Cryonics, Upaya Menghidupkan Kembali Orang Mati di Masa Depan

Cryonics, Upaya Menghidupkan Kembali Orang Mati di Masa Depan

Naviri Magazine - Seseorang mati saat ini, lalu tubuhnya dibekukan, untuk kemudian akan dihidupkan kembali di masa depan. Terdengar futuristik? Mungkin, hal semacam itu kadang kita temukan di film-film fiksi ilmiah. Namun, ternyata, upaya semacam itu sudah ada di dunia nyata, dan disebut cyronics.

Diam-diam, sudah banyak orang yang memilih untuk menjalani proses cyronics, mungkin karena berharap kelak dapat hidup kembali di masa depan.

Cryonics pertama kali diusulkan pada tahun 1960 oleh Profesor Robert Ettinger, melalui sebuah buku berjudul 'The Prospect of Immortality'. Dia jugalah orang yang kemudian mendirikan Cryonics Institute di Michigan, Amerika Serikat.

Sedangkan orang yang pertama kali menjalani prosedur cyronics ialah James Bedford, seorang profesor psikologi di Universitas California. Menurut Ripley, pada tahun 1967 beberapa jam setelah Bedford meninggal, tubuhnya dibekukan oleh Life Extension Society.

Percobaan terhadap Bedford dinyatakan gagal, sebab meski tubuhnya dapat diawetkan namun otaknya mengalami kerusakan permanen. Semenjak itu, para peneliti cyronics terus meningkatkan metodenya.

Percaya atau tidak, sekalipun peluang keberhasilan cyronics masih rendah, orang yang ingin mencobanya terus meningkat setiap tahun. Mengutip dari The Guardian, saat ini sekitar 300 orang dibekukan di Amerika, dan 50 di Rusia.

Biayanya tentu tak murah. Mereka yang tinggal di Amerika, menggunakan jasa Cryonics Institute atau Alcor, membayar sekitar Rp 2,67 miliar untuk pembekuan seluruh anggota tubuh, atau Rp 1,1 miliar untuk kepala saja.

Di Rusia relatif lebih murah, dengan prosedur cyronics dari KrioRus, cukup membayar Rp 481 juta untuk satu badan penuh. Jika yang dibekukan hanya kepala, biayanya turun setengahnya.

Penasaran, mengapa ada yang ingin diawetkan kepalanya saja? "Diharapkan agar isi otaknya 'diunduh' ke agen robotik di masa depan," tulis The Guardian.

Meski menakjubkan, tak sedikit aktivis kemanusiaan dan agamawan yang menentang cyronics. Mereka menganggap metode ini berpotensi merusak tatanan alam semesta yang natural, dan tentu saja memanipulasi kematian.

Baca juga: Upaya Sains Menghidupkan Kembali Orang Mati

Related

Science 4576216119866938280

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item