Fakta Mencengangkan di Balik Industri Pakaian

Fakta Mencengangkan di Balik Industri Pakaian

Naviri.Org - Ada banyak orang, khususnya perempuan, yang sangat suka berbelanja, termasuk belanja baju. Minggu ini beli baju baru, minggu depan sudah beli lagi, dan begitu seterusnya. Sekali beli juga kadang tidak hanya satu item atau satu setel, tapi hingga beberapa setel. Akibatnya, tanpa sadar, isi lemari betumpuk-tumpuk pakaian, bahkan kadang tak muat lagi.

Industri fashion saat ini memang semakin memudahkan orang untuk membeli baju. Anda dibombardir produk-produk fashion retail dengan harga terjangkau. Dengan uang kurang dari Rp200 ribu, Anda sudah bisa mendapatkan pakaian bermerek internasional.

Di satu sisi, Anda memang mendapatkan produk fashion dengan harga murah, namun di sisi lain Anda bisa jadi sangat konsumtif. "Beli saja, harganya murah ini," begitu pikir Anda.

Namun nyatanya ada beberapa hal di balik industri fashion—yang kemungkinan besar tidak Anda ketahui—sehingga produk-produk tersebut bisa dijual dengan harga murah.

Setidaknya ada 250 juta buruh anak yang dipekerjakan untuk industri fashion di seluruh dunia, terutama di negara-negara dunia ketiga seperti India, Bangladesh, Kamboja, Vietnam, dan Indonesia. Beberapa diantaranya bahkan mengharuskan mereka bekerja selama 18 jam setiap hari dan tidak diperbolehkan keluar pabrik.

Fakta lain yang mengejutkan, ternyata industri pakaian merupakan penyumbang polusi terbesar kedua di dunia setelah industri minyak. Setiap tahun, jumlah pakaian yang dibuang di Inggris bisa memenuhi stadion Wembley Arena di London.

Setelah membaca fakta-fakta tersebut, mungkin Anda berpikir dua kali untuk belanja pakaian. Memang, sebagai perempuan, godaan belanja baju, apalagi untuk desain yang sedang menjadi tren, sangat besar.

Namun, setelah mengetahui fakta-fakta buruk di balik industri tersebut, Anda bisa lebih bijak dalam belanja produk fashion. Berikut ini beberapa tip agar Anda mulai menjauh dari konsumerisme fashion.

Membeli sesuai fungsi

Ini merupakan peraturan utama. Jangan sampai Anda membeli pakaian sekadar mengikuti tren namun tak ada fungsinya.

Pakaian wajib punya

Sebaiknya Anda punya pakaian-pakaian dasar yang mudah untuk dipadu-padan, misalnya baju atau kemeja berwarna putih, celana hitam, celana jeans, dan rok hitam.

Ada harga, ada kualitas

Tak perlu ragu membeli tas atau sepatu dengan harga sedikit mahal, namun bisa awet dipakai hingga 5-10 tahun. Daripada membeli yang murah, tapi dalam waktu setahun sudah rusak dan harus dibuang.

Mereparasi bukan membeli

Perbarui barang Anda tanpa harus membeli yang baru. Misalnya, Anda bisa mengganti sol sepatu (resol) yang sudah rusak sehingga tak perlu membeli sepatu baru.

Kreatif dalam padu padan

Tak perlu malu jika harus memakai baju yang sama berkali-kali. Kreativitas untuk padu padan pakaian adalah kunci agar Anda tetap terlihat beda, meski menggunakan item yang sama.

Menyederhanakan lemari pakaian

Kalau selama ini Anda pusing mau memakai baju apa karena terlalu banyak pakaian menumpuk, coba sederhanakan isi lemari Anda.

Pertama, pilah pakaian mana yang baru Anda pakai sekali atau bahkan tak pernah Anda pakai sama sekali bertahun-tahun. Setelah itu, pakaian yang sudah tersortir tersebut bisa disumbangkan kepada orang lain yang membutuhkan atau bisa juga bertukar pakaian dengan sahabat Anda. Cara ini cukup efektif untuk menyegarkan isi lemari Anda.

Baca juga: Suka Belanja, Suka Liburan, tapi Terlilit Utang

Related

Lifestyle 5097763735529800808

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item