Menunggu Seumur Hidup untuk Bisa Kawin, Kemudian Mati

Menunggu Seumur Hidup untuk Bisa Kawin, Kemudian Mati

Naviri Magazine - Ada hewan-hewan yang hidupnya hanya untuk menunggu masa kawin, lalu mati. Tujuan mereka hanya beregenerasi, memiliki keturunan agar spesies mereka tidak punah, meski mereka sendiri mati. Hewan-hewan semacam itu disebut semelparous.

Menurut para peneliti, kondisi yang dialami para hewan semelparous bukan bentuk kecacatan evolusi, tapi memang karakteristik fitur mereka. Hewan-hewan itu mengumpulkan energi dan tenaga sebanyak-banyaknya untuk bisa bertahan selama mungkin, melewati ritual kawin mereka.

Namun tetap saja, mereka memang secara alami harus mati setelah kawin. Meski begitu, hewan semelparous terkenal beranak atau bertelur dalam jumlah banyak, sehingga kematian mereka tidak lantas mengancam populasi spesiesnya. Berikut ini enam hewan yang bisa dibilang hidup untuk menungugu masa kawin, kemudian mati.

Antechinus, puas kawin lalu mati

Hewan yang tampak lucu ini terkenal karena sangat lama berhubungan seks, sampai mati. Pejantan akan menghabiskan 14 jam sehari khusus untuk kawin. Mereka tidak kawin untuk menikmatinya, tapi untuk menghabiskan sperma. Setelah itu, mereka akan mati.

Lebah drone, kawin dan mati demi ratunya

Lebah drone jantan hidup hanya untuk kawin dengan ratunya. Mereka akan mambantu dalam urusan sarang, tapi sebagian besar waktu hanya menunggu musim kawin. Beberapa dari mereka kawin dengan ratunya secara berurutan, kemudian semuanya mati.

Salmon pasifik, mati setelah bereproduksi

Salmon dikenal bermigrasi untuk bertelur, melompat-lompat di air terjun kecil, dan berenang melawan arus untuk mencapai tujuan lokasinya. Sekali mereka bereproduksi, betinanya akan mati hampir segera. Sedangkan pejantan akan hidup lebih lama, untuk melindungi telur-telur mereka.

Kemudian, pejantan akan mati juga karena tidak makan selama berada di air tawar. Mereka bergantung pada energi yang sudah disimpan. Begitu energi mereka habis, habis juga nyawa mereka.

Gurita yang mati menjaga telur-telurnya

Graneledone boreopacifica adalah gurita yang hidup ribuan kaki di bawah air, dan menghabiskan waktu hidupnya dengan kelaparan, demi menjaga telur-telurnya.

Sebuah tim riset memonitor induk gurita ini selama 53 bulan. Sepanjang waktu itu, gurita ini tidak makan dan tidak berbuat apapun, selain menjaga telur-telurnya. Kemudian gurita betina ini akan mati.

Parasit bersayap bengkok yang mati demi keturunannya

Parasit betina akan menanamkan diri di dalam serangga lain, seperti lebah atau tawon, dengan hanya “daerah anterior” (pantatnya) menonjol keluar. Parasit jantan kemudian datang, mengisolasinya, dan terbang menjauh. Dia mati segera, setelah hidup beberapa jam pasca-menetas. Kemudian, betina menetaskan anak-anaknya, dan bayinya memakannya dari dalam.

Chameleon (bunglon) Labord mati setelah bertelur

Setiap tahun, seluruh populasi bunglon Labord bertambah dan mati. Mereka hidup selama empat atau lima bulan, dari November hingga Februari atau Maret, ketika mereka tumbuh besar, kawin, bertelur, dan akhirnya mati.

Mereka hanya hidup di pulau Madagaskar, di bagian hutan kecil. Mereka juga menghabiskan sebagian besar hidup mereka sebagai telur. Jadi, sementara spesies ini berhasil bertahan, keberadaannya tidak banyak diketahui dunia luas.

Baca juga: Di Dunia Bonobo, Semua Masalah Bisa Diselesaikan dengan Seks

Related

Science 4703055810012425403
item