Menikmati Aksi Menegangkan dan Humor Gila di Deadpool 2

Menikmati Aksi Menegangkan dan Humor Gila di Deadpool 2

Naviri.Org - Menonton Deadpool memberi kesan yang jauh berbeda dibanding menonton film-film pahlawan super lain. Pasalnya, meski memiliki kekuatan super, Deadpool memiliki gaya yang sangat bertolak belakang. Baik dalam sifat dan kepribadian, sampai jalan cerita. Tapi rupanya justru itu menjadi kekuatan Deadpool, sehingga sekuelnya ditunggu-tunggu banyak orang.

Deadpool 2 telah tayang di bioskop-bioskop Indonesia dan juga dunia. Jika film perdana mengisahkan mengapa tentara bayaran Wade Wilson (Ryan Reynolds) menjadi Deadpool dan berusaha membalas dendam, kali ini ia berusaha menyelamatkan seorang mutan cilik yang dikejar-kejar oleh Cable (Josh Brolin), mutan kuat dari masa depan.

Akting dua pemain utama itu bagus, terutama Reynolds yang sangat menjiwai karakter Deadpool dari film pertama. Akting aktor lain biasa saja, karena kesempatan untuk mereka juga relatif tidak banyak.

Plot cerita yang relatif sederhana terjalin cukup rapi. Alur terjahit dengan kisah yang beralasan jelas. Namun kekuatan Deadpool 2 bukan dari segi cerita.

Sepanjang film, penonton dihibur dengan hal-hal apapun yang jadi bahan tertawaan. Masalahnya, candaan dalam film garapan sutradara David Leitch ini beda jauh dari film lain.

Sejak menit pertama, Deadpool 2 sudah mengentak dengan lelucon konyol yang dengan bebasnya "menabrak dinding keempat". Aksi itu berarti si karakter menyadari bahwa dia hanya karakter fiksi dan berusaha berkomunikasi dengan para penonton/pembaca komik.

Dalam adegan pertama, Deadpool sedang tidur di atas beberapa tong berisi bensin. Ia menyalakan rokok, lalu melemparkannya ke dalam tong. Ledakan besar pun terjadi, badan Deadpool berantakan dan berhamburan. Tangannya mengacungkan jari tengah. Kepalanya terbang ke arah lain.

"Wolverine brengsek. Pertama, ia mengikutiku membuat film dengan rating R (restricted)," ujar Deadpool kepada penonton—wajahnya benar-benar menghadap kamera.

Ia lalu mengoceh bagaimana Wolverine dalam film Logan (2017) mati secara heroik. "Jangan khawatir, aku juga mati di film ini," tukas karakter bernama asli Wade Wilson itu.

Deadpool bahkan beberapa kali mengejek dan menyebut film pahlawan super lain yang bahkan bukan berasal dari semesta Marvel. "Siapa kau?" tanya seorang penjahat. Dengan suara diberat-beratkan, Deadpool menjawab, "Aku Batman." Ia memparodikan adegan serupa dalam Batman Begins (2005).

Deadpool memang sering melakukan ini dalam komik, juga dalam film pertama. Masalahnya, lucu atau tidaknya adegan-adegan itu tergantung penonton. Jika penonton tidak tertawa, bukan berarti selera humornya payah atau kurang memahami plot dan konteks dalam film.

Sebab, lawakan penabrak dinding keempat tergantung pemahaman penonton terhadap kebudayaan pop di Amerika Serikat, khususnya film dan komik superhero. Pecinta Marvel, khususnya X-Men, hampir dipastikan akan terus terbahak-bahak. Apakah jenakanya Deadpool 2 hanya untuk kalangan tertentu saja?

Untungnya, saat ini kisah pahlawan super sudah menjadi hiburan untuk arus utama. Jika tidak, bagaimana mungkin Deadpool (2016) bisa meraup $783,1 juta AS dari seluruh dunia?

Tidak semua lawakan dalam Deadpool 2 "mewajibkan" penonton berwawasan luas. Ada beberapa yang relatif universal, misalnya, ketika Colossus ngambek karena Deadpool tak mau mematuhi peraturan X-Men untuk tidak membunuh.

Kombinasi adegan penabrak dinding keempat dan adegan lucu lain bikin Deadpool 2 terasa seperti film yang 100 persen komedi.

Masalahnya, ada saat-saat adegan serius harus diselipkan, contohnya ketika Cable menjelaskan alasannya kembali ke masa lalu untuk membunuh seorang anak kecil. Bagaimana cerita bisa relevan dengan plot serius itu, jika karakter utamanya saja sadar kalau ia fiksi belaka?

Untungnya plot serius itu bisa diselipkan dengan rapi oleh sang sutradara dan penulis naskah (Reynolds turut andil dalam tim penulis) dan digabung dengan plot lain, menjalin garis memikat untuk akhir film yang (nyaris) sempurna.

Nyaris, karena adegan terakhir—akan menjadi spoiler (bocoran) kalau diceritakan—lagi-lagi bakal terasa tidak relevan.

Jika mencari tontonan thriller menghibur khas film-film superhero, adegan aksi dalam Deadpool 2 ditampilkan semenarik mungkin, meski tetap dibawakan secara ringan dan jenaka.

Soal aksi, film ini dipenuhi adegan yang sadis. Kemampuan Deadpool yang bisa beregenerasi membuatnya tampil ceroboh dalam setiap kesempatan, seperti adegan ledakan besar di menit-menit pertama.

Adegan pembantaian juga bertaburan sepanjang film berdurasi 119 menit ini, hingga sebaiknya tidak membawa anak-anak. Lawakan "menyerempet" seksual dan kata-kata kasar juga berhamburan sepanjang film, bahkan termasuk dalam musik pengiring.

Keputusan Lembaga Sensor Film (LSF) memberi nilai "17 tahun ke atas" untuk Deadpool 2 sangat tepat, dan itu wajib ditaati para orangtua.

Kesimpulannya, film ini sangat menghibur (untuk kalangan tertentu) dan tak usahlah berpikir terlalu serius. Nikmati saja tiap candaan dan adegan aksi dalam Deadpool 2.

Baca juga: Arti di Balik Dua Adegan Tambahan Dalam Deadpool 2

Related

Film 7944821974613607201

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item