Dampak Negatif Media Sosial Terkait Hubungan Cinta

Dampak Negatif Media Sosial Terkait Hubungan Cinta

Naviri Magazine - Media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan yang lain, memiliki kemampuan mempertemukan orang-orang yang mempunyai kesamaan minat, lalu saling tertarik, berkenalan, hingga menjalin hubungan. Dari hubungan pertemanan sampai hubungan yang lebih serius. Kenyataannya, ada orang-orang yang mendapatkan pasangan hidup melalu media sosial. Dalam hal itu, media sosial memiliki peran positif.

Namun, di sisi lain, media sosial juga memiliki sisi negatif, khususnya terkait hubungan yang dijalani antarpasangan.

Menurut psikiater dan penulis dari New York, Marlynn Wei M.D., J.D. dalam artikel bertajuk “How To Keep Social Media From Complicating Your Relationship” di Psychology Today, kehadiran media sosial bisa saja menimbulkan efek buruk bagi seseorang. Pasalnya, hal ini kerap digunakan untuk mencari informasi terkait pasangan dan mengawasinya.

Kegiatan mengawasi pasangan dapat mendatangkan stres ketika seseorang berusaha menginterpretasi informasi yang diperolehnya dari media sosial. Semakin tinggi tingkat ketidakpastian dalam hubungan serta level ketakutan akan masa depan relasi, dan semakin rapuh ikatan emosional dengan pasangan, semakin mungkin ia merasakan tekanan saat mendapati informasi-informasi di media sosial mengenai pasangannya.

Mengutip studi-studi terdahulu, Wei menyatakan masih ada perdebatan soal efek penggunaan media sosial. Ada yang menganggap, intensitas tinggi pengaksesan Facebook berhubungan dengan kecemburuan. Ada pula penelitian yang menemukan bahwa penggunaan Twitter secara aktif berimbas pada konflik terkait media sosial tersebut, termasuk peningkatan ketidaksetiaan, putus hubungan, dan perceraian.

Kendati demikian, menurut Wei, sulit untuk mengidentifikasi apakah kandasnya relasi benar-benar disebabkan oleh penggunaan media sosial, kondisi relasi pasangan yang memang telah rapuh akibat komunikasi yang buruk, atau kombinasi keduanya.

Terkait pola komunikasi, media sosial dianggap berperan dalam menggeser cara orang-orang berinteraksi dengan pasangannya. Dalam situs The Digital Age dari University of New South Wales dinyatakan, aktivitas di media sosial mengurangi intensitas berinteraksi dengan orang-orang di kehidupan nyata.

Cukup sering ditemukan, pasangan berlibur ke suatu tempat, lantas lebih sibuk mengabadikan gambar dan memublikasikannya di media sosial untuk mendulang jempol dan komentar. Alih-alih menikmati waktu berkualitas dengan pasangan, seseorang malah berfokus di media sosial untuk berinteraksi dengan orang-orang di luar pasangannya. Situasi relasi bisa kian memburuk bila pasangan kecanduan mengakses media sosial.

Banyaknya publikasi dan interaksi yang telah terjadi di media sosial dikatakan pula menjadi penyebab kurangnya bahan perbincangan di ranah kehidupan nyata, karena sebagian besar hal tentang seseorang telah diketahui dari media sosial.

Apa efek berikutnya yang timbul dari intensitas tinggi interaksi di media sosial?

Ketika intensitas berinteraksi secara offline menurun, kadar empati seseorang pun turut tereduksi. Selain itu, media sosial yang memungkinkan seseorang mengekspresikan like atau emoji-emoji yang mengekspresikan apresiasi juga menjauhkannya dari reaksi asli terhadap suatu kejadian atau situasi.

Tidak semua orang yang memberi jempol atau memberi sticker tertawa benar-benar suka atau merasa terhibur oleh sesuatu yang diunggah orang lain di media sosial.

Efek negatif dari media sosial terhadap relasi juga terlihat dari temuan Pew Research Center tahun 2014. Sebanyak 25% responden mengatakan, mereka kerap mendapati pasangan terdistraksi oleh ponselnya saat mereka sedang bersama, 8% responden pernah mengalami pertengkaran dengan pasangan terkait waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas online, dan 4% responden pernah marah akibat mendapati sesuatu mengenai aktivitas pasangannya di dunia virtual.

Kemudian, dari studi yang dimuat di jurnal Computers in Human Behavior (2014) dikatakan, kemudahan untuk mencari informasi soal orang lain di media sosial seperti Facebook juga membuka peluang untuk berselingkuh hingga akhirnya bercerai dengan pasangannya.


Related

Romance 6155322914092531500

Recent

item