Wikileaks dan Kontroversi Buku Donald Trump

Wikileaks dan Kontroversi Buku Donald Trump

Naviri.Org - Wikileaks, sebagaimana kita tahu, adalah situs kontroversial yang hobi membocorkan dokumen-dokumen rahasia dari berbagai negara. Sementara Donald Trump adalah presiden Amerika yang sangat kontroversial. Ketika Wikileaks bergabung dengan Donald Trump, maka hasilnya jelas; kontroversi.

Kenyataan itu pula yang kemudian terjadi. Semula, banyak pihak mencurigai atau menuduh Wikileaks menjadi pendukung Donald Trump dalam pemilu presiden Amerika beberapa waktu sebelumnya. Kini, kaitan Wikileaks dengan Donald Trump adalah membocorkan isi buku yang mengulas presiden Amerika Serikat tersebut.

Buku baru yang sedang ramai diperbincangkan terkait Donald Trump adalah buku berjudul Fire and Fury: Inside the Trump White House. Buku yang ditulis Michael Wolff tersebut mulai dijual di Amerika Serikat hari Jumat (5/1/2018), dan langsung terjual habis dalam hitungan jam. Seiring dengan itu, Wikileaks membocorkan isi buku tersebut di internet secara cuma-cuma.

Dilaporkan oleh Australia Plus, Wikileaks mengunggah kicauan di Twitter yang menghubungkan tautan ke dokumen Google Drive berisi seluruh isi buku, meskipun belum jelas apakah bocoran ini merupakan versi final dari buku tersebut.

Masih belum jelas juga mengenai tindakan tersebut disengaja untuk mempengaruhi penjualan buku, atau hanya untuk memberikan alternatif apabila buku tersebut sudah habis terjual.

Namun, banyak orang berpendapat bocoran isi buku kontroversial tentang Trump merupakan wujud dukungan Wikileaks terhadap Trump.

Sebelumnya, selama kampanye presiden pada 2016, Wikileaks menerbitkan sejumlah surat elektronik dari Hillary Clinton yang mempengaruhi kampanyenya untuk menjadi presiden Amerika Serikat ketika itu.

Sementara itu, cuitan Presiden Trump mengenai buku tersebut tampaknya malah meningkatkan penjualan buku, paling tidak menurut beberapa orang yang membeli buku tersebut.

"Pada dasarnya, saya membeli buku ini karena kesal dengan Trump. Mudah-mudahan pengarangnya menyumbangkan sebagian dari buku ini untuk gerakan memakzulkan Trump," tulis pembeli buku di situs Amazon.

"Bacaan bagus. Mungkin sebenarnya saya tidak akan membaca kalau tidak ada saran Donald," tulis yang lain.

Sebanyak 85 orang yang menulis di amazon.com memberikan peringkat bintang lima untuk buku tersebut, meskipun media AS melaporkan bahwa Amazon juga menghapus banyak komentar negatif.

"Menghabiskan waktu saja, membaca buku tidak masuk akal ini. Seharusnya saya membeli satu kotak cokelat," tulis pembaca yang kecewa dengan buku tersebut.

Baca juga: Kontroversi Donald Trump, Si Narsis yang Berbahaya

Related

News 4869415823373329476

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item