Mengenal Efek Bokeh pada Kamera Foto

Mengenal Efek Bokeh pada Kamera Foto

Naviri Magazine - Dalam fotografi, istilah yang saat ini kerap disebut-sebut adalah bokeh atau efek bokeh. Sebagian orang yang sudah akrab dengan kamera dan dunia fotografi mungkin sudah biasa pula dengan hal ini. Namun, bagi yang belum akrab dengan kamera dan fotografi, mungkin masih bertanya-tanya apa itu efek bokeh.

Menurut The Telegraph, bokeh adalah fenomena optik yang menjadi ciri khas sebuah lensa, di mana unsur titik bercahaya yang berada di luar area fokus membentuk lingkaran kurang jelas tapi menarik perhatian dalam foto. Singkat kata, bokeh adalah cara lensa melukiskan titik-titik cahaya di luar area fokus.

Bokeh berasal dari bahasa Jepang, boke, yang secara harafiah berarti blur atau buram. Sumber lain mengatakan, asal kata bokeh adalah boke-aji (Jepang) yang memiliki arti kualitas blur atau blur quality.

Bokeh pertama kali dipopulerkan oleh Mike Johnston, editor majalah Photo Techniques, pada 1997. Menurut situs luminous-landscape.com, Johnston pertama kali belajar tentang bokeh dari seorang teman bernama Carl Weese.

Ia bercerita bahwa Weese mempelajari bokeh dari Oren Grad, lulusan doktor yang paham bahasa Jepang. Karena kemampuannya ini, Grad dapat membaca majalah foto Jepang dan berkenalan dengan efek bokeh.

Johnston kemudian menerbitkan tiga artikel tentang bokeh pada Majalah Photo Techniques edisi Maret/April 1997. Masing-masing artikel ditulis oleh John Kennerdell, Oren Grad, dan Harold Merklinger. Menurut Johnston, majalah edisi tersebut terjual habis. Oleh Johnston, kata boke kemudian ditambahkan dengan huruf “h” sebab orang kerap mudah salah ketika mengucapkan “boke”. Jadilah kata boke dikenal dengan bokeh hingga sekarang.

Bentuk bokeh bisa bermacam-macam, tergantung pada bilah (blades) pada diafragma lensa. Nasim Mansurov, fotografer profesional asal Colorado, mengatakan lensa yang memiliki tujuh bilah lurus di diafragma akan menghasilkan bokeh berbentuk segi tujuh (heptagon). Sementara itu, lensa yang mempunyai sembilan bilah pada diafragma bakal menciptakan bokeh berbentuk bulat.

Mansurov berkata bahwa bokeh dibedakan menjadi dua, yakni bokeh baik dan buruk. Menurutnya, bokeh yang baik adalah blur yang terbentuk lembut dengan lingkaran-lingkaran cahaya, tanpa tepian kasar. Bokeh jenis ini enak dilihat dan menambah keindahan komposisi sebuah foto. Sebaliknya, bokeh yang buruk terdiri dari lingkaran cahaya dengan tepian tajam, sehingga tak sedap dipandang mata.

Terciptanya bokeh ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain bokeh gampang muncul jika fotografer menggunakan bukaan diafragma lebar.

Diafragma (aperture) adalah bukaan lensa kamera yang berfungsi untuk mengatur banyak cahaya yang masuk, dan mengendalikan ruang tajam pada foto (Depth of Field atau DOF).

Bukaan besar pada diafragma membuat kedalaman ruang menjadi tipis, sehingga latar belakang menjadi buram. Sebaliknya, bukaan diafragma yang kecil membikin latar dan subjek atau objek pada foto menjadi tajam, karena berada dalam ruang fokus.

Bukaan diafragma di kamera dilambangkan dengan simbol huruf “f”. Di bagian badan lensa, pengguna kamera akan menemukan angka diafragma seperti f/1, f/1.4, f/2, f/4, f/5.6, f/8, f/16, f/22, dan seterusnya.

Enche Tjin menjelaskan, ada perbedaan mencolok antara angka dan ukuran bukaan diafragma. Ia mengatakan, angka kecil pada diafragma (misal f/1) merujuk pada bukaan yang besar pada lensa. Sebaliknya, angka besar diafragma (misal f/22) menunjukkan bukaan kecil pada lensa.

Selain bukaan diafragma, bokeh semakin mudah tercipta pada lensa dengan jarak fokus (focal length) panjang. Mario dan Wahyu mencontohkan lensa dengan jarak fokus 200 mm menghasilkan bokeh yang lebih dominan, dibanding lensa dengan jarak fokus pendek (misal 18 mm).

Bokeh juga lebih banyak muncul pada foto jika subjek atau objek berada lebih dekat dengan lensa. Terakhir, Mario dan Wahyu berkata ukuran sensor kamera menentukan bokeh yang ada dalam foto. Untuk lebar sudut pandang yang sama, bokeh semakin dominan muncul pada kamera dengan ukuran sensor yang besar.

Meski begitu, Mansurov menjelaskan bahwa bokeh yang apik biasanya muncul pada lensa fiks, atau lensa yang memiliki panjang fokus tetap berkualitas unggul.

Selain itu, bokeh juga dominan ada pada foto, jika fotografer menggunakan lensa zoom profesional dengan penamaan angka diafragma kecil (bukaan semakin lebar). Berbeda dengan lensa fiks, lensa zoom adalah lensa yang mempunyai rentangan panjang fokus, misalnya 18-55 mm atau 80-200 mm.

Baca juga: Kisah Lahirnya Kamera Modern Pertama di Dunia

Related

Technology 4329021514950700156
item