Mengapa Ada Orang-orang yang Memiliki Nama Samaran?

Mengapa Ada Orang-orang yang Memiliki Nama Samaran?

Naviri.Org - Nama samaran adalah nama lain yang digunakan seseorang untuk menyamarkan nama aslinya. Di masa lalu, orang-orang yang menggunakan nama samaran biasanya penulis. Karenanya ada istilah “nama pena” yang merujuk nama samaran yang digunakan seorang penulis. Selain penulis, para artis atau penyanyi juga kerap menggunakan nama samaran, yang kadang jauh berbeda dengan nama aslinya.

Kini, ketika internet atau dunia maya telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari, banyak pula orang yang sengaja menggunakan nama samaran untuk eksistensi mereka di dunia maya.

Mengapa ada orang-orang yang sengaja menyamarkan namanya? Ternyata, jawabannya tidak sesederhana yang mungkin Anda bayangkan. Ada beberapa pertimbangan tertentu yang melatari sebagian orang untuk menyamarkan nama asli mereka.

Dalam penelitian historisnya, profesor bidang ekonomi dari University of Southampton, Corrado Giulietti, menyebutkan bahwa imigran Eropa yang mengubah namanya supaya kedengaran Amerika saat tiba di akhir abad, umumnya karier dan keuangannya lebih maju ketimbang yang tidak mengganti nama.

Tapi di zaman sekarang, imbuh dia, lebih banyak lagi orang yang mau mengubah nama mereka tujuannya untuk membangun citra yang lebih kuat.

''Menurut penelitian saya, dulu ganti nama untuk mengurangi stigma, [sekarang] tujuannya supaya lebih dikenal,'' kata dia. Belakangan ini sudah lebih banyak orang yang berani bereksperimen dengan nama ketimbang zaman dulu. Cukup tambahkan kesan resmi di nama tengah atau cukup singkat nama belakang, ujarnya.

Sebagian dari meningkatnya jumlah orang yang mengganti nama adalah tuntutan untuk dikenal, sehingga nama-nama baru yang diciptakan cenderung lebih diterima oleh masyarakat luas, juga global, kata Emilie Tabor, seorang direktur strategi asal Amsterdam di IMA, agensi bagi influencer digital.

Umumnya, mengganti nama dilakukan dengan menyingkat nama-nama yang sulit diucapkan, dan mengubah nama pasaran menjadi nama yang lebih diingat lintas budaya, kata Tabor. Ada juga yang cuma menyederhanakan ejaan nama supaya lebih mudah diketik di Twitter atau Instagram.

''Anda tentunya tidak ingin mengetik nama hingga enam kali, hanya untuk menemukan akun Instagram seseorang,'' kata Tabor.

Gejala sosial

Banyak orang yang merasa perlu membuat namanya 'kebarat-baratan' supaya bisa maju dalam karier. Nama telah lama dipakai sebagai penanda latar belakang etnis, kelas sosial, dan ras, kata John Cotton, profesor manajemen di Marquette University di Wisconsin, AS.

''Orang meremehkan bagaimana nama dipakai sebagai penanda tentang latar belakang Anda,'' tambahnya. Dan, ketika saat ini banyak perusahaan berusaha menyingkirkan informasi tentang nama dari CV dan seluruh dokumen lamaran kerja, ada yang masih memakainya sebagai patokan.

Bias itu masih ada, kata Cotton, yang penelitiannya menyebutkan bahwa mereka dengan ''nama (depan) khas orang Kaukasia'' lebih mendapat penilaian positif oleh responden ketika mereka dimintai pendapat mana nama yang disukai dan potensial mendapat tawaran kerja. Berbeda dengan nama-nama yang kedengaran berasal dari Rusia atau Afrika Amerika.

Mengubah nama online juga bisa membantu memisahkan karier yang Anda kejar, yang berbeda dengan pekerjaan yang Anda lakukan setiap hari, kata Karen Leland, seorang konsultan pencitraan yang berasal dari San Francisco.

Banyak kliennya ingin membangun atau menciptakan keahlian di bidang tertentu, untuk usaha sampingan baru atau bisnis yang berbeda dengan pekerjaaannya sehari-hari.

Contohnya ada seorang analis data yang ingin membuat podcast sejarah. Leland pun menyarankan supaya kliennya memakai nama baru yang intinya memisahkan kedua ''citra''—nama asli untuk pekerjaan sehari-hari dan kepribadian baru untuk bisnis sampingan yang ingin dibangun di Internet.

Bisnis nama panggilan

Dari dulu, penulis memakai pseudonim untuk menyembunyikan identitas mereka, tapi sekarang influencer di Internet memakainya supaya beda dari orang kebanyakan

Saat mengubah nama, John Cotton, profesor manajemen di Marquette University, Wisconsin AS, menyarankan supaya orang memilih nama yang seimbang antara keunikan dan popularitasnya.

''Ada sejumlah keuntungan memakai nama yang tidak biasa, tapi mudah dikenal orang,'' begitu kesimpulan Cotton dalam risetnya. ''Anda harus bisa mengucapkannya.''

Contohnya, nama-nama seperti Lincoln, dari nama figur sejarah populer, akan membawa kesan otoritatif tapi juga unik saat dipakai sebagai nama depan.

Menjauhi nama-nama tradisional juga membantu. Ada banyak orang tua baru yang menjauhi nama yang terlalu religius, atau lebih memilih ''nama yang keren, trendi, dan unik'', kata Corrado.

Dia yakin, nama-nama tradisional dari abad ke-20 seperti John atau Mary sudah berkurang, dan sekarang dianggap ketinggalan zaman, sehingga tidak dianggap sukses saat dipakai di Internet.

Jasmine Sandler, ahli strategi pencitraan dari New York, biasanya berdiskusi dengan kliennya terlebih dahulu soal perubahan nama. Terutama jika ada nama yang sama persis di LinkedIn. Tapi pada akhirnya, dia akan menyarankan kliennya memilih sesuai keinginan mereka.

Walau sederhana, sekali mengubah nama di profil medsos, banyak orang yang melakukan kesalahan dengan memperbarui nama mereka dengan nama yang ''agak susah diucapkan'' kata Sandler. Sehingga, dia mengingatkan, apapun perubahan yang Anda inginkan pada nama, penting juga menguji nama panggilan yang baru tersebut, sebelum benar-benar memutuskan mengubah nama.

Baca juga: Menjadi Pintar Membuatmu Terlihat Lebih Menarik

Related

Psychology 6368206947261899680

Recent

item