Sebelum Hamil, Wanita Perlu Memeriksa Kesehatan Gigi

Sebelum Hamil, Wanita Perlu Memeriksa Kesehatan Gigi

Naviri.Org - Bagi sebagian besar orang, salah satu tujuan penting menikah adalah agar memiliki keturunan atau anak. Dalam upaya itu, pihak istri atau wanita akan menjalani masa kehamilan untuk kemudian melahirkan bayi. Yang jarang diperhatikan sebagian orang dalam proses itu adalah pentingnya memeriksakan kesehatan gigi sebelum hamil, atau lebih bagus lagi sebelum menikah.

"Sebelum menikah, hendaknya setiap calon pengantin memeriksakan giginya dan melakukan perawatan, agar kelak saat menikah dan hamil tidak menimbulkan risiko-risiko yang menyertai kehamilan," kata dokter gigi RSI Siti Hajar Sidoarjo, drg Dyanita.

Agar pengantin memiliki senyum sehat dan cemerlang, Dyanita menjelaskan, ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan, di antaranya membersihkan karang gigi, pemutihan gigi, dan veneer. Pembersihan karang gigi adalah pembersihan yang dilakukan dokter gigi terhadap plak dan karang yang menempel di area sekitar gigi dan gusi.

"Karang gigi yang menumpuk merupakan tempat berkembangnya kuman penyebab gusi berdarah. Dengan begitu, pengantin terhindar dari bau mulut, dan gusi menjadi sehat mencegah terjadinya gusi berdarah serta gigi goyang akibat kerusakan jaringan periodontal," jelasnya.

Selanjutnya adalah pemutihan gigi atau bleaching. Karena pengaruh warna makanan, kebiasaan merokok, lama kelamaan warna gigi menjadi lebih gelap. Jika hal ini terjadi, dapat dilakukan pemutihan gigi. Yang terakhir adalah veneer, yaitu melapisi gigi dengan bahan sewarna gigi, sehingga tampilan gigi lebih estetis.

Dari hasil penelitian, radang gusi sering terjadi pada ibu hamil karena pengaruh meningkatnya hormon yang berkaitan dengan kehamilan. Adanya perubahan hormon selama kehamilan dapat mempengaruhi respons yang berlebihan terhadap plak, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit periodontal (kerusakan penyangga gigi).

"Wanita hamil dengan penyakit periodontal berisiko 5 kali lebih besar mengalami kelahiran prematur, dibandingkan wanita hamil tanpa penyakit periodontal. Selain itu, penyakit periodontal pada ibu hamil juga menjadi faktor risiko terjadinya preeklamsi. Preeklamsi adalah gangguan kehamilan yang ditandai tingginya tekanan darah, dan terdapat kandungan protein yang tinggi di dalam urin. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu maupun janin. Di Indonesia, preeklamsia terjadi 7-10 persen dari seluruh kehamilan," pungkasnya.

Baca juga: Risiko Melahirkan Normal bagi Wanita Bermata Minus

Related

Pregnancy 10006228581707487
item