Kisah Kematian Raja Umberto I yang Sangat Aneh

 Kisah Kematian Raja Umberto I yang Sangat Aneh

Naviri Magazine - Pada tahun 1878, Raja Umberto I naik tahta di Italia, dan memerintah secara otoriter dan represif. Selama pemerintahannya, banyak terjadi kelaparan yang berbuntut aksi demonstrasi yang dilawan kekerasan tentara.

Ratusan petani tewas tertembak dalam berbagai aksi demonstrasi, dan hal tersebut menyulut kemarahan Gaetano Bresci, seorang warga Amerika asal Italia, yang memimpin koran radikal bernama “La Questano Sociale”.

Karena aksi kekerasan tak berperikemanusiaan yang terus dilakukan Raja Umberto I, Gaetano Bresci pun memutuskan untuk membunuhnya. Ia pulang ke Italia, dan kemudian menembak Raja Umberto hingga tewas. Atas aksinya tersebut, Bresci dihukum kerja paksa seumur hidup.

Satu hari sebelum tewasnya Raja Umberto I, terjadi peristiwa unik yang nyaris mustahil.

Malam hari, 28 Juli 1900, Raja Umberto masuk restoran di Monza, Italia, untuk makan malam, ditemani Jendral Emilio Ponzia. Pada waktu pemilik restoran menyambut mereka, Raja Umberto memperhatikan pemilik restoran itu memiliki kemiripan fisik dengannya. Raja Umberto pun kemudian mengajaknya berbincang, dan keduanya lalu takjub mendapati kesamaan mereka yang luar biasa.

Pemilik restoran itu bernama Umberto Santini. Ia lahir pada 14 Maret 1844, sama dengan tanggal lahir Raja Umberto. Keduanya memiliki istri yang sama-sama bernama Margherita, dan memiliki anak yang juga memiliki nama sama, Vittorio. Hari ketika Raja Umberto naik tahta bertepatan dengan hari Umberto Santini membuka restorannya.

Besoknya, 29 Juli 1900, ketika Raja Umberto tewas ditembak Gaetano Bresci, Umberto Santini juga tewas karena kecelakaan senjata api. Keduanya sama-sama tewas di Monza, Italia.

Baca juga: Kisah Caligula, Kaisar Romawi yang Paling Gila

Related

Insight 5859817156659756761

Recent

Hot In The Week

100 Artis Tercantik Indonesia Saat Ini

Naviri.Org - Ada banyak sekali artis wanita di Indonesia, khususnya artis musik, juga artis film dan sinetron. Selama bertahun-tahun, du...

item