Curahan Hati Pria yang Kehilangan Penisnya

Curahan Hati Pria yang Kehilangan Penisnya

Naviri.Org - Bagaimana jadinya, kalau seorang pria kehilangan penisnya? Pertanyaan itu tentu tidak mudah dijawab, karena bagaimana pun setiap pria tentu tidak ingin mengalaminya. Penis tidak hanya berfungsi untuk buang air kecil, namun juga untuk bercinta dengan pasangan. Sayangnya, ada kondisi tertentu yang bisa jadi membuat pria kehilangan penisnya.

Ada suatu kanker bernama sqaumous cell carcinoma—sebuah kanker langka yang menyerang bagian penis. Pria yang kebetulan mengidap hal tersebut kemungkinan harus merelakan penisnya diangkat, demi menghilangkan kanker yang bersarang, dan itu artinya harus kehilangan penis miliknya.

Salah satu pria yang mengalami hal tersebut adalah Wayne Martin, yang berusia 31 tahun. Martin didiagnosis kanker penis langka, yakni sqaumous cell carcinoma, yang sudah menyebar ke uretra, hingga ia harus menjalani operasi pengangkatan penis atau penektomi. Prosedur operasi ditambah terapi lain membuat Martin sudah sembuh dari kanker.

Namun, masalah tidak berhenti sampai di situ. Dalam keseharian, Martin kerap mengeluhkan bagaimana rasanya hidup tanpa alat kelamin. Bisa dibayangkan, kehilangan alat kelamin akan memengaruhi kehidupan seksual Martin.

"Saya tidak lagi bisa melakukan penetrasi. Secara mental, perlahan saya memang mulai mencoba berdamai dengan kenyataan bahwa kondisi yang saya alami adalah bagian dari kehidupan. Meskipun pada awalnya saya selalu tertekan dan murung," kisah Martin seperti dikutip dari Daily Star.

Kehilangan penis juga membuat Martin jadi orang yang tertutup dan tidak mau bersosialisasi. Sehari-hari, Martin hanya mengurung diri di rumah dan enggan dekat dengan orang lain. Ia juga sering meratapi nasibnya sampai menangis tersedu-sedu.

Untuk urusan percintaan, tidak lagi memiliki alat kelamin membuat Martin kesulitan mendapat pasangan. Ketika ia memberi tahu orang lain soal kondisinya, menurut Martin, bisa jadi sembilan dari sepuluh orang memandang aneh pada dirinya.

"Bagian tersulit bagi saya adalah bagaimana pun saya ingin memiliki anak biologis, saya ingin memberi cucu untuk ayah saya, karena kebetulan ibu saya sudah meninggal. Tapi dengan kondisi seperti saat ini, hal itu pasti amat sulit dicapai," lanjut Martin.

Selain masalah percintaan dan kepercayaan diri, Martin juga mengalami masalah kesehatan lain, seperti infeksi saluran kemih, dan ia tidak lagi bisa buang air kecil dengan berdiri. Terlalu banyak bagian penis yang diambil saat operasi mengharuskan Martin memakai toilet duduk. Dokter memperkirakan, Martin adalah orang termuda yang terkena kanker penis langka tersebut.


Related

Sexology 1680405802390613767

Recent

item