya lagi. Banks baru resmi menjadi warga Amerika saat usianya 18 tahun. Sampai pada usia itu, Banks hanyalah gadis pemalu. Bila berdekatan dengan cowok, tubuh Banks menggigil ketakutan.

Selama di bangku SMA, Banks sama sekali tak mengenal kencan, cinta, apalagi seks. Jangankan cinta, ciuman saja tak pernah. Banks benar-benar gadis pemalu. Malahan, ia pernah pingsan ketika digoda cowok.

Ceritanya, cowok itu sangat ngebet dengan Banks. Dia terus mengejar-ngejar Banks. Tak kuasa menahan rayuan sang cowok, Banks pun pingsan.

Semasa SMA, Banks adalah gadis yang sangat pemalu dan penyendiri. Ia tak seperti gadis lainnya yang suka berkencan. Bahkan, menurut pengakuan saudaranya, Banks belum pernah berciuman dengan pria sebelumnya. Bisa dibilang, Banks adalah gadis kuper alias kurang pergaulan. Setiap ada cowok mendekat, Banks langsung lari. Ia memang tak pernah pacaran. Keluarganya juga baik-baik saja; tidak broken home.

Di usia remaja, Banks mengalami masa puber. Saat itu usianya 17 tahun. Dari situ, perilaku gadis pemalu yang melekat pada dirinya, lambat laut pudar. Banks menjalin asmara dengan teman sekolahnya. Mereka kencan. Dan, pada malamnya, Banks berciuman dengan cowok tersebut. Mereka pacaran. Sayang, menginjak 2 bulan, hubungan mereka kandas karena tak ada kecocokan.

Sejak patah hati, Banks mulai membuka diri pada dunia. Banks mulai berani bergaul dengan teman-teman sebayanya. Banks tak lagi takut dengan laki-laki. Setiap ada laki-laki yang mendekati, disambutnya dengan tangan terbuka.

Selama mengenyam pendidikan di bangku SMA, Banks telah mencacat rekor gemilang dalam prestasi olahraga. Dia sempat tercatat sebagai pelari wanita tercepat. Banks juga penggemar olah raga voli dan atletik.

Nama Banks mulai menanjak. Ia tak lagi menjadi gadis lugu, pendiam, dan pemalu. Banks mulai pandai berdandan. Seksi dan cantik. Di sekolah, Banks dikenal sebagai gadis penakluk cowok. Tidak sedikit cowok yang berebut menjadi pacarnya atau sekedar tidur dengannya. Banks pun menjadi primadona di sekolahnya.

Film pertama, orgasme pertama

Semasa remaja, kehidupan Banks bisa dibilang cukup sulit. Ia dan adik perempuannya harus bekerja keras mencari uang untuk bayar sewa apartemen. Selepas SMA, Banks bekerja sebagai auditor asuransi di salah satu bank swasta. Kira-kira 2 tahun. Harapannya untuk meningkatkan ekonomi keluarga kandas. Sebab, Banks merasa pekerjaan yang dilakoninya sangat membosankan. Ia pun pindah kerja di sebuah restoran, dan menjadi model di salah satu butik.

Selama bekerja di dunia model, sebuah ide gila muncul. Banks memutuskan untuk terjun ke industri film porno. Demi film dewasa itu, Banks rela meninggalkan segalanya; ketenaran sebagai cheerleader di kampus, teman-teman, pekerjaan, dan keluarganya.

Karirnya dalam bisnis hiburan film dewasa di mulai tahun 1999. Saat itu, ia berusia 19 tahun. Dengan tinggi 178 cm, dan berat 65 kg. Ukuran payudaranya pun terbilang fantastis; 36DD-24-31. Rambut pirang, dan mata biru. Kakinya panjang dan indah. Senyumnya menggoda serta menawan. Dan beberapa tato yang menunjukan sisi liarnya.

Sejak itu, Banks mulai mempromosikan dirinya sebagai bintang porno dunia yang memiliki talenta luar biasa. Berbeda dari yang lain. Dengan itu semua, Banks mampu menunjukkan pada dunia, siapa dia sebenarnya.

Nama Banks mulai dikenal. Majalah dewasa, Penthouse, menawari Banks menjadi model foto telanjang. Banks menerima tawaran tersebut. Pada edisi bulan Juni, foto-foto telanjang banks menghiasi majalah tersebut sebanyak 12 halaman. Dari situ, Banks dibayar 1000 dolar.

Pose-pose panas Banks menarik perhatian rumah produksi Vivid. Vivid Production adalah perusahaan film porno terbesar. Vivid mengajukan tawaran pada Banks untuk membintangi film mereka. Kesempatan itu tak disia-siakan Banks. Tanpa buang waktu, ia menerima tawaran tersebut.

Di usianya yang ke-22, Banks menandatangani kontrak selama 2 tahun untuk membintangi kurang lebih 30 film porno.

Pengalaman seks serta orgasme pertamanya didapat saat ia membintangi film pertama. Jadi, boleh dibilang keperawanan Banks hilang dalam film pornonya yang pertama, dengan judul University Coeds.

Banks tidak menyesal. Justru ia merasa senang telah melakukan sesuatu yang terbaik. Ia beralasan, para fansnya dapat melihatnya tumbuh dari remaja menjadi dewasa melalui film-filmnya.

Merasa kurang percaya diri, di tahun 1999 Banks melakukan operasi plastik untuk memperbesar kedua payudaranya. Untuk memudahkan langkahnya, ia mengubah namanya. Dari Briana Bany menjadi Mirage Briana Banks. Ini pun dilakukan atas saran sesama teman seprofesinya, Lita.

Kisah dengan kuda Stallion

Di film The Watcher #03, ia berhubungan seks dengan Pat Myne dan Bobby Vitale, di meja dapur. Dalam film little Chicks dan Big Black Monster Dick #06, Banks berani bermain hardcore dengan Jake Steed. Seperti yang sudah diduga, film-film tersebut langsung menjadi hit.

Yang lebih mengejutkan, rupanya di salah satu film tersebut, Banks memainkan peran biseksual. Film itu berjudul “Briana Loves Jenna”. Ia terlibat adegan panas dengan bintang panas Jenna Jameson. Tentu saja dengan seorang cowok juga. Hanya dalam tempo singkat, film tersebut menjadi film panas terbaik sepanjang tahun.

Tak ayal, Banks pun meraih predikat sebagai artis porno paling populer dan unik. Penampilan sensual serta aura seks kerap mengelilinginya. Banks terus berkiprah dalam bisnis ini. Dia berusaha menarik perhatian para pengemar sebanyak mungkin. Mencoba menyajikan film-film sensasional dan super panas yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Selama bergabung dengan Vivid Production, Banks sedikitnya telah membintangi 150 film dewasa, dalam berbagai genre. Atas aktingnya itu, Banks mendapat beberapa penghargaan. Di antaranya Penthouse Pet June 2001, Hot D’Or Cannes 2001 – Best American New Starlet, AVN’s “Best Renting Title of the Year” 2003, dan AVN’s “Best Selling Title of the Year” 2003.

Banks ingin menikmati hidupnya dan menggeluti lebih serius hobinya yang dulu sempat tertunda. Hobinya terbilang cukup berbahaya bagi kaum wanita. Ia sangat kagum dengan dunia balap seperti motorcross, juga snowboarding atau berselancar.

Sayang, keinginan penggemar film “Casino”, “Scarface”, dan “King Pin”, serta penggemar grup band The Dave Mathews Band dan Linkin Park ini tak terlaksana. Sebab sebelumnya, Banks mengalami peristiwa tragis.

Peristiwa itu terjadi saat Banks mendapat undangan dari seorang pengusaha muda kaya, untuk menghadiri pesta ulang tahunnya. Karena menerima undangan dari orang yang cukup populer di dunia bisnis, Banks memutuskan menghadiri. Tak diduga kalau pesta yang dihadirinya akan membawa petaka dan mengakhiri hidupnya.

Saat Banks sedang menikmati pesta, tiba-tiba sang tuan rumah menghampirinya. Mereka berbicara panjang lebar. Karena tahu Banks seorang bintang porno yang terkenal, pengusaha muda tersebut mengajukan tantangan pada Banks.

Banks ditantang untuk melakukan animal seks dengan kuda jantan black stallion warna hitam kesayangan sang tuan rumah. Bila Banks berani melakukannya, kata si tuan rumah, ia akan dibayar sebesar 10 ribu dolar. Merasa tertantang, Banks memutuskan melakukannya. Kuda jantan pun dikeluarkan. Banks bersiap-siap melakukan aksinya.

Tanpa menunggu waktu, Banks berhubungan seks dengan kuda tersebut. Tak beberapa lama, Banks merasa pusing. Ia pun jatuh pingsan. Tubuhnya kejang-kejang. Banks segera dilarikan ke rumah sakit.

Selama di rumah sakit, Banks merasa tersiksa. Dia meraung-raung kesakitan. Apa yang terjadi? Sesaat setelah penis kuda dicabut dari vagina Banks, tampak darah segar mengalir deras. Banks tak sadarkan diri.

Melihat itu, si pemilik kuda langsung mengambil tindakan. Banks pun dilarikan ke rumah sakit terdekat. Beberapa undangan yang hadir di pesta tampak shock. Mereka tak menyangka sesuatu bakal terjadi pada diri Banks. Padahal, sebelumnya, Banks terlihat baik-baik saja.

Di rumah sakit, Banks bergelut dengan penderitaannya. Dokter yang memeriksa menyatakan, vagina Banks mengalami sobek yang cukup lebar. Dinding-dinding vaginanya robek. Ini yang menyebabkan Banks mengeluarkan darah cukup banyak.

Dokter yang memeriksa tak tega melihat penderitaan Banks. Setiap kali siuman, ia meronta kesakitan. Tangan dan kakinya tak henti-henti bergerak. Dokter dan perawat yang menangani Banks tampak kewalahan. Dokter pun sempat melakukan operasi. Dinding vagina Banks dijahit hingga 30 jahitan, tapi hal itu tak membuat darah yang keluar berhenti.

Dokter akhirnya lepas tangan. Mereka tak tahu bagaimana cara menghentikan pendarahan tersebut. Hanya satu yang bisa mereka lakukan, yakni memberi obat bius untuk menenangkan Banks. Dokter hanya bisa memberi obat penenang.

Namun, hal itu tak pernah menghentikan pendarahan di bagian alat kelaminnya. Darah terus mengucur. Bersamaan dengan itu, Banks meronta-ronta bagai orang disiksa.

Dokter sudah tak sanggup menyembuhkan Banks. Hanya waktu yang bisa menentukan, apakah Banks bisa bertahan atau malah sebaliknya. Bahkan, anggota keluarga yang menjenguk tak sanggup melihat penderitaan Banks. Demikian pula dengan Banks. Dia tak lagi mengenal sanak saudaranya.

Rintihannya, teriakannya, kepedihannya, membuat semua orang gemetaran. Beberapa dari keluarga mereka malah menyarankan agar dokter segera menghilangkan rasa sakit Banks. Artinya, Banks disuntik mati. Sayangnya, para dokter tak sanggup melakukannya. Tak pelak, gadis berkebangsaan Jerman dan Italia itu pun dipaksa untuk menahan siksaan yang teramat pedih.

Hampir 10 jam Banks tergeletak menahan sakit. Darah masih mengucur dari kemaluannya. Entah sudah berapa kali perawat mengganti kain.

Setelah sekian jam beradu kekuatan melawan maut, akhirnya bintang porno dunia itu menghembuskan napas terakhir. Banks meninggal. Kontan, seluruh dunia menangis. Kini, para penggemar film dewasa tak bisa lagi melihat akting Banks.

Baca juga: Kisah Maria Ozawa, Diusir Orangtua karena Menjadi Artis Porno

Related

Celebrity 1414380325010266816

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item