Jean-Paul Sartre, Pemikir Hebat yang Menolak Hadiah Nobel

Jean-Paul Sartre, Pemikir Hebat yang Menolak Hadiah Nobel

Naviri Magazine - Banyak penulis dan pemikir yang tentu akan senang ketika mendapat penghargaan Nobel. Tapi tidak dengan Jean-Paul Sartre, penulis yang juga dianggap filsuf asal Prancis.

Jean-Paul Sartre terpilih sebagai pemenang Nobel Sastra 1964 atas karya-karya filsafatnya yang, seperti diungkapkan oleh panitia Nobel, “kaya akan gagasan dan berisi semangat kebebasan dan pertanyaan akan kebenaran.”

Tapi ia menolaknya.

Sartre bilang bahwa alasan penolakan hadiah Nobel itu didasari pertimbangan pribadi dan obyektivitas.

Pertimbangan pribadinya kurang lebih begini: semua kemuliaan yang ia terima dalam Nobel Sastra akan membebani pembacanya dengan tekanan. “Jika aku disebut ‘Jean-Paul Sastre’ saja,” katanya, “itu akan berbeda dengan ketika aku disebut ‘Jean-Paul Sastre Peraih Nobel Sastra.’”

Pertimbangan lain: Sartre tidak puas terhadap panitia Nobel yang sering berlaku tidak adil kepada penulis-penulis dari Blok Timur. Alasan politis dan ideologis ini mencerminkan keberpihakan, atau setidaknya simpati, Sartre kepada komunisme yang memang tidak pernah ia sembunyikan.

Baca juga: Kisah Penghargaan Nobel Paling Kontroversial di Dunia

Related

Figures 5826759720897918341

Recent

item