Dajjal Sudah Ada Sejak Lama, tapi Sosoknya Masih Tersembunyi

Dajjal Sudah Ada Sejak Lama, naviri.org Naviri Magazine

Naviri Magazine - Umat Islam percaya bahwa kelak di bumi akan muncul sosok yang menjadi salah satu tanda dekatnya kehidupan dengan kiamat. Sosok itu adalah Dajjal. Ketika Dajjal sudah muncul di muka bumi, ia akan menciptakan kerusakan, merayu umat manusia untuk menjadi pengikutnya, hingga kemudian tak lama setelah itu akan datang hari kiamat.

Jadi, di manakah Dajjal saat ini?

Menurut riwayat sahih yang disebutkan dalam kitab “Shahih Muslim”, Dajjal sudah ada sejak lama. Ia dirantai di sebuah pulau, dan ditunggui oleh seekor binatang bernama “Al-Jassasah”.

Terdapat hadis panjang mengenainya. Melalui hadis itu, jelaslah bagi kita bahwa Dajjal telah ada, dan ia menunggu masa yang diizinkan oleh Allah SWT untuk keluar menjelajah permukaan bumi, dan tempat “transitnya” itu ialah di sebelah Timur.

Ada pendapat mengatakan, sekarang Dajjal tinggal di kerajaan iblis dan jin di Segitiga Bermuda, dan selalu keluar dengan menaiki kendaraan piring terbang yang dikenali sebagai UFO, dan senantiasa berurusan dengan pemimpin-pemimpin besar dunia.

Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya?

Dajjal akan hidup setelah ia memulai fitnahnya kepada umat manusia, selama empat puluh hari. Namun, hari pertamanya adalah sama dengan setahun, hari kedua sama dengan sebulan, dan hari ketiga sama dengan seminggu, sementara hari-hari lainnya sama seperti hari-hari biasa. Jadi, keseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerusakan ialah 14 bulan dan 14 hari.

Dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan sebagai berikut:

Kami bertanya, “Wahai Rasulullah! Berapa lamakah ia akan tinggal di muka bumi?” Nabi SAW menjawab, “Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hari yang pertama seperti setahun, dan hari berikutnya seperti sebulan, dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari yang masih tinggal (yaitu 37 hari) adalah sama seperti harimu yang biasa.”

Lalu kami bertanya lagi, “Wahai Rasulullah SAW! Di hari yang panjang seperti setahun itu, apakah cukup bagi kami hanya shalat sehari saja (5 waktu)?” Nabi SAW menjawab, “Tidak cukup. Kamu mesti mengira hari itu dengan menentukan kadar yang bersesuaian bagi setiap sembahyang.”

Maksud sabda Rasulullah SAW ialah supaya kita memperkirakan jam yang berlalu pada hari itu. Bukan mengikuti perjalanan matahari seperti biasa kita lakukan. Misalnya, sudah berlalu tujuh jam selepas shalat subuh pada hari itu, maka masuklah waktu shalat zuhur, sehingga hendaklah kita shalat zuhur. Dan apabila telah berlalu selepas shalat zuhur itu tiga jam, maka masuklah waktu asar, dan kita wajib shalat Asar.

Begitu pula seterusnya waktu shalat maghrib, isya, dan subuh seterusnya, hingga habis hari yang panjang itu sama panjangnya dengan masa satu tahun, dan jumlah shalat pada sehari itu sebanyak jumlah shalat setahun yang kita lakukan. Begitu juga pada hari kedua dan ketiga.

Baca juga: Benarkah Dajjal Akan Muncul dari Segitiga Bermuda?

Related

Moslem World 1178492307195627477

Recent

item