Kini, Ajang F1 Tidak Boleh Menampilkan Grid Girls

Kini, Ajang F1 Tidak Boleh Menampilkan Grid Girls

Naviri.Org - Akan ada yang berbeda dalam pagelaran balap F1 tahun ini. Pasalnya, tidak akan ada lagi perempuan-perempuan menarik dengan dandanan seksi di arena, sebagaimana biasanya. Perempuan-perempuan yang biasa disebut grid girls itu kini dilarang untuk tampil dalam acara F1.

Sebelumnya, grid girls adalah sebutan untuk perempuan yang bertugas mempromosikan sponsor, berinteraksi dengan khalayak, dan membawa papan nama pembalap di lintasan. Profesi ini sudah ada dalam dunia balap mobil sejak empat dekade lalu. Tahun ini, profesi grid girls resmi dilarang oleh Liberty Media, penyelenggara F1.

Bernie Ecclestone, penasihat F1, merasa heran dengan pelarangan ini. Menurutnya, bagaimana bisa para "perempuan berparas menarik yang berdiri di samping pembalap itu bisa menyinggung orang lain." Dari segi bisnis, menurut Ecclestone, mereka dianggap penting karena membawa nama sponsor. Dari segi teknis, keberadaan mereka juga vital.

"Saat para pembalap akan berhenti di grid, akan lebih mudah dengan adanya grid girls. Dan lebih mudah bagi para pembalap untuk tahu di mana mereka harus berhenti," ujar lelaki yang menjalankan bisnis F1 lebih dari tiga dekade ini.

Profesi grid girls memang berada dalam posisi yang pelik saat ini. Di satu sisi, banyak orang menganggap profesi ini punya daya tarik: bertemu dengan pembalap terkenal, disorot oleh kamera yang menyiarkan acara ke seluruh dunia, juga mendapatkan perlakuan istimewa. Di sisi lain, profesi ini dianggap mengobyektifikasi perempuan.

"Setahuku, tak ada perempuan yang dipaksa untuk pekerjaan ini. Masyarakat era sekarang sepertinya sudah terlalu sopan," kata Ecclestone.

Penghentian grid girls dianggap sebagai langkah lanjutan dalam berbagai kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh para petinggi di berbagai industri. Salah satu kasus terbesar di 2017 silam melibatkan produser film Harvey Weinstein yang dituduh melecehkan lebih dari 50 orang perempuan.

Dalam industri F1, meski Ecclestone bilang tak ada paksaan, pada kenyataannya banyak grid girls yang diobyektifikasi, bahkan dilecehkan. Penyiar F1, Beverley Turner, menganggap industri F1 menjadikan grid girls sebagai trofi bagi para pria. Mereka hanya ditampilkan sebelum balapan dimulai, dan berdiri di sebelah mobil.

"Pantat mereka akan dicubit oleh para mekanik, dan para fotografer akan berdiri di belakang para gadis ini sembari memotret kejadian itu," ujar Turner.

Dunia balap seperti terbelah dengan pelarangan ini. Jennie Grow menulis untuk ESPN, merasa pelarangan ini memang sudah waktunya. Selain perkara gender, salah satu alasan bagus untuk melarang profesi grid girls adalah jam kerja dan cara kerja yang tak manusiawi. Para gadis ini kerap harus sudah dandan pukul empat pagi, dan apa pun cuacanya, mau dingin menggigit atau panas membakar, mereka harus berdandan dengan pakaian minim.

"Mereka harus mengenakan pakaian yang dikehendaki para penyelenggara atau tim, dan mereka seperti pion di dalam permainan para pria," tulis Grow.

Kisah seperti itu pernah ditulis oleh CNN pada 2013 silam. Saat itu CNN mengisahkan tentang COTA girls, grid girls di ajang balap Circuit of America. Para COTA girls sudah bersiap sejak subuh. Padahal acara baru siang hari. Menurut Amanda Bingman, salah satu COTA girls, ia harus bersiap sejak pukul 4 pagi. Namun ia tak keberatan.

"Semua itu setimpal!" kata Bingman.

Jika banyak orang setuju dengan pelarangan grid girls di F1, banyak pula yang marah, termasuk dari kalangan para gadis dalam profesi ini. Salah satunya datang dari Rebecca Cooper. Ia mengkritik kaum feminis yang dianggap malah menjadi diktator, dan menentukan mana profesi yang boleh dan tak boleh dikerjakan. Para grid girls menganggap penghentian profesi ini adalah political correctness yang melampaui batas.

"Rasanya konyol melihat para perempuan yang berkata mereka 'memperjuangkan hak perempuan', tapi sekaligus menentukan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, juga melarang kami melakukan pekerjaan yang kami cintai dan banggakan," tulis Cooper.

Setelah penggunaan grid girls dilarang pada F1 musim 2018, penyelenggara akan mengganti mereka dengan grid kids. Konsep yang sama, tapi memakai anak-anak yang dipilih oleh tim balap. Setelah terpilih, mereka akan berkompetisi di ajang pertandingan level junior.

Anak-anak yang beruntung nantinya bakal menemani 20 pembalap terbaik seluruh dunia sembari mereka mempersiapkan diri untuk bertanding. Sean Bratches, Direktur Manajer Operasi Komersial Formula One, berkata bahwa penggunaan grid kids akan membawa pengalaman luar biasa bagi para anak-anak.

“Bayangkan berdiri di samping idolamu, melihat mereka bersiap untuk berkompetisi beberapa menit sebelum pertandingan dimulai. Itu adalah pengalaman tidak terlupakan bagi mereka dan keluarga. Sebuah inspirasi untuk tetap bertanding, berlatih, dan belajar sehingga impian mereka suatu saat tercapai,” ujarnya.

Baca juga: Undang-Undang Baru di Jepang Terkait Kedewasaan

Related

Sports 5634459724084561120

Recent

item