Fenomena CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali

Fenomena CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali

Naviri Magazine - Seorang laki-laki dan seorang perempuan menjalin hubungan sampai beberapa lama. Kemudian, karena suatu masalah, mereka memutuskan untuk putus. Semula, mereka berdua menganggap putusnya hubungan tersebut adalah langkah yang baik, daripada meneruskan hubungan yang dianggap penuh masalah.

Namun, seiring waktu, kadang ada kerinduan untuk kembali bertemu pasangan, bersmesraan seperti dulu. Lalu, karena perasaan tersebut, si laki-laki atau si perempuan kadang mengecek media sosial si mantan, untuk mengetahui kabarnya sekarang. Semakin sering mengecek media sosial si mantan, perasaan rindu dan ingin balikan atau rujuk makin menguat.

Fenomena semacam itu biasa disebut CLBK atau Cinta Lama Bersemi Kembali. Kenyataannya, sejumlah pasangan yang telah memutuskan berpisah terkadang mempunyai kecenderungan untuk bersama kembali. Mereka bisa sepasang pacar yang menjalin hubungan, atau bisa pula sepasang suami istri yang pernah disatukan pernikahan.

Survei situs kencan online Ellite Singles pada 200 responden di Selandia Baru pada 2016 menemukan bahwa ada penyesalan yang dialami orang yang berpisah dengan pasangannya. Namun, tingkatannya berbeda pada laki-laki dan perempuan. Sebesar 43 persen responden laki-laki mengaku menyesal telah berpisah dengan pasangan mereka. Sementara itu, hanya 35 persen responden perempuan yang merasa menyesal.

Sebesar 38 persen responden menyatakan merasa bersalah, terkait penyebab perpisahan yang terjadi. Survei tersebut juga menyatakan bahwa ada 46 persen responden mengalami ‘boomerang break up’ setelah berpisah, dan mereka bersedia rujuk dengan mantan untuk menjajal kesempatan kedua.

Terkadang, motivasi seseorang menginginkan kehidupan lamanya lagi bersama mantan dilatarbelakangi emosi-emosi yang tumbuh saat berpisah. Emosi-emosi itu membumbung, karena seseorang mengetahui kebiasaan yang dilakukan mantan. Satu di antaranya adalah kebiasaan ‘ingin tahu’ kehidupan mantan di masa sekarang alias kepo.

Dewasa ini, upaya tersebut semakin berkembang dengan semakin meningkatnya aktivitas warga internet di media sosial. Salah satunya adalah Facebook.

Tara C. Marshall, di jurnal Cyberpsychology, Behavior and Social Networking, turut membahas hubungan pasangan yang telah berpisah dengan penggunaan Facebook. Marshall menyatakan bahwa Facebook berpengaruh terhadap dinamika emosi pasangan yang telah putus/cerai.

Mantan pasangan yang masih berteman di Facebook mempunyai tekanan yang lebih besar dalam menghadapi perpisahan, emosi negatif yang lebih besar, hasrat seksual yang lebih tinggi, dan tingkat kerinduan terhadap mantan yang juga lebih besar. Sementara itu, mantan pasangan yang tidak berteman di Facebook cenderung lebih sehat menyikapi emosi-emosi yang timbul setelah perpisahan.

Berdasarkan informasi yang mereka terima melalui media sosial itu, kebanyakan pasangan mengembangkan motivasi mereka untuk rujuk. Mulai dari alasan klise “Dia sudah berubah,” sampai keyakinan bahwa tidak ada pengganti yang lebih baik lagi selain sang mantan.

Baca juga: Yang Perlu Dipikirkan Sebelum Kembali ke Pelukan Mantan

Related

Romance 7554011669447023284
item