Proyek Rahasia NASA Dalam Mencegah Datangnya Kiamat

Proyek Rahasia NASA Dalam Upaya Mencegah Datangnya Kiamat

Naviri Magazine - Kiamat adalah istilah terkenal yang biasa digunakan untuk mengilustrasikan akhir riwayat bumi, ketika planet ini mengalami kehancuran parah, hingga semua orang di dalamnya mati. Dalam hal itu, para ilmuwan terus berpikir mengenai apa saja yang mungkin akan menghancurkan bumi.

Mereka terus mengembangkan berbagai prediksi dan skenario tentang datangnya kiamat, hari ketika kehancuran bumi benar-benar terjadi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah serangan asteroid, yang nantinya akan menabrak dan menghancurkan bumi. Karena, jika asteroid berukuran raksasa datang dan menabrak bumi, hasilnya juga kiamat. Bumi akan hancur, dan makhluk hidup di dalamnya akan musnah.

Berbagai perhitungan tentang asteroid pun terus dikembangkan. Bahkan, badan antariksa milik Amerika Serikat, NASA, tengah berencana membuat pesawat nuklir besar untuk meledakkan asteroid yang berada di orbit bumi.

Sekilas, rencana NASA tersebut mirip kisah dalam film "Armageddon", yang dirilis tahun 1998 lalu. NASA mengumumkan rencana misi mitigasi asteroid tersebut dengan nama Hammer (Hypervelocity Asteroid Mitigation Mission for Emergency Response).

Rencananya, badan antariksa AS itu membuat 8 pesawat ruang angkasa, yang bisa menangkis batuan antariksa.

Sebelumnya, NASA sempat menyebut bahwa sebenarnya telah terlambat untuk "menyerang" asteroid yang masuk ke dekat orbit bumi. Tarutama untuk membuat program besar di seluruh dunia terkait hal ini.

Tahun lalu, sebuah asteroid berukuran 30 meter bernama 2012TC4 berada dalam jarak 43.780 kilometer dari Antartika. Jarak itu disebut para astronom dengan "nyaris dekat".

Sebagai perbandingan, jarak Bumi dan Bulan sekitar 384.400 kilometer. Dengan kata lain, asteroid yang mendekat ke bumi tahun lalu sudah masuk ke kategori "berbahaya".

Dalam rencana yang diterbitkan di jurnal Acta Astronoutica, NASA bersama National Nuclear Security Administration telah menghitung waktu dan muatan yang diperlukan, untuk menghancurkan asteorid Bennu yang memiliki luas sekitar 487 meter.

Sebenarnya, NASA telah memiliki sebuah pesawat tempur luar angkasa pada rute asteroid tersebut. Pesawat itu juga telah mengambil sampel dan memantau asteroid sejak ditemukan pada 1999.

Asteroid Bennu merupakan salah satu benda angkasa yang masuk kategori Near Earth Object (NEO). Asteroid ini juga punya potensi risiko menabrak bumi.

Dante Lauretta, profesor ahli ilmu planet di Lunar and Planetary Laboratory, University of Arizona, menyebut bahwa dampak tabrakan asteroid ini dengan bumi akan menghasilkan energi yang besar.

"Dampaknya akan melepaskan energi setara dengan 1.450 megaton TNT," kata Lauretta, dikutip dari The Telegraph. "Sebagai perbandingan, bom fisi yang digunakan dalam Perang Dunia II memiliki pelepasan energi sekitar 20 kiloton TNT, dan senjata nuklir paling kuat yang pernah diledakkan, the Russian Tsar Bomba, memiliki hasil 50 megaton."

Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa bumi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuat rencana pencegahan. Para ahli juga menghitung, butuh 7,4 tahun dari Hammer selesai dibuat, untuk akhirnya pesawat tersebut mencapai dan meledakkan asteroid.

Meski begitu, NASA bukan satu-satunya yang ingin mencegah terjadinya "kiamat". Tim peneliti Rusia dari Rosatom, sebuah perusahaan energi nuklir negara tersebut, dan Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT), mengumumkan rencana serupa. Mereka juga punya misi untuk mencegah datangnya kiamat.

Baca juga: 1000 Tahun Lagi, Manusia Tidak Bisa Tetap Tinggal di Bumi

Related

Science 2779191134829873388
item