Manfaat Tak Terduga di Balik Makanan Pedas

Manfaat Tak Terduga di Balik Makanan Pedas

Naviri Magazine - Rata-rata orang suka makan makanan pedas, meski tingkat ketahanan terhadap rasa pedas bisa berbeda-beda. Ada yang mampu mengonsumsi sambal dengan tingkat pedas tinggi, ada pula yang hanya mampu menahan sambal dengan pedas tingkat rendah atau menengah. Yang jelas, rata-rata orang, khususnya di Indonesia, menyukai rasa pedas.

Asal dikonsumsi dalam batas wajar, dalam arti tidak terlalu banyak atau dalam batas normal, rasa pedas sebenarnya memberi manfaat. Dalam riset yang dilakukan oleh Purdue University pada 2011, disebutkan, mengonsumsi makanan pedas mungkin bisa membantu kerja metabolisme tubuh.

Studi mereka menyebutkan bahwa mengonsumsi maknan pedas juga membantu pembakaran kalori. Cabai juga mengandung antioxidan yang membantu mencegah penuaan dini, sementara cabai segar maupun kering merupakan bumbu yang bisa membuat makanan lebih enak dimakan.

Riset lain yang dilakukan oleh Nadia Byrnes dan John Hayes, peneliti dari Pennsylvania State University's College of Agricultural Sciences, mengindikasikan kaitan antara kegemaran orang makan pedas dan karakteristik kejiwaan mereka.

Mereka menemukan ada kaitan antara penikmat pedas dengan pencari tantangan, terutama tantangan di taman bermain. Orang yang suka makanan pedas cenderung lebih terbuka terhadap tantangan, dan agresif dalam menghadapi tantangan.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Paul W. Sherman dan Jennifer Billing, yang dipublikasikan di Oxford Journal, masakan Indonesia yang pedas mempunyai kemiripan dengan Sichuan.

Dalam jurnal berjudul Darwinian Gastronomy: Why We Use Spices disebutkan, penggunaan cabai atau material pedas lainnya merupakan konsumsi harian sebagian besar masyarakat Indonesia dan Sichuan. William Wongso, pakar kuliner Indonesia, menyebut cita rasa pedas merupakan identitas kultural dari satu daerah di Indonesia.

Makanan seperti masakan Padang terasa tidak lengkap tanpa sambal cabai hijau. Hidangan Ayam Woku, makanan khas Manado, mempunya ciri khas pedas yang gurih, atau sambal terasi di Jawa yang memiliki cita rasa berbeda setiap daerahnya.

Masyarakat Indonesia memiliki konsumsi yang tinggi terkait cabai, tercatat untuk konsumsi tertinggi cabai merah, terjadi pada 2012 sebesar 0,32 ons per kapita per tahun, dan untuk konsumsi cabai rawit tertinggi terjadi pada 2012 sebesar 0,27 ons per kapita per tahun.

Menariknya, pada 2015, ketika harga cabai sangat mahal, konsumsi cabai rawit dan cabai merah hanya 0,06 ons per kapita per tahun.

Baca juga: Rasa Pedas, Bikin Sakit Sekaligus Bikin Kecanduan

Related

Science 5323723936319743444

Recent

item