Sejarah Uang: Fakta di Balik Masa Depresi yang Melanda Amerika

Sejarah Uang: Fakta di Balik Masa Depresi yang Melanda Amerika

Naviri.Org - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Sejarah Uang: Berdirinya Bank Sentral Pertama di Amerika). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

1814 

Napoleon kalah, dan dibuang ke pulau Elba di Italia.

1815 

Napoleon berhasil melarikan diri dan kembali ke Perancis. Dia berhasil mengumpulkan kembali pasukan, tetapi akhirnya kalah kembali dari Duke of Wellington di perang Waterloo.

Nathan Rothschild mengirim salah satu orang kepercayaannya, Rothworth, untuk memantau perang tersebut. Begitu hasil akhir perang diketahui, Rothworth segera kembali ke Inggris untuk memberitahu Nathan. Nathan mengetahui kabar ini 24 jam lebih cepat daripada Wellington di London.

Nathan segera menuju bursa saham London, dan menjual saham miliknya besar-besaran. Para pedagang lain percaya itu adalah pertanda bahwa Napoleon memenangkan perang, dan mereka pun ikut menjual saham dalam kepanikan.

Pasar saham benar-benar terguncang, dan semua orang mulai menjual surat hutang pemerintahan Inggris. Rothschild diam-diam membeli kembali dalam jumlah besar, saat harga surat hutang itu jatuh beberapa jam kemudian. Surat-surat hutang itu bisa dikonversikan dengan saham Bank of England, dan dengan cara itulah Rothschild mengambil alih Bank of England. Sejak saat itu, ia mengendalikan suplai uang di Inggris.

Nathan Rothschild mengatakan bahwa selama 17 tahun di Inggris, dia berhasil melipatgandakan 20.000 pound yang dia bawa, dan bertumbuh 2.500 kali lipat menjadi 50 juta pound!

Sebagian orang bertanya, mengapa bankir menyukai perang? Sederhana saja, bankir membiayai kedua belah pihak yang berperang. Perang adalah generator hutang terbesar dari setiap negara. Negara bersedia meminjam berapa pun agar bisa memenangkan perang. Hasil akhir sebenarnya sudah diketahui dari awal. Sang pecundang akan dibiayai secukupnya, dan pihak yang dibiayai besar-besaran akan memenangkan perang.

Bagaimana bankir memastikan uang mereka akan kembali? Semua pinjaman diberikan hanya ketika mereka mendapatkan jaminan pemerintah bahwa hutang yang mereka berikan akan dibayar saat perang dimenangkan.

1816 

Konggres Amerika kembali mengizinkan Bank Sentral swasta didirikan. Kali ini namanya Second Bank of the United States. Bentuk dan pemegang sahamnya, lagi-lagi, sama dengan First Bank of the United States.

1826 

Talley stick ditarik dari peredaran uang di Inggris.

1828 

Perekonomian Amerika, yang sudah dimanupulasi gila-gilaan oleh Bank Sentral, menyebabkan banyak orang bangkit melawan. Anggota Senat, Andrew Jackson, menyampaikan kampanye menuju Presiden dengan target utama membubarkan Bank Sentral.

Jackson memenangkan pemilihan Presiden dan langsung beraksi menyingkirkan orang-orang suruhan bankir yang menjabat di pemerintahan. Dia memecat 2.000 orang dari total 11.000 pegawai pemerintahan Federal saat itu.

1832 

Walaupun para bankir membiayai lebih dari 3 juta dolar untuk calon yang mereka sukai, yaitu Henry Clay, Andrew Jackson tetap terpilih kembali sebagai Presiden Amerika. Motto kampanyenya, “Jackson and No Bank!” Presiden Jackson dalam pidato kemenangannya mengatakan, “Bahaya korupsi ini cuma terhalangi, belum benar-benar mati.”

1833 

Presidan Andrew Jackson menunjuk Roger Taney sebagai Sekretaris Keuangan Negara, dan menginstruksikan untuk memulai penarikan deposit pemerintah di Second Bank of the United States.

Kepala Second Bank of the United States, Nicholas Biddle, menggunakan pengaruhnya di Senat untuk menolak rencana Roger, dan mengancam memprakarsai sebuah depresi bila kartel mereka tidak diperpanjang.

Biddle berkata, “Tidak ada hal lain selain penderitaan masif yang bisa mempengaruhi Konggres… Saya sama sekali tidak ragu, bila tiba saat itu, mereka akan memperpanjang kartel ini.”

Kemudian, Second Bank of the United States memperketat peredaran uang di Amerika. Mereka mengambil kembali pinjaman mereka, dan menolak memberikan pinjaman baru. Kepanikan dan kekacauan finansial pun muncul, dan Amerika memasuki masa depresi. Yang dilakukan Biddle sekali lagi membuktikan kepada dunia, seperti apa Bank Sentral sebenarnya.

Biddle tanpa malu menyalahkan Presiden Jackson, bahwa Presidenlah yang menyebabkan depresi.

Baca lanjutannya: Sejarah Uang: Perlawanan Abraham Lincoln kepada Bankir Internasional

Related

Money 5008834244341678996

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item