Motor Listrik, dari Harley Davidson Sampai BMW

 Motor Listrik, dari Harley Davidson Sampai BMW

Naviri.Org - Popularitas motor listrik tampaknya terus melaju, meski perlahan-lahan. Sejak konsep motor listrik diperkenalkan, semua pihak tampaknya sama-sama menyadari bahwa cepat atau lambat motor listrik akan menggantikan motor bensin, dan motor jenis itulah yang akan menguasai jalan di mana pun di dunia, karena dinilai lebih bersih dibanding motor berbahan bakar bensin. Kini, bahkan Harley Davidson dan BMW pun ikut memproduksi motor listrik.

Kenyataannya, di berbagai negara, motor listrik mulai diperkenalkan pada masyarakat, bahkan pemerintah di negara-negara bersangkutan pun kadang sampai memberi privilese khusus kepada motor listrik, agar masyarakat lebih mudah menerima.

Motor listrik memang mendapat perhatian beberapa negara dengan kebijakan untuk mendukung kendaraan ini. Di Barat, motor listrik dengan harga yang mahal akan diberi subsidi harga hingga pajak. Uni Eropa memberlakukan pajak emisi karbon dioksida bagi kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar minyak.

Di sisi lain 15 negara Eropa malah memberikan insentif pajak bagi mereka yang menggunakan kendaraan listrik. Sejumlah negara juga kini mulai berencana melarang kendaraan berbahan bakar minyak di masa akan datang seperti, India, Inggris, dan beberapa negara Eropa.

Kondisi semacam ini tentu jadi waktu yang tepat untuk mengembangkan motor listrik. Para pemodal tentu sudah mempertimbangkan faktor lain menyambut era motor listrik.

Para produsen motor dunia sudah lama berdiri juga berlomba mencuri pasar motor listrik, misalnya Harley Davidson telah meluncurkan motor listrik LiveWire pada 2014 dibanderol dengan harga sekitar 50.000 dolar AS. Kemampuan motor listrik Harley mampu mengaspal dengan kecepatan maksimum 148 km per jam. Mereka akan fokus dalam pengembangan motor listrik pada 2021.

Produsen motor asal Jepang, Yamaha, meluncurkan dua motor listrik dengan kecepatan 62 mil per jam atau 99,2 kilometer per jam. Produsen mobil dan motor mewah BMW juga sudah meluncurkan motor listrik jenis S 1000 RR pada 2015.

Hingga 2015, industri motor dan skuter listrik memiliki pasar 25 miliar dolar AS. Sekitar 68,9 persen dikuasai skuter listrik, dan motor listrik hanya menguasai 31,1 persen. Diperkirakan, industri ini akan tumbuh 10 persen dari 2016 hingga 2024.

Selain itu pengiriman motor dan skuter listrik diyakini akan mencapai 60 juta unit pada 2024 mendatang. Asia akan menjadi pusat kendaraan listrik, saat ini Cina memimpin pasar dengan menguasai 80 persen, dan Eropa menguasai 15 persen pada 2015.

Analis BisReport meyakini kinerja penjualan motor listrik akan terus meningkat, dilihat dari pertumbuhan tahunan yang mencapai 17,48 persen. Menurutnya, performa penjualan yang positif ini akan mendorong pasar motor listrik mencapai 338 juta dolar AS pada 2021.

Motor listrik memang masih perlu diuji di masa depan. Beberapa tantangan seperti infrastruktur, teknologi baterai, termasuk yang tak kalah penting soal persaingan antar pemain yang akan semakin ketat, bersamaan datangnya para pemain dan investor di bisnis ini.


Related

Automotive 248647504053303984

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item