Perang Dahsyat Akhir Zaman, Imam Mahdi Melawan Dajjal

Perang Dahsyat Akhir Zaman, Imam Mahdi Melawan Dajjal

Naviri Magazine - Sebelum kiamat datang, akan terjadi dua peperangan besar. Peperangan besar pertama terjadi antara kaum muslim melawan musuh-musuhnya, sementara peperangan besar kedua antara Imam Mahdi dan kaum muslim melawan Dajjal dan pasukannya.

Ketika perang besar pertama terjadi, Dajjal belum muncul. Namun, setelah perang besar pertama selesai, Dajjal kemudian muncul dan menjadi awal meletusnya perang besar kedua yang lebih dahsyat, yang biasa disebut perang armageddon atau perang akhir zaman.

Soal perang tersebut telah dijelaskan dalam hadist Nabi Muhammad SAW. Bahwa nantinya, pada akhir zaman, manusia akan mengalami dua perang besar yakni perang al-Malhamah Kubra dan perang Armageddon. Dua perang ini akan terjadi beruntun, yang puncaknya adalah kemunculan Dajjal.

Perang al-Malhamah Kubra

Perang al-Malhamah Kubra merupakan perang besar pertama yang terjadi setelah peperangan beruntun yang terjadi sebelumnya. Pada perang ini, pasukan kaum muslim akan melawan kaum Rum. Namun, sebelum menaklukkan Rum, kaum muslim akan memerangi jazirah Arab dan Persia. Kejayaan persia pada masa lalu memang tinggal sejarah, namun kini berubah nama menjadi Iran.

“Kalian akan perangi jazirah Arab, sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia, sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Rum, sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal, sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim).

Dalam hadist lain, Rasulullah SAW juga bercerita tentang bagaimana kehancuran ini terjadi. Bahwa perang al-Malhamah Kubra akan terjadi sebelum pembukaan kota Konstantinopel atau Turki saat ini. Setelah Konstantinopel, akan keluar Dajjal yang menjadi awal perang kedua yang lebih dahsyat.

“’Makmurnya Baitul Maqdis adalah tanda awal kehancuran kota Madinah. Hancurnya kota Madinah adalah tanda terjadinya peperangan besar (al-Malhamah Kubra). Terjadinya peperangan besar adalah tanda pembukaan kota Konstantinopel, dan pembukaan kota Konstantinopel adalah tanda keluarnya Dajjal.’

“Kemudian beliau menepuk-nepuk paha orang yang beliau ceritakan hadits tersebut, atau dalam riwayat lain, ‘pundaknya’. Kemudian bersabda, ‘Semua ini adalah sesuatu yang benar, sebagaimana engkau, Mu’adz bin Jabal, sekarang berada di sini adalah sesuatu yang benar. (HR. Abu Daud)

Lantas, siapakah kaum Rum yang dimaksud? Adapun Rum yang dimaksud dalam hadist adalah Romawi timur yang pusat pemerintahannya dahulu berada di Konstantinopel. Dahulu, setelah Romawi timur runtuh, pusat pemerintahan berpindah ke tsar Rusia.

Tsar adalah asal kata kaisar, yang mengadopsi sistem kekaisaran Romawi timur. Di Wikipedia dijelaskan, setelah Konstantinopel direbut oleh kaum muslimin, kekaisaran Byzantine beralih ke Rusia.

Peran kaisar sebagai pelindung ortodoks timur diklaim oleh Ivan III, pemimpin Mokswa. Ia menikah dengan Shopia Paleologue. Cucu Ivan IV kemudian menjadi tsar Rusia yang pertama. Tsar adalah istilah zaman dulu yang digunakan bangsa Slavia untuk kekaisaran Byzantine.

Penerus-penerus mereka mendukung gagasan bahwa Moskwa adalah penerus kekaisaran Byzantine yang berpusat di Konstantinopel. Gagasan kekaisaran Rusia sebagai kekaisaran Rum tetap hidup hingga meletusnya revolusi Rusia tahun 1917.

Setelah berdirinya Uni Soviet, kekaisaran Rum runtuh dan digantikan sistem komunis. Tetapi setelah Uni Soviet runtuh, kekaisaran Rum dilanjutkan kembali oleh negara Rusia modern sekarang.

Maka jelas bahwa Rum yang dijelaskan dalam hadist di atas adalah Rusia saat ini. Saat ini, sikap Rusia menentang zionis Dajjal, namun mereka masih bersekutu dengan Iran. Namun, pada masa Al Mahdi nanti, Rusia akan meninggalkan sekutunya, dan berdamai dengan kaum muslim, sedangkan Iran akan bersekutu dengan zionis Dajjal.

Sementara itu, tentang perdamaian dengan Rum pada masa al-Mahdi, dijelaskan oleh Imam As-Sayuti. Abu Nuaim meriwayatkan dari Abi Umamah, katanya Rasulullah SAW bersabda:

“’Di antara kamu dan orang-orang Rum akan berlaku 4 kali perdamaian. Pada kali keempatnya berlaku di tangan salah seorang dari keluarga Hiraqlu. Perjanjian itu berterusan selama 7 tahun.’

“Ada seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah! Siapakah imam orang ramai (orang Islam) pada hari itu?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Al Mahdi dari anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai bintang yang bersinar, di pipi kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukkan negeri-negeri syirik.’”

Berdasarkan hadist riwayat Abu Daud, nantinya perang al-Malhamah Kubra akan berpusat di Syam, yang kini berubah nama menjadi Suriah. Seperti diketahui, di Suriah kini sedang terjadi perang besar yang menyebabkan banyak kaum muslim mengungsi ke berbagai negara dan menderita berkepanjangan.

“Sungguh Rum benar-benar akan memasuki Syam (Suriah) selama empat puluh hari, tidak ada yang selamat selain Damaskus dan Amman.” (HR Abu Daud)

Setelah Rum ditaklukkan, kemudian kaum muslimin menaklukkan Turki tanpa peperangan. Setelah Turki ditaklukkan, maka keluarlah Dajjal.

Perang Armageddon

Setelah berhasil memenangkan perang al-Malhamah Kubra, maka ini menjadi awal peperangan puncak, yakni melawan Dajjal. Perang besar ini disebut perang Armageddon, yang berpusat di bukit Mageddon, Palestina. Perang ini dalam hadist Rasulullah disebut juga dengan perang Gog Magog (Ya’juj dan Ma’juj).

Sebenarnya, istilah Armageddon berasal dari bahasa Yunani, dan digunakan kalangan Barat dalam pembahasan hari akhir dunia. Sementara dalam beberapa manuskrip yang tersimpan di Timur Tengah, Islam menyebutnya dengan istilah al-Majidun, yaitu Perang Kemuliaan.

Perang maha dahsyat ini berjalan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga menyeret seluruh negara di dunia. Nantinya, dunia akan terbagi menjadi dua poros, yakni kaum muslim yang dipimpin oleh Al Mahdi, dan kaum kafir yang dipimpin Dajjal.

Lalu, di tengah huru hara, Allah SWT menurunkan pertolongan yakni kedatangan Nabi Isa putra Maryam. Isa akan turun di menara putih di timur Damaskus, ketika menjelang fajar.

Kemudian Isa masuk ke markas kaum muslimin, dan ikut dalam barisan shalat subuh. Setelah itu, ia bersama Al-Mahdi akan memimpin kaum muslimin menyerbu seluruh markas kaum kafir, bahkan berhasil membunuh Dajjal dan seluruh orang kafir.

Sebagian besar bangsa Yahudi akan mati dalam perang Armageddon, dan dua pertiga dari mereka akan musnah.

Baca juga: Kisah Lelaki yang Pernah Bertemu dan Melihat Sosok Dajjal

Related

Moslem World 4945510784278837352

Recent

item