Kisah dan Sejarah Diskriminasi Ras di Amerika Serikat

Kisah dan Sejarah Diskriminasi Ras di Amerika Serikat

Naviri Magazine - Amerika di masa lalu adalah negara yang sangat rasis, dan hal itu ditunjukkan dengan adanya pemisahan antara ras kulit putih dan kulit hitam. Karenanya, pada 28 Agustus 1963, ratusan ribu warga kulit hitam di Amerika melakukan demonstrasi, menuntut kesetaraan hak.

Salah satu bentuk diskriminasi ras di Amerika waktu itu adalah menempatkan orang kulit hitam di belakang kulit putih. Saat naik bus umum, misalnya, warga kulit hitam harus duduk di bagian belakang, tidak boleh di depan. Sampai kemudian, ada seorang wanita kulit hitam yang menolak peraturan tersebut. Ia tetap memaksa duduk di bagian depan.

Ia mengatakan, “Kalau saya duduk di belakang, maka artinya saya akan membiarkan anak cucu saya duduk di belakang. Lebih baik saya mati daripada melihat itu terjadi.”

Aksi demonstrasi menuntut kesetaraan hak itu akhirnya berhasil, dimotori oleh Martin Luther King, seorang pemimpin gerakan kulit hitam.

Dia dikenang dengan pidatonya yang fenomenal, yang belakangan dikutip oleh Presiden Barrack Obama, saat memimpin Amerika, “I have a dream. That my four little children will one day live in a nation, where they will not be judged by the color of their skin, but by the content of their character.”

Kisah diskriminasi ras di Amerika tersebut telah diangkat ke film, berjudul “A Ripple of Hope”.

Baca juga: Auschwitz, Kamp Pembantaian Yahudi Paling Mengerikan

Related

World's Fact 1071278022222325095

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item