Asal Usul Mp3, Format Musik Paling Populer di Dunia

Asal Usul Mp3, Format Musik Paling Populer di Dunia

Naviri Magazine - Siapa pun yang biasa menikmati musik di komputer atau perangkat digital, hampir bisa dipastikan akan mengenal mp3, format atau ekstensi musik yang paling populer dan paling banyak digunakan di dunia. Sejak era 1990-an, mp3 sudah populer, dan popularitasnya terus berlangsung dari tahun ke tahun, digunakan di komputer serta di berbagai perangkat lain.

Belakangan, pada 20 Desember 2013, Fraunhofer Institute, pemilik lisensi mp3, mengumumkan akan menghentikan lisensinya.

Dalam rilis resminya, Fraunhofer menyatakan, "Meski ada beberapa format audio yang lebih canggih hari ini, mp3 masih amat populer di kalangan para pemakai. Namun, sebagian besar layanan media seperti streaming atau tv dan siaran radio sudah menggunakan codecs IS0-MPEG modern, seperti di kelompok AAC atau MPEG-H di masa depan. Format baru itu bisa memberikan fitur audio yang lebih baik, dan dengan ukuran yang lebih kecil ketimbang mp3."

Begitu saja akhir paten dari mp3, format musik yang pernah jadi paling populer.

Sejarah panjang mp3

Secara sederhana, mp3 dapat diartikan sebagai format audio yang telah dikompres, sehingga ukurannya menjadi lebih kecil. Format ini menghilangkan komponen audio yang tidak begitu kentara bagi pendengaran manusia. Kelemahannya, suara mp3 tidak sebagus format audio asli.

Jika dibandingkan dengan file audio dari CD, kompresi mp3 bisa mengecil antara 75 hingga 95 persen. Menurut situs Digital Preservation, ukuran bit umum mp3 adalah 128 kbit/s. Dengan kompresi 91 persen, ukuran file audio bisa mengecil tinggal 9 persen dari format asli dari CD. Bit rate ini bisa menentukan kualitas mp3. Semakin besar angka bit-nya, semakin bagus kualitas suaranya.

Format mp3 dibuat oleh Moving Picture Expert Groups (MPEG). Ini adalah kelompok yang terdiri dari beberapa pakar, dan merupakan pihak yang berwenang untuk membuat standar audio dan kompresi video. Kelompok ini dibentuk pada 1988. Saat ini ada 350 anggota yang terdiri dari berbagai kalangan. Mulai pakar suara, institusi riset, pekerja industri, hingga kampus.

Jika mau merujuk jauh ke belakang, mungkin ide awal menghilangkan bagian-bagian yang tak tertangkap indera pendengaran manusia berawal dari 1894. Saat itu, fisikawan Alfred Mayer melaporkan bahwa sebuah nada bisa tidak terdengar oleh telinga, jika ada nada yang lebih rendah. Penemuan Mayer kemudian mengilhami para ahli suara di MPEG untuk menghapus bagian-bagian yang kurang tertangkap telinga manusia.

Meski dianggap inferior soal kualitas suara, format mp3 sukar dibendung. Ia punya penggemar setia. Sebab format inilah yang membuat musik jadi lebih mudah dibagi. Saat Fraunhofer resmi merilis nama .mp3 pada 14 Juli 1995, dunia musik berputar lebih cepat. Dengan segera, format ini dipakai di seluruh dunia.

Format mp3 kemudian memicu banyak lahirnya produk audio digital. Mulai dari Sony Walkman, iPod, Dell DJ, Microsoft Zune, hingga Philips GoGear.

Ada beberapa alasan kenapa format mp3 bisa sangat populer. Saat itu, kapasitas penyimpanan belum sebesar sekarang. Disket hanya berukuran beberapa ratus kilobyte. Sementara flash disk belum ada. Karena ukurannya yang kecil, mp3 amat cocok pada masa itu. Orang bisa menyimpan lagu dalam jumlah banyak dengan ukuran mini.

Baca juga: Musik Mp3 dan Kisah Napster Melawan Perusahaan Rekaman

Related

Music 7102961343492720784
item