Boris Pasternak dan Konspirasi di Balik Novel Karyanya

Boris Pasternak dan Konspirasi di Balik Novel Karyanya
Naviri Magazine - Boris Leonidovich Pasternak adalah penulis asal Sovyet yang menulis novel berjudul Doctor Zhivago. Novel itu dilarang beredar di negaranya sendiri, gara-gara dianggap mengandung kritik terhadap sosialisme Uni Sovyet.

Pada 1957, naskah Doctor Zhivago diselundupkan ke Italia, dan diterbitkan di sana. Setahun kemudian, edisi bahasa Inggrisnya terbit dan menjadi bestseller di seluruh dunia. Atas novel itu pula, Boris Pasternak dianugerahi penghargaan Nobel.

Sejak novel itu menjadi tenar dalam waktu singkat, juga dipicu publikasi raihan Nobel Sastra untuk Pasternak, banyak orang curiga jika ada tangan CIA bermain di belakangnya.

Kelak, ketika dokumen-dokumen rahasia CIA dari tahun 1950-an diungkap ke publik, kecurigaan itu terbukti. CIA merekayasa kampanye lewat jalur kultural untuk membongkar kehidupan sehari-hari di bawah rezim komunis.

“Proyek Zhivago adalah salah satu program penerbitan yang dibekingi CIA, meliputi penyebaran buku-buku terlarang, pamflet, dan bahan-bahan lain karya para intelektual di Uni Sovyet dan Eropa Timur,” kata dokumen tersebut.

Setelah Nobel Sastra untuk Pasternak diumumkan pada 1958, Pemerintah Sovyet bertindak cepat dengan melarangnya pergi ke Stockholm. Pelarangan ini disertai ancaman: jika Pasternak tetap nekat pergi, ia tidak boleh kembali lagi ke negaranya.

Pasternak tak punya pilihan selain menuruti ultimatum rezim. Dalam suratnya kepada pemimpin tertinggi Uni Sovyet, Nikita Kruschev, ia mengatakan: “Bagi saya, meninggalkan tanah air sama saja seperti kematian. Saya terikat pada Rusia karena lahir, hidup, dan bekerja di sana.”

Baca juga: The Jungle, Novel yang Mengubah Industri Perdagangan di Amerika

Related

Figures 6797845901985528582
item