Jakarta Masuk Sebagai Kota Paling Stres di Dunia

Jakarta Masuk Sebagai Kota Paling Stres di Dunia

Naviri.Org - Padat, sibuk, macet, dan panas. Kira-kira, itulah pemandangan sehari-hari yang terlihat di Jakarta, ibu kota Indonesia. Setiap hari, setiap saat, ada ribuan orang yang berjubel di jalan raya—naik kendaraan pribadi atau angkutan umum—menuju ke sekolah, ke kantor, ke pasar, dan lain-lain. Yang naik kendaraan pribadi terjebak macet, yang naik angkutan umum berdesakan dan berhimpitan penuh sesak.

Orang-orang Jakarta harus menjalani rutinitas semacam itu setiap hari. Di sela-sela kesibukan dan kepadatan serta kemacetan tersebut, Jakarta juga masih memiliki masalah lain. Banjir yang sewaktu-waktu melanda, hingga kasus-kasus kejahatan, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan segala kondisi semacam itu, sepertinya wajar kalau warga Jakarta rentan terkena stres.

Kenyataannya, berdasarkan survei Zipjet, Jakarta memang masuk sebagai salah satu kota paling stres di dunia.

Perusahaan jasa penatu Zipjet, yang berbasis di Paris, Berlin, dan London, melakukan penelitian kota-kota paling stres di dunia. Dari 150 kota yang disurvei, Jakarta berada di peringkat 18 teratas kota paling stres dengan total skor 7,84.

"Kegelisahan dan stres telah ditunjukkan berulang kali sebagai faktor kunci yang berkontribusi terhadap kemerosotan kesehatan mental dan kualitas hidup," tulis Zipjet pada hasil penelitiannya.

Ada sejumlah kriteria yang menjadi penilaian survei tersebut dengan angka 1-10. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi tingkat stres suatu kota.

Kriteria pertama adalah kepadatan rata-rata kota yang ditunjukkan dari populasi per kilometer persegi.

Sumber angka berasal dari Factbook World untuk ukuran populasi, Google Maps untuk ukuran wilayah kota per kilometer persegi, dan jumlah sensus terakhir yang tersedia.

Untuk kriteria ini, Jakarta mendapat skor 9,28 dari maksimal nilai 10 yang berarti menunjukkan Ibu kota Indonesia ini sangat padat.

Kriteria berikutnya adalah ruang hijau yang menggunakan layanan Google Maps API untuk menghitung persentase ruang hijau publik di dalam batas kota.

Berdasarkan kriteria tersebut, Jakarta diberi nilai 9,58 yang berarti ruang terbuka hijau sangat kurang. Skor ini merupakan yang tertinggi dari seluruh nilai yang diberikan pada Jakarta.

Kemudian, kriteria selanjutnya adalah kepuasan penduduk terhadap angkutan umum yang bersumber dar Eurostata EU, survei masing-masing negara, dan survei dari jurnal peer-review. Pada kriteria tersebut, Jakarta mendapat skor 9,03.

Sementara untuk kriteria tingkat kemacetan lalu lintas, Zipjet mengambil data dari tingkat kemacetan TomTom dan Inrix Global Traffic Scorecard. Jakarta diberi nilai 9,15 untuk tingkat kemacetan.

Dari segi persepsi keamanan, rata-rata tertimbang tingkat pencurian dan pembunuhan di kota. Maka hal ini berbobot dengan persepsi keamanan per kapita setempat.

Sumber datanya berasal dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, data resmi dari kepolisian kota saat tersedia, dan polling tentang persepsi keselamatan. Untuk kriteria ini, Jakarta mendapat nilai 7,83.

Kriteria yang juga dihitung adalah polusi udara, polusi kebisingan, dan polusi cahaya. Untuk masing-masing polusi, Jakarta diberi skor 7,58, 4,26, dan 1,18.

Baca juga: Jakarta Masuk Sebagai Kota Paling Berbahaya untuk Wanita

Related

News 8443574305755883277

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item