Bumi Terancam Hantaman Asteroid Raksasa Pada Tahun 2029

Bumi Terancam Hantaman Asteroid Raksasa Pada Tahun 2029

Naviri Magazine - Bumi yang kita tinggali adalah planet yang berada di alam semesta yang amat luas. Selain bumi, ada banyak planet lain di luar sana, dengan berbagai kondisi yang bisa jadi jauh berbeda dengan bumi.

Yang jelas, karena berada di tengah alam raya yang amat luas, bumi rentan mengalami timbunan atau tabrakan dengan benda-benda lain dari luar angkasa. Satu yang paling mengancam adalah tabrakan dengan asteroid.

Pada 2004, misalnya, sebuah asteorid ditemukan, dan asteroid itu akan menjadi ancaman bagi bumi pada 2029. Kenyataan itu ditegaskan oleh Direktur Institut Astronomi di Rusia. Boris Shustov, pada forum internasional mengenai luar angkasa, mengemukakan bahwa asteroid Apophis, yang akan melintasi orbit bumi pada 2029 dengan jarak 27.000 kilometer, karena sesuatu hal, dapat menghantam bumi pada 2029.

Ledakannya dapat melebihi ledakan Tunguska pada 30 Juni 1908, yang merusak lahan seluas 2.150 kilometer persegi di Rusia, dan merobohkan lebih dari 80 juta pohon di kawasan Krasnoyarsk di Siberia.

Ledakan di udara yang berasal dari meteor itu kekuatannya diperkirakan antara 10 dan 20 megaton TNT, setara dengan seribu kali bom atom Hiroshima. Ledakan itu dapat menimbulkan gelombang kejut sekitar 5,0 pada Skala Richter.

Asteroid itu tampaknya tidak akan seperti cerita-cerita di film Hollywood, karena teknologi modern memungkinkan orbit asteroid itu dikoreksi menggunakan sebuah satelit kecil, kata Shustov.

“Meledakkan asteroid adalah langkah yang kurang bisa diperhitungkan, dan satu pendekatan lain yang lebih hati-hati telah tersedia sekarang,” katanya.

Dia mengatakan, sebuah mikrosatelit yang berisi 10 liter bahan bakar dapat memperbaiki jalur benda luar angkasa itu.

Sebelumnya, sebuah benda misterius yang diyakini sebagai meteor, jatuh ke bumi di kawasan terpencil di Peru, dan mengakibatkan kawah berdiameter 30 meter dengan kedalaman 6 meter. Para penduduk setempat, termasuk polisi yang mengumpulkan contoh dari lokasi kejadian, mengeluh muntah-muntah dan mual.

Baca juga: Sejarah Manusia Pertama yang Hidup di Australia 

Related

Science 1074561593428114465

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item