Mengenal AAC, Format Musik Baru yang Menggantikan Mp3

Mengenal AAC, Format Musik Baru yang Menggantikan Mp3

Naviri Magazine - Apa format musik yang biasa kamu nikmati di komputer? Kemungkinan besar adalah mp3. Biasanya, format musik mp3 dinikmati melalui pemutar semacam Winamp atau semacamnya. Selain di komputer, format musik mp3 juga banyak dinikmati di ponsel atau di perangkat lain.

Namun kini hak paten mp3 telah berakhir dan tidak diperpanjang. Selain itu, kini juga ada format lain yang diperkirakan akan menggantikan mp3 di masa mendatang.

Sejak beberapa tahun terakhir, dunia audio memang mengalami kemajuan yang cepat. Ini dibarengi dengan semakin banyak orang yang "rewel" tentang kualitas suara. Para hipster kembali menggali harta karun audio berupa piringan hitam. Membuat mp3 mulai ditinggalkan.

Fraunhofer, perusahaan riset yang bermarkas di Jerman—negara dengan produk-produk audio kualitas wahid selain Jepang—menyadari betul hal ini. Mereka terus mengembangkan format-format audio baru yang disiapkan untuk menggantikan mp3.

Salah satunya adalah Advanced Audio Coding (AAC). Teknologi ini sebenarnya tidak baru, sudah dirilis sejak 1997, namun baru disempurnakan belakangan. Menurut Karlheinz Brandenburg dari Fraunhofer, format AAC bisa menghasilkan kualitas lebih baik ketimbang mp3, dengan ukuran bit rate yang sama.

Saat ini, AAC adalah format standar yang dipakai di YouTube, Nintendi DSi, Playstation 3, hingga berbagai jenis produk Apple semisal iPhone, iPod, atau iPad. Juga di layanan streaming seperti Spotify.

Seiring hak paten mp3 yang tak diperpanjang, dan berbagai layanan digital sudah menggunakan format AAC sebagai standar, maka bisa dibilang ini adalah akhir perjalanan mp3. Direktur Fraunhofer, Bernhard Grill, mengatakan format AAC sebagai "standar de facto untuk unduhan musik dan video di ponsel, karena lebih efisien ketimbang mp3, dan menawarkan lebih banyak fungsi."

Namun ini bukan akhir dari format mp3. Hanya izin patennya yang tidak diperpanjang. Meski pengguna AAC sudah banyak, pengguna mp3 juga tak kalah banyak. Fraunhofer mengatakan bahwa mp3 masih amat populer saat ini, dan diprediksi masih akan demikian hingga beberapa tahun ke depan.

Ini bukan kiamat tentu saja. Hanya mungkin akan melahirkan nostalgia bagi para pecinta mp3. Mereka yang kagum akan teknologi baru yang memungkinkan file musik jadi mudah dibagi. Atau bagi mereka yang melewati harinya dengan memutar lagu format mp3 di Winamp.

Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Video Klip di Dunia Musik

Related

Music 7365519853755527599
item