Kisah Pria yang Berjalan Kaki Sendirian, Sejauh 40.000 Kilometer

 Kisah Pria yang Berjalan Kaki Sendirian, Sejauh 40.000 Kilometer

Naviri Magazine - Banyak orang punya keinginan berkeliling dunia, menyaksikan berbagai wujud kehidupan berbeda di berbagai belahan bumi. Namun, tidak semua orang punya kesempatan dan keberanian untuk melakukannya. Bisa karena memang tidak punya waktu, tidak punya biaya, atau pun alasan lainnya.

Kebanyakan orang yang berkeliling dunia umumnya menggunakan pesawat atau sarana transportasi lain. Tapi tidak dengan Masahito Yoshida.

Masahito Yoshida (32), seorang pria asal Jepang, berkeliling dunia tanpa menggunakan kendaraan apapun. Yoshida berkeliling dunia bermodalkan kaki alias hanya berjalan kaki. Untuk mengangkut barang-barang, ia membawa satu buah gerobak.

Perjalanan ia mulai pada tahun 2009. Dari kota asalnya di Tottori, Jepang, Yoshida berangkat ke Shanghai di China. Inilah titik awal perjalanannya berkeliling dunia dengan jalan kaki.

Dilansir dari situs berita Jepang, Mainichi, ternyata Yoshida ingin sekali bisa keliling dan melihat segala keindahan dunia. Jika menggunakan kereta atau pesawat, ia merasa akan kehilangan beberapa kesempatan, seperti kota yang terisolasi di dunia, dan penduduknya.

Untuk itu, Yoshida memutuskan untuk berjalan kaki. Tujuan pertamanya adalah Cape Roca di Portugal. Ia berhasil sampai di sana, setelah berjalan 16.000 km melalui Asia Tengah dan Eropa.

Kemudian dia lanjut ke Amerika, menggunakan pesawat. Di sana, Yoshida menghabiskan waktu satu tahun, dan berjalan selama 6.000 km dari Kota Atlantik, New Jersey, menuju Vancouver di Kanada.

Pada akhirnya di tahun 2011, Yoshida kehabisan uang. Agar tetap bisa melanjutkan petualangan, pria Jepang ini mulai kerja sampingan.

Setelah dirasa cukup uang, Yoshida melanjutkan perjalanan ke Melbourne, Australia. Kemudian ia melangkah ke utara, tepatnya ke Darwin, lalu ke Singapura, dan kembali ke Shanghai, China.

Jika dihitung, Yoshida telah berjalan sejauh 40.000 km. Ia pun telah menghabiskan 7 pasang sepatu.

"Ada saatnya saya merasa dalam keadaan berbahaya, tapi perjalanan ini menunjukkan kepada saya, kalau ada banyak orang baik," kata Yoshida.

Setelah sampai rumah, Yoshida pun berharap bisa membawa anjingnya berjalan-jalan. Tak hanya itu, ia juga berharap bisa berjalan ke Amerika Selatan, lanjut ke Kutub Utara.

"Sebenarnya saya ingin mengunjungi seluruh benua di dunia," tutupnya.

Baca juga: Sendirian, Wanita Ini Hidup 1 Tahun di Hutan untuk Uji Nyali

Related

World's Fact 5120921940277770448

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item