Memahami Perbedaan Pornografi dan Pendidikan Seks

Memahami Perbedaan Pornografi dan Pendidikan Seks

Naviri.Org - Banyak orang yang tidak setuju dengan pendidikan seks, karena menganggap bahwa pendidikan seks tak jauh beda dengan pornografi. Padahal, pornografi dan pendidikan seks adalah dua hal yang jelas berbeda. Namun, karena masih minimnya tingkat literasi, persoalan ini pun kerap menjadi pertentangan yang tak usai.

Selain menanggap pendidikan seks sama dengan pornografi, antipati terhadap pendidikan seks juga kadang didorong anggapan bahwa pendidikan atau pengetahuan seks hanya akan memperbesar kemungkinan anak melakukan hubungan seks di bawah umur atau di luar ikatan perkawinan. Padahal, lingkup pembahasan pendidikan seks tidak hanya berkisar pada kegiatan bersenggama saja.

Salah satu situs pendidikan seks yang ditujukan untuk remaja, Sexetc.org, tidak hanya menyuguhkan informasi dan membagikan pengalaman orang-orang terkait tubuh seperti KB, penyakit menular seksual dan HIV/AIDS, kehamilan, tetapi juga soal orientasi seksual, kekerasan, hingga soal pacaran.

Pembahasan mengenai kekerasan seksual dan persetujuan adalah satu dari beberapa hal yang membedakan pendidikan seks dari pornografi. Psikoanalis Paul Joannides Psy.D, mengatakan dalam Psychology Today bahwa dalam pornografi, orang hanya mengonsumsi adegan senggama dalam porsi besar dan mengabaikan soal percakapan, persetujuan, kepercayaan, sikap menghormati, dan kepedulian. 

Terkait isu kekerasan seksual, kampanye #MeToo yang bergaung keras di dunia digital sejak tahun lalu berdampak pula terhadap kesadaran remaja mengenai pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di sekolah.

Ditulis The Guardian, lewat tagar #MeTooK12, anak dan remaja membagikan pengalaman dilecehkan yang terjadi di sekolah oleh guru, pegawai sekolah, atau teman-temannya sendiri. Bila tidak ada pembahasan mengenai relasi dan persetujuan dalam kontak fisik yang pernah diterima remaja, mustahil kesadaran seperti ini muncul.

Selain membedakan pendidikan seks dari pornografi, Joannides juga mengkritik, pendidikan seks masa kini sepatutnya menggeser distorsi pemahaman tentang seks seperti yang dimuat dalam pornografi. Banyak pendidikan seks yang diterapkan sekarang masih tak diperbarui sejak tiga dekade lalu, dengan penekanan pada pemakaian kondom dan pencegahan penyakit menular seksual.

Di satu sisi, hal terkait dampak buruk perilaku seks tak aman memang penting disampaikan. Namun, di lain sisi, perlu juga memasukkan isu yang lebih jarang dibahas seperti kesenangan, dan pentingnya menyampaikan kepada pasangan apa yang disuka dan tidak.

Baca juga: Memahami Mitos dan Fakta Seputar Pornografi

Related

Sexology 5382825282441510344

Recent

item