Tips Menghadapi Orang Tua yang Bertanya-tanya “Kapan Nikah?”

Tips Menghadapi Orang Tua yang Bertanya-tanya “Kapan Nikah?”

Naviri Magazine - Pertanyaan “kapan nikah?” tidak hanya dilontarkan oleh teman atau orang-orang di sekeliling kita, tapi kadang juga dilontarkan oleh orang tua kita. Ketika usia kita sudah dianggap dewasa, apalagi sudah bekerja, bisa jadi orang tua mulai bertanya-tanya kapan kita akan menikah.

Kamu mungkin juga menghadapi kenyataan itu, dan agak bingung bagaimana menghadapinya. Di satu sisi, kamu sadar sudah cukup dewasa, dalam arti sudah layak menikah. Namun, di sisi lain, kamu memiliki alasan tertentu kenapa belum menikah.

Bagaimana cara menghadapi orang tua yang bertanya-tanya “kapan nikah?” Uraian berikut mungkin bisa membantu kegalauanmu.

Cari tahu alasan di balik permintaan orang tua

Ini cara paling efektif untuk meredakan kegalauan hatimu. Bagaimana pun, orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anak mereka. Apakah kamu anak tunggal? Kalau ya, kamu tentu harus memaklumi perasaan orang tuamu. Kamu adalah satu-satunya harapan mereka di masa depan, dan ide untuk segera menikah adalah sesuatu yang menurut mereka baik untukmu.

Atau, kamu mungkin merupakan anak terakhir yang belum menikah di keluargamu. Jika ya, itu sangat wajar bila orang tua terus mendesak kamu supaya segera menikah.

Usia orang tua

Usia orang tuamu yang tak lagi muda membuat mereka takut, kalau mereka tidak sempat melihat kamu menikah. Mamamu mungkin sedang merasakan dilema itu, dan secara tidak sadar dia pun akhirnya berusaha mendorongmu agar cepat menikah.

Selain usia, kondisi tubuh orang tuamu yang tak lagi fit menjadi salah satu faktor yang membuat mereka mendesak kamu untuk cepat menikah.

Keadaan dirimu sendiri

Kamu mungkin tidak menyadarinya, namun orang tua lebih tahu siapa anaknya. Mamamu mungkin sedang melihat kegelisahan hati anaknya yang kini tak memiliki pasangan. Dia tahu bahwa kamu sedang galau dengan perasaanmu sendiri, sehingga tanpa pikir panjang, dia menyarankan agar kamu segera menikah.

Terlalu pilih-pilih

"Kamu terlalu pilih-pilih, sih!" Kamu tentu sering menemui kalimat semacam ini dan merasa sangat jengkel pada orang yang mengatakannya. Apakah orang tuamu mengatakan itu juga padamu? Well, ini persoalan yang tidak mudah.

Di satu sisi, kita terkadang egois pada diri sendiri dan merasa pendapat orang lain salah. Namun, kamu sendiri tentu menyadari apa yang salah dengan dirimu, sehingga sampai sekarang tidak memiliki pasangan.

Mungkin jika sikapmu tidak demikian, orang tuamu juga tidak akan memaksa kamu segera menikah. Mereka mungkin khawatir dengan sikapmu yang terlalu pilih-pilih sehingga menjauhkan jodohmu.

Rasa percaya diri dan pembuktian

Jika mereka terus memaksamu untuk segera menikah, mintalah tenggat waktu pada orang tua. Pastikan bahwa kamu menepati janjimu untuk menikah setelah mendekati tenggat waktu yang kamu minta pada mereka.

Ini bisa menjadi ajang pembuktianmu pada orang tua bahwa kamu bukan tak mau menikah, melainkan ada sesuatu yang ingin kamu kejar, dan kamu akan selalu bertanggung jawab pada apa yang kamu katakan.

Menghormati orang tua

Betapa pun tidak enaknya perkataan yang orang tua sampaikan pada kamu, jangan melawan dan tetap tunjukkan rasa hormat. Mereka hanya ingin memberikan yang terbaik padamu. Hindari kata-kata kasar karena itu akan menyakiti hati mereka. Cobalah untuk mendengarkan wejangan dari mereka dan bersikap legowo. Seiring berjalannya waktu, sikap hormatmu akan mendapat respons positif dari orang tuamu.

Jangan sedih karena itu bukan hal yang perlu diratapi. Menikah bukan hanya tentang perayaan keluarga dan pertalian cinta, melainkan proses kematangan dari sebuah hubungan yang serius.

Jika kamu memang belum merasa mantap dan siap dengan hubungan seserius itu, jangan pernah melangkah maju. Ingat, keputusan untuk menikah haruslah dorongan dari dalam hati, bukan karena paksaan dari orang lain.

Baca juga: Fakta Pahit di Balik Iming-iming Indahnya Pernikahan Dini

Related

Relationship 4914139342826024818
item