Harga Bitcoin Jeblok, Rp200 Triliun Hilang Dalam 3 Jam

Harga Bitcoin Jeblok, Rp200 Triliun Hilang Dalam 3 Jam

Naviri Magazine - Agak lama tidak terdengar berita besar terkait Bitcoin, setelah beberapa waktu lalu gencar diberitakan saat mengalami kenaikan besar-besaran. Ketika nilai Bitcoin meroket, banyak pemiliknya yang kaya mendadak. Banyak pihak yang semula optimis Bitcoin akan terus naik nilainya, sehingga bisa dijadikan alternatif investasi. Sayangnya, optimisme itu tak terbukti, dan kini harga Bitcoin justru jeblok.

Harga Bitcoin terjun bebas. Tak tanggung-tanggung, mata uang kripto tersebut kehilangan nilai sebanyak USD 13 miliar atau setara Rp 200 triliun—dalam kurun waktu 3 jam—pada Jumat (12/10) sejak pukul 10.23 waktu Hong Kong.

Jatuhnya harga Bitcoin kali ini merupakan akibat peringatan terkini dari IMF. Mereka memperingatkan pertumbuhan mata uang digital yang begitu cepat dapat berbahanya bagi ekonomi.

"Perkembangan aset kripto yang begitu cepat dapat melemahkan sistem keuangan internasional," ujar IMF dalam pernyataan tertulis.

Hal ini tentu mengecewakan pemilik mata uang kripto. Pasalnya, tahun ini diharapkan jadi momen saat jual beli aset digital dapat disetarakan dengan jual beli saham. Namun sejumlah pemerintah di beberapa negara, seperti AS dan China, tak menyambut baik konsep perdagangan mata uang kripto.

Penolakan tersebut bukan tanpa dasar. Respons negatif itu berangkat dari banyaknya kasus penipuan atas nama aset digital, juga peretasan akun mata uang kripto yang sudah memiliki banyak koin.

Pemerintah Indonesia juga beberapa kali memperingatkan untuk tidak berinvestasi uang digital. Bahkan sempat muncul perdebatan apakah Bitcoin harus dilarang atau tidak di Indonesia.


Related

News 3153979365362033790
item