Ngeri, Inilah Kondisi Umat Manusia Saat Dajjal Datang ke Bumi

 Kondisi Umat Manusia Saat Dajjal Datang ke Bumi

Naviri Magazine - Menjelang kiamat, Dajjal akan muncul ke hadapan manusia. Pada saat itu, setiap negeri akan didatangi Dajjal, dan penduduknya bagaikan padi yang tercerai-berai. Mereka lari kesana kemari karena takut kepada Dajjal. Bagi keluarga mukmin, mereka lebih senang berada di dalam rumah, menjaga keluarganya, agar tidak terpengaruh oleh tipu daya Dajjal.

Sebab pada masa itu bukan sedikit kaum wanita yang menjadi pengikut Dajjal. Oleh kerana itu, para lelaki mengikat keluarganya di dalam rumah agar tidak keluar. Mereka bimbang bila keluarganya keluar rumah akan mudah dipengaruhi Dajjal. Jika terpengaruh mengikuti Dajjal, berarti telah melakukan kekufuran dan kemusyrikan.

Zaman Dajjal adalah zaman fitnah yang besar, bukan sedikit orang yang beriman pada pagi dan kemudian pada petang hari menjadi kafir. Hal ini menunjukkan begitu hebatnya godaan yang melanda umat Islam.

Pada saat itu, memegang agama seperti memegang bara api yang panas, bila dilepaskan dirinya akan menjadi mangsa Dajjal. Tetapi bila terus dipegang godaan dan fitnah yang dihadapi sangat besar dan berat.

Oleh kerana itu, apabila Dajjal datang, orang ramai melarikan diri ke hutan-hutan, dan ada ada yang melarikan diri ke gunung. Mereka melakukannya demi menyelamatkan diri dan akidahnya dari fitnah Dajjal. Sebagaimana yang disebutkan dalam suatu hadits sahih:

(Saat itu) manusia benar -benar melarikan diri dari Dajjal ke arah gunung. (HR. Muslim).

Demikian keadaan manusia semasa kedatangan Dajjal, mereka lebih memilih menyelamatkan diri daripada menghadapinya. Sebab bila menghadapinya, mereka khawatir tidak mampu menjaga akidah dan keselamatan jiwanya. Sebab Dajjal akan berbuat aniaya terhadap orang yang membangkang.

Demikian juga dalam soal pemerintahan. Pemerintah-pemerintahan negara pada zaman Dajjal menjadi rusak dan tidak mengikut peraturan. Ini bukan berarti Dajjal ingin berkuasa dan menghancurkan satu per satu pemerintahan negara yang sudah kukuh dan baik. Akan tetapi perancangan Dajjal yang menyusup ke segenap negera dengan menyebarkan tipu daya dan fitnahnya.

Setiap negara yang dimasuki Dajjal akan diikuti beribu-ribu orang, bahkan mencapai jutaan orang, yang terdiri dari manusia dan juga setan yang menjelma manusia. Tujuannya adalah menyesatkan umat manusia, sekaligus menjauhkannya dari Allah.

Apalagi kepada orang-orang yang beriman, Dajjal dan setan tidak akan berhenti mempengaruhi dengan menyebarkan fitnah dan tipu daya. Oleh kerana itu, fitnah yang paling besar adalah fitnah pada zaman Dajjal.

Adapun untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal adalah menetapi kesabaran. Membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al- Kahfi, yaitu:

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur'an) kepada hambanya,  dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal soleh, bahwa meraka akan mendapat balasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk selama- lamanya.

“Dan untuk memperingatkan orang-orang yang berkata ‘Allah mengambil seorang anak’. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. Maka barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).

“Sesungguhnya Kami menjadikan segala yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

“(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung dalam gua, lalu mereka berdo'a: ‘Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (Al-Qur'an Surat al- Kahfi: 1-10).”

Anjuran untuk membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi adalah anjuran dari Rasulullah SAW, sebagai benteng untuk diri agar tidak diganggu dan terkena fitnah Dajjal. Sebab pada saat itu sukar sekali bagi seseorang untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal. Ini menunjukkan begitu kuat dan hebatnya fitnah yang disebarkan oleh Dajjal.

Salah satu cara untuk menyelamatkan diri adalah membaca sekerap mungkin sepuluh ayat pertama dari surat Al -Kahfi. Sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

“Barangsiapa di antara kamu yang (hidup sampai) mendapati Dajjal, hendaklah baca permulaan surat Al-Kahfi. (H.R. Muslim).

Sebenarnya seluruh peristiwa luar biasa yang dilakukan oleh Dajjal bukan kerana kuasa Dajjal, melainkan karena kekuasaan dan kehendak Allah untuk menguji iman hamba-Nya. Allah menciptakan Dajjal sebagai penggoda, dan menyesatkan umat yang beriman.

Jika seorang hamba benar-benar teguh imannya, dia tidak akan mudah goyah akidahnya walaupun disakiti, dianiaya, difitnah, bahkan dibunuh. Dia tetap teguh memegang keimanan dan ketaatan kepada Allah.

Segala kemampuan yang dimiliki Dajjal bersifat istidraj, bukan mukjizat atau bukan karamah. Sebab sudah jelas kalau Dajjal itu kafir yang menyesatkan, bukan nabi dan bukan orang saleh. Semua yang dilakukannya merupakan tipu muslihat belaka untuk menarik simpati agar orang mengikuti jejaknya yang sesat. Semoga Allah melindungi kita dari fitnah Dajjal.

Baca juga: Ngeri, Wujud Asli Dajjal Terlihat oleh Lelaki Ini

Related

Moslem World 8576020276745000897

Recent

item