Humor dan Komedi Dalam Sejarah Manusia

 Humor dan Komedi Dalam Sejarah Manusia

Naviri.Org - Humor dan komedi tampaknya setua peradaban manusia, karena hal tersebut telah ada sejak zaman dahulu kala. Kenyataannya, manusia memang senang hal-hal lucu, yang mampu membuat tertawa. Di tengah kesibukan dan kesemrawutan hidup sehari-hari, menemukan momen lucu yang membuat tertawa adalah saat-saat menyenangkan. Karenanya, kecenderungan manusia terhadap humor pun telah ada sejak zaman lampau.

Horace Walpole, politisi dan penulis Inggris di abad ke-18, kerap menuliskan kalimat ini dalam surat-suratnya: "Dunia adalah komedi bagi yang berpikir, tetapi tragedi bagi yang perasa." Jika mau, kita bisa melihat sisi lucu dari setiap kejadian buruk, ini yang mungkin menjadi akar lahirnya black comedy.

Komedian punya tempat dekat dalam sejarah peradaban manusia. Mereka lahir sebagai pembawa tawa dan pengingat bahwa betapapun kerasnya hidup selalu ada sisi lucu yang bisa ditertawakan.

Dalam naskah drama Hamlet, Shakespeare menghadirkan tengkorak kepala Yorick yang kemudian memicu monolog panjang. Hamlet bercerita tentang sosok Yorick yang menghibur, dan bagaimana komedian yang dulu menjadi pengasuhnya kini berakhir menjadi seonggok tulang.

Jejak komedian penghibur juga bisa dilacak hingga Raja Inggris, Henry VIII, yang mempekerjakan pelawak bernama Will Sommers. Kini, profesi itu tetap ada bahkan menjadi karir yang sangat menjanjikan.

Jane O'Brien, kontributor BBC di Washington, pada 2015 pernah menulis tentang industri komedi di Amerika serikat. Ia menuliskan tentang The Hideout, sebuah klub komedi yang dibeli dengan nilai $20.000 oleh Kareem Badr pada 2009. Orang-orang saat itu menertawakan keputusan Kareem dan menganggapnya gila. Tapi terbukti keputusannya menghasilkan bisnis dengan angka keuntungan jauh lebih banyak dari nilai pembeliannya. Saat ini The Hideout bisa menghasilkan $1 juta per tahun.

Keputusan Kareem sebenarnya nekad, mengingat pada 2009 banyak klub komedi di Amerika yang tutup akibat resesi ekonomi. Namun keputusannya menjadi tepat karena, pada 2009 tak ada klub komedi lain di Austin Texas yang baik. Ini membuat The Hideout menjadi menguntungkan. Pada 2016, Firma Data Ibis World memperkirakan penghasilan tahunan industri komedi Amerika akan terus naik 1,8 persen setiap tahun. Pada 2020, Ibis World memperkirakan industri komedi di negara itu akan mencapai 344,6 juta dolar.

Pada 2015, Stephen Rosenfield, direktur American Comedy Institute, mengatakan kepada BBC, saat ini adalah masa keemasan stand up comedy. Banyak ajang pencari bakat yang kemudian menjanjikan karir menarik bagi mereka yang bisa membuat lelucon yang baik dan cerdas. Rosenfield menyebut komedi menjadi komoditas penting karena kemunculan host televisi seperti Jon Stewart, Jay Leno, dan Steve Colbert, yang mampu memberikan info terkini dengan cara segar dan tentu saja lucu.

Steve Bryne, komedian veteran di Amerika Serikat, memberi tahu perihal bayaran seorang komedian. Bagi komedian yang baru memulai, biasanya dibayar sekitar $1.500 setiap satu kali sesi acara. Jika telah memiliki acara TV, honornya bahkan bisa mencapai $4.500 sampai $7.500 dolar per acara.

Baca juga: Kevin Hart, Komedian Paling Kaya di Dunia

Related

Insight 5616774584354927827
item